← Beranda
600 Pelari Jadi Saksi! SMA Al-Hikmah Surabaya Sulap Ajang Lari Jadi Arena Dakwah di Astec Run Festival 2026
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 18 Mei 2026 | 05.03 WIB
Ratusan peserta mengikuti Astec Run Festival 2026 yang digelar OSIS SMA Al-Hikmah Surabaya di Grand City Mall Surabaya, Minggu (17/5/2026). (Moch. Rizky Pratama Putra-JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Sebanyak 621 pelari memadati kawasan Grand City Mall Surabaya dalam gelaran Astec Run Festival 2026 yang diadakan OSIS SMA Al-Hikmah Surabaya, Minggu (17/5/2026). Ajang lari sejauh 5 kilometer ini tidak hanya menghadirkan semangat olahraga, tetapi juga membawa konsep religi yang jarang ditemui dalam event lari di Surabaya.

Festival perdana tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif melalui aktivitas sehat yang dibalut nilai spiritualitas.

Suasana berbeda langsung terasa sejak pagi ketika ratusan peserta hadir dengan outfit olahraga yang tetap menyesuaikan nilai-nilai Islami.

Konsep Lari Religi Jadi Daya Tarik Utama

Astec Run Festival 2026 hadir sebagai bagian dari Sport Technology Education Competition yang digagas OSIS SMA Al-Hikmah Surabaya.

Baca Juga: Jete Run 2026 Akan Diadakan 6 September di Surabaya, Targetkan 10 Ribu Pelari dari Berbagai Kota

Event ini dirancang bukan sekadar lomba lari biasa, melainkan sarana membangun karakter generasi muda yang sehat secara fisik dan spiritual.

Konsep religi menjadi identitas utama festival tersebut. Para peserta diajak tetap menjaga nilai-nilai keislaman saat berolahraga, termasuk dalam cara berpakaian selama mengikuti lomba.

Kepala Sekolah SMA Al-Hikmah Surabaya, Ansari Setyo Prabowo, menilai olahraga bisa menjadi media dakwah yang dekat dengan anak muda.

Baca Juga: Pecah Rekor, BFI Run Diikuti 10 Ribu Pelari demi Tiket Sydney Marathon dan Yokohama Marathon

Karena itu, pihak sekolah ingin menghadirkan atmosfer kompetisi yang tetap mencerminkan identitas sekolah Islam.

“OSIS SMA Al Hikmah Surabaya mengadakan kegiatan ASTEC Run, Al Hikmah Sport, Technology, and Education Competition, di mana kali ini kegiatannya adalah lomba lari,” ujar Ansari kepada JawaPos.com, Minggu (17/5/2026).

“Ini adalah lomba di mana anak-anak memberikan sebuah ajang tidak hanya berlari, tetapi ini adalah wadah anak-anak untuk kemudian bisa memberikan energi positif, semangat hidup sehat, dan juga kebersamaan.”

Menurutnya, kegiatan olahraga tetap bisa berjalan selaras dengan nilai agama. Karena itu, konsep menutup aurat tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas dan semangat dakwah sekolah.

Orang Tua Siswa Ikut Bangga dengan Konsep Islami

Konsep unik Astec Run Festival 2026 ternyata mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa.

Mereka menilai event tersebut memberi ruang nyaman bagi peserta muslimah untuk tetap aktif berolahraga tanpa meninggalkan syariat Islam.

Baca Juga: Pelari Indonesia Dominasi Rinjani 100, Zairan Li Pecahkan Rekor Pelari Tercepat Sepanjang Sejarah

Salah satu orang tua siswa, Diana Nurmawati, hadir langsung mendukung acara bersama keluarganya.

Perempuan 45 tahun itu datang sebagai orang tua dari Hamizan, siswa kelas XI 1 yang juga menjabat Ketua OSIS SMA Al-Hikmah Surabaya.

“Ya, hari ini kita mengikuti acara Astec Run dari OSIS SMA Al Hikmah Surabaya. Tentunya kami hadir sebagai perwakilan orang tua, mama dan ayah dari salah satu siswa SMA Al Hikmah untuk ikut menyukseskan rangkaian acara Astec,” ujarnya.

