← Beranda
Cerita An Se-young Soal Obrolannya dengan Megawati Hangestri di Video Call
Banu AdikaraKamis, 4 Juni 2026 | 02.22 WIB
Tunggal Putri Korea An Se-young bertanding menghadapi Tunggal Putri Jepang Akane Yamaguchi pada baba

 JawaPos.com - Belum lama ini, jagat maya ramai oleh sebuah video yang memperlihatkan ratu bulu tangkis dunia asal Korea Selatan, An Se-young melakukan video call dengan pevoli putri Indonesia, Megawati Hangestri.

Keduanya tampak melakukan obrolan singkat yang saling memperlihatkan rasa respek satu sama lain.

Ditemui di perhelatan Indonesia Open 2026, Rabu (3/6), An Se-young membeberkan sedikit bagaimana proses video call tersebut terjadi.

Baca Juga: Babak Belur di Indonesia Open 2026, Fajar: Ini Penampilan Terburuk Bersama Fikri!

An Se-young dan Megawati Hangestri melakukan video call. (Istimewa)
An Se-young dan Megawati Hangestri melakukan video call. (Istimewa)

 Baca Juga: Tiwi/Fadia Jaga Asa Naik Kelas Setelah Tumbangkan Ganda Tangguh Korea di Indonesia Open 2026.

Awalnya, Se-young menjelaskan bahwa ia suka menonton pertandingan olahraga lain di luar kesibukannya sebagai atlet bulu tangkis.

Pada kesempatan video call tersebut terjadi, Se-young menuturkan, salah satu staff kepelatihannya kala itu sedang melakukan video call dengan Megawati.

"Pelatih saya dulu pernah bekerja di tim tempat Megawati bermain. Lalu kami berdua diperkenalkan di video call itu dan saling menyapa," kata Se-young.

Walaupun baru pertama kalinya mengobrol dengan Megawati, Se-young menuturkan bahwa ia sudah mengetahui reputasi Megawati sebagai salah satu pemain voli mumpuni.

Baca Juga: Lanny/Apriyani Ogah Buru-buru Bicara Olimpiade Los Angeles 2028

"Mega adalah pemain hebat, dan itu membuat video call-nya jadi sangat berkesan," kata Se-young.

An Se-young mengawali Indonesia Open 2026 dengan memenangi laga melawan pemain asal Turki, Neslihan Arin dengan skor 21-18 dan 21-6 di babak pertama.

Di babak kedua, peraih medali emas Olimpiade Paris 2026 itu akan bersua melawan wakil India, Pusarla Venkata Sindhu. 

EDITOR: Banu Adikara