JawaPos.com — Aksi rasisme kembali mencoreng dunia olahraga, kali ini terjadi di lapangan basket jalanan di Surabaya. Seorang content creator sekaligus streetballer, Kevon Watt, justru membalas hinaan tersebut dengan performa luar biasa yang langsung viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi dalam event Park Takeover yang digelar kemarin, 1 Mei 2026. Dalam momen tersebut, Kevon Watt yang dikenal dengan nickname Kshowtime mendapat provokasi bernada rasis dari salah satu penantangnya.
Alih-alih terpancing emosi, Kshowtime memilih menjawab dengan cara yang lebih elegan. Ia menunjukkan kelasnya di lapangan dengan menaklukkan sang penantang secara telak tanpa ampun.
Aksi tersebut kemudian diunggah di akun Instagram pribadinya @k_showtime dan langsung menyedot perhatian publik. Dalam caption unggahannya, ia menulis kalimat tegas yang menyiratkan pesan kuat.
"Inilah yang terjadi saat anda merendahkan orang yang salah" tulis Kshowtime dalam publikasinya di Instagram pribadinya @k_showtime yang menunjukkan aksi-aksi 1 on 1 di lapangan.
Kalimat itu langsung menjadi sorotan dan menuai beragam reaksi dari warganet.
Tak berhenti di situ, Kshowtime juga memberikan klarifikasi melalui Instagram Story. Ia menegaskan kejadian tersebut tidak mencerminkan karakter masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
"Saya suka orang Indonesia. Mereka sangat sopan, baik, dan baik hati. Tolong jangan hiraukan pria rasis itu. Saya tidak marah pada orang Indonesia dan aku tahu kalian sama sekali tidak mentolerir perilaku tidak sopan itu." tulisnya.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi luas karena dinilai bijak dan tidak menggeneralisasi.
Baca Juga: Hancur Lebur! Persebaya Surabaya Bantai PSBS Biak 4-0 di Gelora Bung Tomo
Kshowtime juga menunjukkan sikap terbuka terhadap budaya trash talk dalam permainan basket. Namun, ia memberi garis tegas terkait batasan yang tidak boleh dilanggar.
"Aku tidak peduli jika kalian menghinaku. Hanya saja, tolong jangan rasis. Kalian boleh menyebutku sampah, kata-kata kasar, dan sebagainya, tetapi ketika rasisme terlibat, di situlah kita harus menetapkan batasan." lanjutnya.
Pesan ini dianggap penting sebagai pengingat sportivitas tetap harus dijaga.
Fenomena trash talk memang bukan hal baru dalam olahraga, terutama di basket jalanan. Namun, ketika unsur rasisme masuk, situasinya berubah menjadi persoalan serius yang tidak bisa dianggap remeh.
Kejadian ini sekaligus menjadi refleksi bagi komunitas olahraga, khususnya di Indonesia. Bahwa semangat persaingan seharusnya tidak menghilangkan rasa hormat terhadap sesama pemain.
Di sisi lain, respons Kshowtime justru menuai pujian karena dinilai dewasa dan profesional. Ia tidak hanya membuktikan kemampuan di lapangan, tetapi juga memberikan edukasi secara langsung kepada publik.
Aksi balasan di lapangan yang ia tunjukkan seolah menjadi jawaban paling efektif. Tanpa banyak drama, ia membungkam pelaku dengan skill dan performa yang tidak terbantahkan.
Namun insiden ini menjadi catatan penting agar ke depan lebih memperhatikan aspek etika. Terutama dalam menjaga lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua peserta.
Menariknya, Kshowtime tidak kapok untuk kembali tampil di Surabaya. Ia bahkan dijadwalkan melanjutkan Park Takeover hari ini, 2 Mei 2026, di lapangan basket Taman Apsari pukul 16.00 WIB.
Kehadirannya kembali tentu menjadi magnet tersendiri bagi pecinta basket jalanan di kota ini. Banyak yang penasaran apakah akan ada aksi spektakuler lain dari sang streetballer.
Baca Juga: Meroket ke Peringkat 4! Update Klasemen Persebaya Surabaya Usai Gasak PSBS Biak 4-0 di GBT
Momen ini juga bisa menjadi kesempatan bagi komunitas untuk menunjukkan sisi positif. Bahwa olahraga bisa menjadi ruang inklusif tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun.
Kasus ini sekaligus mempertegas rasisme masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak hanya di level profesional, tetapi juga di level komunitas dan hiburan.
Kshowtime telah memberi contoh bagaimana merespons dengan cara yang tepat. Ia tidak hanya melawan dengan kemampuan, tetapi juga dengan pesan yang kuat dan bermakna.
Ke depan, diharapkan tidak ada lagi insiden serupa yang mencederai nilai sportivitas. Karena pada akhirnya, olahraga adalah tentang kompetisi sehat, bukan ajang merendahkan satu sama lain.
Baca Juga: PSBS Biak Resmi Degradasi dari Super League, Dihajar Persebaya Surabaya 4-0 di Gelora Bung Tomo