Diana mengaku kagum dengan konsep yang dibawa panitia. Menurutnya, aturan berpakaian yang tetap mengedepankan aurat justru membuat peserta muslimah merasa lebih nyaman saat berlari.

“Konsep dari panitia sangat bagus, karena aturan sekolah memang mengajarkan untuk tetap menutup aurat. Jadi konsep ini sangat memfasilitasi kami para muslimah agar tetap bisa berolahraga dengan nyaman, tetapi tetap sesuai aturan dan syariat Islam,” katanya.

Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi contoh positif bagi anak muda. Olahraga tidak lagi dipandang sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat yang tetap selaras dengan nilai agama.

Tidak Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Membangun Karakter

Astec Run Festival 2026 menjadi bukti kegiatan olahraga dapat dipadukan dengan pendidikan karakter.

Panitia ingin peserta membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman berlari, tetapi juga nilai disiplin, solidaritas, dan semangat hidup sehat.

Sebanyak 621 peserta yang ikut memeriahkan acara berasal dari berbagai kalangan usia. Kehadiran ratusan pelari itu membuat kawasan Grand City Mall Surabaya dipenuhi energi positif sejak pagi hari.

Menurut Ansari, generasi muda saat ini memerlukan ruang untuk berkembang secara seimbang. Kesehatan fisik harus berjalan beriringan dengan kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritualitas.

“Harapannya anak-anak lari dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman, menutup aurat, dan itu bagian dari semangat bagaimana nanti akan lahir generasi-generasi muda yang menyeimbangkan kesehatan fisik ya, tentunya dengan intelektual, spiritualitas,” imbuh Ansari.

Ia menambahkan tantangan generasi muda ke depan tidak cukup dihadapi dengan kemampuan akademik semata.

Kreativitas, semangat hidup sehat, dan pegangan nilai agama juga menjadi bekal penting menghadapi perkembangan zaman.

“Semua itu menjadi modal kita menjalankan tantangan ke depan ini harus disertai dengan semangat pengetahuan, semangat kreativitas, dan juga semangat hidup yang sehat.”

Festival Perdana yang Langsung Disambut Antusias

Meski baru pertama kali digelar, Astec Run Festival 2026 langsung menarik perhatian masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 600 orang.

Panitia menilai olahraga lari menjadi pilihan tepat karena mudah diikuti berbagai kalangan. Selain menyehatkan, olahraga ini juga identik dengan gaya hidup aktif yang kini semakin diminati anak muda.

Atmosfer festival terasa hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta tidak hanya fokus mencatat waktu terbaik, tetapi juga menikmati momen berkumpul bersama komunitas dan keluarga.

Diana berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun dengan skala yang lebih besar. Ia optimistis Astec Run Festival berpotensi menjadi agenda tahunan yang semakin diminati masyarakat.

“Harapan ke depan, acara Astec ini bisa berkelanjutan setiap tahun diadakan oleh anak-anak OSIS SMA. Semoga ke depan semakin sukses, pesertanya makin banyak, dan tempatnya juga bisa lebih besar lagi,” tuturnya.

SMA Al-Hikmah Surabaya Ingin Cetak Generasi Seimbang

Astec Run Festival 2026 menjadi bagian dari visi besar SMA Al-Hikmah Surabaya dalam membentuk generasi muda yang seimbang. Sekolah ingin mendorong siswa aktif, sehat, kreatif, sekaligus tetap memiliki landasan spiritual yang kuat.

Konsep sportivitas yang dibawa dalam festival ini juga menekankan pentingnya kebersamaan dan saling menghargai. Karena itu, suasana kompetisi dibuat tetap hangat tanpa meninggalkan semangat fair play.

Selain menjadi ajang olahraga, Astec Run Festival 2026 juga memperlihatkan bagaimana sekolah mampu menghadirkan inovasi kegiatan yang dekat dengan tren anak muda.

Perpaduan olahraga, edukasi, dan nilai religi membuat festival ini tampil berbeda dibanding event lari pada umumnya.

EDITOR: Edi Yulianto