JawaPos.com - Veda Ega Pratama mendapat dukungan penuh dari sang ayah di tengah tekanan tinggi persaingan Moto3 2026. Saat pembalap muda Indonesia itu menghadapi akhir pekan sulit di Moto3 Italia 2026, Sudarmono memberikan pesan singkat namun bermakna yang menjadi pengingat penting untuk tetap tenang menghadapi kerasnya kompetisi level dunia.
Perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 memang tidak selalu berjalan mulus. Namun, pembalap Honda Team Asia tersebut terus menunjukkan kematangan yang membuatnya mampu bertahan di papan atas klasemen sementara.
Apa Pesan Ayah Veda Ega Pratama Setelah Moto3 Italia 2026?
Pesan yang disampaikan Sudarmono hanya terdiri atas satu kata, tetapi memiliki makna mendalam bagi seorang pembalap yang sedang menghadapi tekanan besar. Melalui akun Instagram pribadinya, @sudarmono_mons54private, dia menuliskan komentar singkat. “Calm (tenang).”
Komentar tersebut ditujukan untuk membalas unggahan Veda setelah menjalani balapan Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Dalam unggahannya, Veda mengakui dirinya mengalami akhir pekan yang tidak mudah, tetapi tetap menunjukkan optimisme untuk menghadapi seri berikutnya.
“Akhir pekan yang sulit, tapi kami akan terus maju. Terima kasih tim! Hongaria selanjutnya,” tulis Veda melalui akun Instagram pribadi, @veda_54.
Pesan sederhana dari sang ayah menjadi cerminan pentingnya menjaga ketenangan di tengah tekanan kompetisi Moto3. Sebagai rookie yang baru pertama kali mengendarai motor Moto3 secara penuh musim ini, Veda dituntut beradaptasi dengan motor, sirkuit, serta lawan-lawan yang sebagian besar sudah memiliki pengalaman lebih banyak.
Baca Juga: Jadwal Moto3 Hungaria 2026, Misi Veda Ega Pratama Bersama Honda Team Asia Akhir Pekan Ini
Mengapa Performa Veda Ega Pratama Layak Diapresiasi?
Meski menghadapi tantangan besar, performa Veda sepanjang tujuh seri pertama Moto3 2026 tergolong impresif. Pembalap asal Wonosari itu saat ini menempati posisi lima besar klasemen sementara, sebuah pencapaian yang tidak banyak diprediksi pada awal musim.
Fakta menariknya, Veda menjadi satu-satunya pembalap di kelompok terdepan yang sebelumnya belum memiliki pengalaman balapan penuh menggunakan motor Moto3. Sementara para rivalnya sudah lebih dahulu mengenal karakter motor dan atmosfer persaingan kelas dunia.
Saat ini Veda memang masih berada di belakang Maximo Quiles, Alvaro Carpe, dan Adrian Fernandez. Namun, jarak performa yang ditunjukkan Veda dengan para pembalap tersebut tidak terlalu jauh.
Bahkan, Veda hanya tertinggal satu poin dari Brian Uriarte. Persaingan keduanya menarik perhatian karena mereka sudah saling berhadapan sejak level junior, sementara Uriarte telah lebih dahulu mendapatkan pengalaman di Moto3 sejak musim sebelumnya.
Keberhasilan Veda bertahan di lima besar klasemen menunjukkan proses adaptasinya berjalan sangat cepat. Hal itu menjadi sinyal positif bagi perkembangan kariernya pada musim debut di ajang balap motor paling kompetitif untuk pembalap muda dunia.
Unggul dari Banyak Pembalap Berpengalaman
Salah satu pencapaian terbesar Veda musim ini adalah kemampuannya mengungguli sejumlah pembalap yang lebih berpengalaman di Moto3. Nama-nama yang sebelumnya diprediksi berada di depan justru masih tertinggal dari pembalap Indonesia tersebut.
Valentin Perrone, David Almansa, Guido Pini, David Munoz, hingga Hakim Danish saat ini berada di bawah Veda dalam persaingan klasemen sementara. Padahal, mereka sudah lebih dulu merasakan kerasnya persaingan Moto3 sebelum musim 2026 dimulai.
Keunggulan atas para pembalap berpengalaman itu menjadi bukti kecepatan dan kemampuan adaptasi Veda tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia tidak hanya bersaing sebagai peserta pelengkap, melainkan benar-benar menjadi penantang yang mampu merepotkan para rival.
Konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim juga membuat Veda terus mendapatkan perhatian dari pengamat dan pecinta balap motor. Terlebih, usianya masih sangat muda, yakni 17 tahun.
Baca Juga: Pasang Surut Balapan Moto3 2026, Progres Apik Veda Ega Pratama Lampaui Banyak Pembalap Berpengalaman
Catatan Finis yang Menunjukkan Mental Kuat
Selain posisi klasemen, ada statistik menarik yang memperlihatkan kualitas balap Veda sepanjang musim ini. Ketika berhasil menyelesaikan balapan, posisinya hampir selalu lebih baik dibandingkan saat start.
Pada seri pembuka di Thailand, Veda memulai balapan dari posisi kelima dan mengakhirinya di posisi yang sama. Hasil itu menjadi fondasi penting sebelum dia meraih podium ketiga di Brasil setelah start dari posisi keempat.
Kemampuan bertarungnya semakin terlihat di Moto3 Spanyol. Veda memulai balapan dari posisi ke-17, tetapi mampu menembus finis keenam setelah tampil agresif dan konsisten sepanjang lomba.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Cuma Tertinggal 1 Poin! Perebutan Rookie Terbaik Moto3 2026 Makin Panas
Tren positif itu berlanjut di Moto3 Prancis. Dari posisi start keenam, Veda berhasil naik ke peringkat keempat saat bendera finis dikibarkan.
Penampilan impresif lainnya terjadi di Moto3 Catalunya. Meski memulai balapan dari posisi ke-20, Veda mampu melakukan banyak overtake dan finis di posisi kedelapan.
Sementara pada Moto3 Italia 2026 akhir pekan lalu, Veda kembali menunjukkan kemampuan serupa. Dia start dari posisi ke-12 dan berhasil menutup balapan di posisi kedelapan.
Satu-satunya kegagalan finis musim ini terjadi di Moto3 Amerika Serikat. Di luar hasil tersebut, catatan Veda menunjukkan kemampuan membaca jalannya balapan dan menjaga ritme lomba dengan sangat baik.
Baca Juga: Allano Lima Pamit, Persija Jakarta Dirumorkan Bidik Pemain Keturunan Indonesia
Karena itu, pesan sederhana dari sang ayah untuk tetap tenang terasa sangat relevan. Di tengah ekspektasi besar publik Indonesia dan ketatnya persaingan Moto3, ketenangan menjadi salah satu modal utama bagi Veda Ega Pratama untuk terus berkembang dan menjaga peluang meraih hasil lebih besar pada sisa musim 2026.