← Beranda
Nyaris Podium di Moto3 Italia 2026, Hiroshi Aoyama Bongkar Potensi Besar Veda Ega Pratama Belum Keluar Sepenuhnya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 3 Juni 2026 | 00.23 WIB
Veda Ega Pratama menunjukkan performa impresif di Moto3 Italia 2026 dengan sempat bersaing memperebutkan podium sebelum finis di posisi kedelapan. (Honda Team Asia)

 

JawaPos.com - Veda Ega Pratama tampil impresif pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Italia, dengan finis posisi kedelapan setelah sempat bersaing memperebutkan podium. Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama menilai, pembalap muda Indonesia itu menunjukkan kedewasaan balap yang luar biasa dalam menghadapi balapan penuh tekanan dan persaingan ketat.

Performa Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan pada seri ketujuh Moto3 2026. Meski memulai balapan dari posisi ke-12, rider asal Gunungkidul tersebut mampu menembus rombongan terdepan dan hampir mengamankan podium di lintasan yang dikenal sulit diprediksi.

Hiroshi Aoyama secara khusus memberikan apresiasi atas cara Veda mengelola balapan. Menurut mantan juara dunia kelas 250cc itu, kemampuan membaca situasi dan menjaga ritme menjadi salah satu faktor penting yang membuat Veda mampu bersaing dengan para pembalap papan atas.

Baca Juga: Pasang Surut Balapan Moto3 2026, Progres Apik Veda Ega Pratama Lampaui Banyak Pembalap Berpengalaman

Bagaimana Penilaian Hiroshi Aoyama terhadap Balapan Veda Ega Pratama?

Aoyama menilai Veda menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi kematangan membalap. Meski sempat mengalami kesulitan pada fase awal balapan, Veda mampu memperbaiki kecepatannya secara bertahap hingga kembali masuk dalam perebutan posisi depan.

"Veda memulai dari posisi start ke-12 dan secara bertahap meningkatkan kecepatannya sepanjang balapan. Di awal dia memang sedikit kesulitan, tetapi sejak pertengahan laga dan seterusnya dia mampu memulihkan posisi dan ikut dalam perebutan di depan," kata Aoyama.

Komentar tersebut menjadi bukti perkembangan positif Veda pada musim debutnya di Moto3. Sebagai pembalap yang belum memiliki pengalaman sebelumnya menggunakan motor Moto3, kemampuan beradaptasinya terus menunjukkan tren yang menjanjikan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Cuma Tertinggal 1 Poin! Perebutan Rookie Terbaik Moto3 2026 Makin Panas

Balapan di Mugello sendiri berlangsung sangat kompetitif. Karakter trek dengan lintasan lurus panjang membuat aksi saling salip terjadi hampir di setiap lap, terutama menjelang garis finis.

Mengapa Veda Sempat Berpeluang Meraih Podium?

Puncak performa Veda terjadi pada lap-lap terakhir balapan. Saat sebagian pembalap mulai kehilangan ritme akibat ketatnya persaingan, Veda justru mampu merangsek ke kelompok terdepan dan ikut bertarung dalam perebutan tiga besar.

Aoyama mengungkapkan anak asuhnya sempat berada dalam posisi yang sangat memungkinkan untuk mengamankan podium. Situasi balapan yang kacau dan rapat membuat posisi para pembalap terus berubah hingga tikungan terakhir.

"Pada satu titik dia bertarung untuk podium dan tetap berada di dalam kelompok terdepan hingga lap terakhir. Balapan berjalan sangat kacau dan persaingan sangat ketat," urai Aoyama.

Kondisi tersebut membuat selisih waktu antarpembalap sangat tipis. Satu kesalahan kecil atau kehilangan momentum saat keluar tikungan bisa langsung membuat posisi melorot beberapa peringkat.

Veda mampu bertahan di barisan depan hingga pengujung balapan. Namun, ketatnya pertarungan pada sektor terakhir membuatnya harus puas mengakhiri lomba di posisi kedelapan.

Baca Juga: Daftar Lengkap 170 Wasit yang Bertugas di Piala Dunia 2026, Termasuk 2 Wasit Perempuan

Finis Kedelapan, Mengapa Honda Team Asia Tetap Puas?

Meski gagal naik podium, Honda Team Asia tetap menganggap hasil yang diraih Veda sangat positif. Aoyama bahkan menilai pembalap Indonesia tersebut sebenarnya memiliki kapasitas untuk meraih hasil yang lebih baik.

Menurut dia, posisi kedelapan bukanlah cerminan penuh dari performa yang ditunjukkan sepanjang balapan. Veda dinilai telah menjalankan strategi dengan baik dan berhasil membawa pulang poin penting bagi tim.

"Finis kedelapan bukanlah hasil yang kami incar karena ada potensi untuk meraih hasil yang lebih tinggi, tetapi Veda melakukan tugasnya dengan baik dalam mengelola balapan dan membawa pulang hasil kuat lainnya," puji Aoyama.

Baca Juga: Luis Diaz Tak Khawatir Timnas Kolombia Main di Ketinggian 2.000 Meter Saat Piala Dunia 2026

Tambahan poin dari Mugello semakin memperkuat posisi Veda dalam klasemen sementara Moto3 musim 2026. Konsistensi meraih poin juga menjadi modal penting bagi pembalap berusia muda tersebut untuk terus berkembang sepanjang musim.

Penampilan di Italia sekaligus memperlihatkan Veda semakin nyaman bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman. Kepercayaan dirinya terlihat meningkat dibanding beberapa seri awal musim.

Apa Fokus Honda Team Asia Menuju GP Hungaria?

Di sisi lain, Honda Team Asia juga melakukan evaluasi terhadap performa pembalap Jepang, Zen Mitani. Memulai balapan dari baris belakang, Mitani belum mampu menunjukkan peningkatan signifikan dan hanya finis di posisi ke-22.

Baca Juga: Hasil Indonesia Open 2026: Rachel/Febi Menangi Perang Saudara, Leo/Daniel Dibungkam Wakil Taiwan

Hasil tersebut membuat tim segera mengalihkan fokus menuju seri berikutnya. Data dari Moto3 Italia akan dianalisis untuk menemukan area yang masih perlu ditingkatkan, terutama terkait konsistensi performa motor sepanjang akhir pekan balap.

Honda Team Asia berharap perkembangan positif yang ditunjukkan Veda dapat berlanjut pada GP Hungaria yang menjadi seri kedelapan Moto3 2026. Dengan tren performa yang terus meningkat, peluang meraih hasil lebih besar masih terbuka lebar.

"Kami akan terus bekerja sama dan berharap bisa menunjukkan lebih banyak kemajuan di Hungaria akhir pekan depan," tandas Aoyama.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Dalam tujuh balapan pertama musim ini, Veda terus memperlihatkan kemampuan adaptasi yang cepat dan semakin sering terlibat dalam persaingan kelompok depan, sebuah sinyal kuat podium Moto3 pertamanya mungkin hanya tinggal menunggu waktu.

Baca Juga: Jonatan Christie Bicara Target Besar Usai Lewati Rintangan Pertama di Indonesia Open 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah