← Beranda
Hiroshi Aoyama Buka Suara! Manajer Honda Bongkar Target Veda Ega Pratama di Moto3 Italia 2026
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 30 Mei 2026 | 18.52 WIB
Hiroshi Aoyama terus pantau Veda Ega Pratama saat menjalani sesi practice Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. (Dok. Honda Team Asia)

JawaPos.com — Veda Ega Pratama berhasil menembus posisi sembilan pada hari pertama Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5/2026), dan mengamankan tiket langsung ke Q2.

Meski mencatat peningkatan signifikan dibanding sesi pagi, manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama menegaskan target utama pembalap Indonesia itu bukan sekadar hasil instan, melainkan menjaga konsistensi kecepatan menjelang kualifikasi dan balapan.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Italia 2026 dan Link Live Streaming! Veda Ega Pratama Tak Boleh Lewatkan Kesempatan Emas

Performa Veda pada hari pertama memang menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Pembalap berusia 17 tahun tersebut mengawali akhir pekan dengan finis di posisi ke-20 saat sesi free practice one (FP1) berlangsung dalam kondisi lintasan basah.

Situasi berubah total pada sesi practice sore hari setelah lintasan Mugello mengering. Veda mampu meningkatkan catatan waktunya secara drastis hingga menembus peringkat kesembilan dan masuk kelompok pembalap yang langsung lolos ke sesi Q2.

Mengapa Konsistensi Jadi Fokus Utama Honda?

Hiroshi Aoyama menilai hasil yang diraih Veda pada sesi practice merupakan modal positif untuk menghadapi rangkaian akhir pekan Moto3 Italia 2026.

Namun, menurutnya masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar performa Veda semakin kompetitif.

"Untuk Veda, kami ingin meningkatkan konsistensi kecepatannya dan terus menyempurnakan set-up menjelang kualifikasi dan balapan," kata Aoyama dalam rilis resmi Honda Team Asia.

Pernyataan tersebut menunjukkan Honda tidak ingin terlalu cepat berbicara soal target podium. Tim lebih fokus memastikan Veda mampu mempertahankan kecepatan dalam setiap sesi, terutama ketika memasuki momen krusial di kualifikasi dan balapan.

Konsistensi memang menjadi faktor penting di kelas Moto3 yang memiliki persaingan sangat rapat. Selisih waktu antarpembalap sering kali hanya terpaut beberapa persepuluh detik sehingga kestabilan performa menjadi kunci untuk bersaing di barisan depan.

Cuaca Mugello Jadi Tantangan pada Hari Pertama

Baca Juga: Baru Juga Hattrick Juara, Persib Bandung Masuk Daftar Banned FIFA

Aoyama juga menjelaskan kondisi cuaca menjadi faktor yang memengaruhi jalannya sesi latihan pada Jumat. Lintasan yang basah pada pagi hari membuat banyak pembalap memilih mengambil pendekatan lebih hati-hati.

"Pagi hari kondisi lintasan basah dan sebagian besar pembalap lebih memilih untuk tetap tenang dan memahami lintasan sedikit demi sedikit dalam kondisi tersebut," ujar Aoyama.

Kondisi tersebut membuat catatan waktu para pembalap belum mencerminkan kemampuan sebenarnya. Banyak rider memilih fokus mengumpulkan data dan memahami karakter lintasan dibanding memaksakan kecepatan maksimal.

Saat lintasan mengering pada sesi sore, barulah potensi masing-masing pembalap mulai terlihat. Veda menjadi salah satu rider yang mampu memanfaatkan perubahan kondisi tersebut dengan baik hingga menembus posisi sepuluh besar.

"Kemudian di sore hari semuanya berubah total dengan lintasan kering. Veda berhasil finis di sepuluh besar dan mengamankan akses langsung ke Q2, yang merupakan hal positif," lanjut Aoyama.

Rekam Jejak Kualifikasi Jadi Sorotan

Meski berhasil mengamankan tempat di Q2, tantangan Veda belum berakhir. Pembalap asal Gunungkidul itu masih perlu membuktikan dirinya mampu tampil konsisten pada sesi kualifikasi.

Dari enam seri Moto3 musim 2026 yang telah berlangsung, Veda beberapa kali kesulitan memaksimalkan peluang saat perebutan posisi start. Kondisi tersebut kerap membuatnya harus memulai balapan dari posisi yang kurang ideal.

Salah satu pengecualian terjadi pada seri Brasil. Saat itu Veda mampu tampil impresif sejak sesi kualifikasi hingga akhirnya meraih podium dan mencatat hasil terbaiknya musim ini. Fakta tersebut menjadi alasan mengapa Honda memberi perhatian khusus terhadap aspek konsistensi.

Jika mampu mengulangi performa seperti di Brasil dan menjaga kecepatan sepanjang akhir pekan, peluang Veda untuk kembali bersaing di barisan depan akan semakin terbuka.

Modal Penting Menuju Kualifikasi dan Balapan

Keberhasilan finis di posisi sembilan pada sesi practice memberikan keuntungan besar bagi Veda. Selain langsung lolos ke Q2, ia juga bisa lebih fokus mempersiapkan setelan motor tanpa harus melewati sesi tambahan di Q1.

Situasi ini memberi kesempatan kepada Honda Team Asia untuk melakukan penyempurnaan detail yang diperlukan sebelum kualifikasi berlangsung pada Sabtu (30/5/2026).

Set-up motor yang tepat akan sangat menentukan peluang Veda mendapatkan posisi start yang kompetitif. Dengan kepercayaan diri yang meningkat dan dukungan penuh dari tim, Veda memiliki peluang melanjutkan tren positif di Mugello.

Namun sesuai pesan Aoyama, kunci utamanya bukan sekadar satu putaran cepat, melainkan kemampuan menjaga performa secara konsisten hingga balapan utama pada Minggu (31/5/2026).

EDITOR: Hendra