← Beranda
Klasemen WorldSSP 2026 Usai Race 1 Aragon: Aldi Satya Mahendra Bertahan di 12 Besar
Andre Rizal HanafiMinggu, 31 Mei 2026 | 02.09 WIB
Aldi Satya Mahendra. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Persaingan perebutan gelar juara World Supersport (WorldSSP) 2026 semakin memanas setelah Race 1 seri Aragon yang digelar di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, Sabtu (30/5/2026). 

Hasil balapan terbaru membuat peta persaingan klasemen pembalap mengalami sejumlah perubahan penting, terutama di papan tengah hingga posisi lima besar.

Pembalap AS BLU CRU Racing Yamaha, Albert Arenas, masih menjadi sosok yang paling nyaman di puncak klasemen sementara. Tambahan poin dari Race 1 Aragon membuat rider asal Spanyol tersebut kini mengoleksi 186 poin dan memperlebar peluangnya dalam perburuan gelar musim ini.

Arenas tampil konsisten sejak awal musim. Meski tidak selalu menjadi pemenang di setiap balapan, kemampuannya mengumpulkan poin secara stabil menjadi senjata utama yang membuatnya unggul cukup jauh dari para rival. Konsistensi itu pula yang kini menempatkannya sebagai kandidat terkuat juara WorldSSP 2026.

Di posisi kedua, pembalap ZXMoto Factory Evan Bros Racing, Valentin Debise, masih menjadi pesaing terdekat Arenas. Rider asal Prancis tersebut mengumpulkan 155 poin atau tertinggal 31 angka dari pemuncak klasemen.

Debise sejauh ini menjadi salah satu pembalap paling kompetitif musim ini dengan beberapa kemenangan yang berhasil diraih. Namun, hasil yang kurang maksimal di sejumlah seri membuat jaraknya dengan Arenas masih cukup lebar.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati Jaume Masia dari Orelac Racing Verdnatura. Mantan pembalap Grand Prix tersebut telah mengumpulkan 141 poin dan masih memiliki peluang besar untuk menekan dua pembalap di atasnya.

Masia menjadi salah satu pembalap paling konsisten sepanjang paruh awal musim. Ia beberapa kali naik podium dan sempat memimpin klasemen pada fase awal kompetisi sebelum akhirnya disalip oleh Arenas.

Persaingan juga berlangsung ketat di posisi empat dan lima. Can Oncu dari Pata Yamaha Ten Kate Racing mengoleksi 132 poin dan hanya terpaut sembilan angka dari Masia. Sementara Philipp Oettl dari Feel Racing WorldSSP Team berada di posisi kelima dengan 111 poin.

Dengan masih tersisa banyak balapan hingga akhir musim, peluang perubahan posisi di lima besar masih sangat terbuka. Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat setiap seri berpotensi menjadi penentu arah persaingan gelar.

Race 1 Aragon sendiri menghadirkan kejutan melalui kemenangan Alessandro Zaccone. Pembalap Ecosantagata Althea Racing Team tersebut berhasil tampil impresif dan mengamankan kemenangan penting yang membuat total poinnya meningkat menjadi 93.

Tambahan poin tersebut mengangkat posisi Zaccone ke peringkat keenam klasemen sementara. Ia kini mulai mendekati kelompok lima besar dan berpotensi menjadi kuda hitam dalam persaingan musim ini.

Di bawah Zaccone terdapat Matteo Ferrari dengan 85 poin, Jeremy Alcoba dengan 81 poin, Lucas Mahias dengan 78 poin, serta Tom Booth-Amos yang mengumpulkan 73 poin.

Keempat pembalap tersebut masih memiliki peluang memperbaiki posisi mengingat kalender WorldSSP 2026 masih menyisakan beberapa seri penting. Konsistensi menjadi faktor utama yang akan menentukan siapa yang mampu bertahan di papan atas hingga akhir musim.

Dari sudut pandang Indonesia, perhatian tentu tertuju kepada Aldi Satya Mahendra. Pembalap muda Indonesia yang memperkuat AS BLU CRU Racing Yamaha kembali menunjukkan perkembangan positif setelah berhasil finis di posisi enam pada Race 1 Aragon.

Hasil tersebut memberikan tambahan poin berharga bagi Aldi dan membuatnya kini mengoleksi 64 poin. Ia bertahan di posisi ke-12 klasemen sementara dan terus menjaga peluang untuk menembus 10 besar sebelum musim berakhir.

Performa Aldi musim ini menunjukkan tren yang cukup menjanjikan. Sebagai salah satu pembalap termuda di grid WorldSSP 2026, ia mampu bersaing dengan nama-nama yang jauh lebih berpengalaman.

Pencapaian terbaik Aldi sejauh musim ini terjadi saat berhasil meraih podium kedua pada Race 2 seri pembuka di Phillip Island, Australia. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa pembalap asal Indonesia itu memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi WorldSSP.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi Aldi masih cukup besar. Selisih enam poin dengan Roberto Garcia yang berada di posisi ke-11 membuat persaingan menuju papan tengah klasemen semakin ketat. Di sisi lain, Simon Jespersen yang berada di posisi ke-13 juga siap mengancam jika Aldi gagal meraih hasil maksimal pada balapan berikutnya.

Setelah Aragon, para pembalap akan menghadapi seri Misano, Italia, yang dijadwalkan berlangsung pada 12-14 Juni 2026. Sirkuit tersebut dikenal memiliki karakter teknis yang menuntut keseimbangan motor serta kemampuan pembalap dalam menjaga ritme balapan.

Seri Misano diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi para pembalap yang ingin memangkas jarak poin dari Albert Arenas. Bagi Aldi Satya Mahendra, balapan di Italia juga menjadi kesempatan emas untuk melanjutkan tren positif dan mendekati posisi 10 besar klasemen.

Dengan enam seri tersisa setelah Aragon, persaingan WorldSSP 2026 masih jauh dari kata selesai. Albert Arenas memang berada di posisi terdepan, tetapi tekanan dari Valentin Debise, Jaume Masia, hingga Can Oncu dipastikan akan terus hadir dalam setiap balapan.

Sementara itu, publik Indonesia tentu berharap Aldi Satya Mahendra dapat terus mencetak hasil positif dan memperbaiki posisinya di klasemen. 

Jika mampu mempertahankan konsistensi serta memanfaatkan peluang di seri-seri berikutnya, bukan tidak mungkin pembalap muda Indonesia tersebut akan menutup musim dengan pencapaian yang membanggakan.

EDITOR: Banu Adikara