JawaPos.com–One Pride MMA kembali hadir dalam gelaran Fight Night 89 yang siap memanaskan atmosfer Oktagon dengan pertarungan berkelas. Salah satu laga utama yang paling dinantikan adalah pertemuan antara Ronald M. Siahaar melawan Windri Patilima.
”Saya sudah tidak banyak kata-kata. Nanti saja setelah match kita bersuara,” ungkap Windri.
”Maju terus pantang mundur,” jawab Ronald singkat.
Baca Juga: Rakernas Jadi Momentum Konsolidasi Internal PB Muaythai Indonesia
One Pride MMA Fight Night 89 akan berlangsung di HW Superhouse Satrio Kuningan Jakarta dan disiarkan pay per view, LIVE pada Sabtu (11/4) di platform Vidio. Event ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian event pembuki musim kompetisi tahun ini.
Duel ini diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh tensi tinggi. Ronald M. Siahaan (8-2-0) datang sebagai juara bertahan dengan performa impresif, termasuk catatan kemenangan beruntun dalan beberapa laga terakhir.
Dikenal dengan julukan The Kick of Death, Ronald memiliki gaya bertarung agresif dan eksplosif dengan kemampuan striking yang mematikan juga penyelesaian cepat baik melalui KO/TKO maupun submission. Persiapan matang telah dilakukan petarung asal Bogor ini untuk mempertahankan sabuk juara sekaligus mempertegas dominasinya di divisi lightweight.
Di sisi lain, Windri Patilima (11-2-0) hadir sebagai penantang kuat dengan pengalaman bertanding yang lebih banyak serta reputasi sebagai petarung tangguh di berbagai kondisi pertarungan. Petarung yang dikenal dengar julukan The Bad Boy ini sebelumnya berkiprah di divisi welterweight dan kini turun ke kelas ringan untuk merebut gelar juara.
Adaptasi lintas divisi tersebut justru menjadi nilai tambah bagi Windri, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi, kemampuan bertarung yang lengkap, serta mentalitas kompetitor sejati.
OP 89 juga akan menghadirkan pertarungan pertama kelas Hystrike. Satu di antaranya mempertemukan Pinter Berantem dengan Preman Pensiun. Laga ini dipastikan akan menyita perhatian publik Hystrike menawarkan warna berbeda dengan mempertemukan karakter dan latar belakang yang kontras, sekaligus menjadi hiburan menarik bagi para penggemar.
COO One Pride MMA Suwardi menyatakan, Fight Night 89 ini bukan cuma soal pertandingan, tapi juga jadi ajang pembuktian buat para petarung terbaik Indonesia. ”Antusiasmenya juga terasa sekali, apalagi untuk laga Ronald lawan Windri yang memang sudah ditunggu-tunggu,” ujar dia.
Suwardi menambahkan, pihaknya juga coba hadirkan sesuatu yang baru lewat Hystrike supaya penonton dapat pengalamar yang lebih segar. ”Harapannya, event ini bisa terus mendorong perkembangan MMA Indonesia dan bikin kita nakin diperhitungkan, bukan cuma di dalam negeri tapi juga di level internasional,” ucap dia.
Dari total 12 laga yang dijadwalkan, lima di antaranya menjadi partai utama yang dapat disaksikan secara aksklusif melalui layanan pay per view di platform Vidio sebagai mitra resmi OTT One Pride MMA.
Hermawan Sutanto selaku Managing Director Vidio menuturkan, One Pride MMA konsisten menghadirkan semangat kompetisi tinggi dari para petarung terbaik Tanah Air. ”Melalui Fight Night 89, Vidio tentu menyuguhkan pertarungan berkualitas, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi MMA Indonesia untuk dikenal di kancah global,” ujar dia.
”Kehadiran One Pride turut memperkuat posisi Vidio sebagai Home of Sports dengan ragam tayangan olahraga unggulan,” tambah dia.
Sementara kompetisi One Pride Physical OP 89 yang sudah berjalan 4 episode di channel YouTube One Pride MMA menyajikan persaingan sengit antara dua tim yang dipimpin petarung Tangguh. Yakni Ronald Mastrana siahaan (Tim Merah) dan Windri Patilima (Tim Biru). Kedua tim saling mengejar poin hingga kedudukan berakhir imbang 2-2 di akhir episode keempat.
Baca Juga: Petenis Rusia Kalah Double Bagel, Daniil Medvedev Banting Raket Tujuh Kali di Monte-Carlo Masters
Penentuan juara utama kini bergantung sepenuhnya pada ujian terakhir yaitu Battle Ropes, yang akan menjadi pembuktian pamungkas sebelum mereka benar-benar bertarung di atas oktagon.
Update UFC Performance Institute: Yudi Cahyadi Menuju Road to One Pride
Kabar positif juga datang dari perkembangan atlet Indonesia di jalur pembinaan internasional. Yudi Cahyadi resmi terpilih sebagai salah satu fighter dalam program UFC Performance Institute (UFC PI) untuk mengikut Road to UFC.
Program ini menjadi salah satu jalur strategis dalam mencetak atlet berstandar global melalui pendekatan pelatihan modern, sport science, serta exposure terhadap ekosistem MMA internasional. Terpilihnya Yudi menjadi indikator bahwa kualitas atlet Indonesia semakin diperhitungkan dan memiliki potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Proliga: Hadapi Garuda Jaya, Surabaya Samator tanpa Top Scorer! Rama Fazza Jalani Pemulihan Cedera
1. Ronald Mastrana Siahaan (8-2-0) vs Windri Patilima (1-2-0) - Title Fight Lightweight
2. Pinter Berantem (0-0-0) vs Preman Pensiun (0-0-0) - Hystrike
3. Mario Satya (12-9-0) vs Ikhsan Lani (3-1-0) - Contender Fight Bantamweight
4. Nendi Speed (5-1-0) vs Edowar Firnanda (5-6-0) - Hystrike
5. Yudi Cahyadi (7-2-0) vs Ajuldihamro Simbolon (6-7-0)- Title Fight Featherweight
Fight Card One Pride FN 89 disiarkan di YouTube One Pride MMA Sabtu (11/4) pukul 17.00 WIB
1. Hatoropan Simbolon (7-8-0) vs Alan Lolo (5-3-0)
2. Gideon Manurung (8-4-0) vs Antoni Tambunan (5-3-0) Hystrike Tournament
3. Ade Permana (12-2-0) vs Donny Simangunsong (4-1-0) - Hystrike Tournament
4. Eka Darmawansyah (4-4-0) vs Porhens Pareda (3-0-0) - Hystrike Tournament
5. Iman Lesmana (6-1-0) vs Rizki Pakaya (5-4-0) - Hystrike Exhibition
6. Billy Pasulatan (13-5-0) vs Rama Suphandi (11-5-0)
7. Novan Kaunang (12-4-0) vs Cueng Naibaho (6-0-0) - Hystrike Tournamen