← Beranda
Prestasi Dunia Timnas Wushu Junior Indonesia, Momentum Penguatan Pembinaan Menuju Youth Olympic Games 2026
Latu Ratri MubyarsahKamis, 2 April 2026 | 23.31 WIB
Timnas Wushu Junior Indonesia menempati peringkat ketiga Kejuaraan Dunia Wushu Junior The 10th World Junior Wushu Championships 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Timnas Wushu Junior Indonesia menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior The 10th World Junior Wushu Championships 2026. Kejuaraan itu berlangsung di Tianjian, Tiongkok, 25-30 Maret 2026.

Dengan perolehan total 27 medali, terdiri atas 9 medali emas, 11 perak, dan 7 perunggu, menempatkan Indonesia di bawah Hongkong (1) dan Tiongkok (2). Hasil itu sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama wushu dunia.

Yang menjadi catatan penting, prestasi ini diraih melalui program Pelatnas Junior dengan durasi yang sangat terbatas. Yakni sekitar 3 minggu sebelum kejuaraan berlangsung.

Baca Juga: Atletik Indonesia Unjuk Gigi di Asia: Dominasi Lompat Galah di Taiwan dan Perjuangan Jalan Cepat di Jepang

Kondisi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet muda Indonesia memiliki potensi besar dan daya saing tinggi di level internasional. Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) Airlangga Hartarto menyampaikan, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh ekosistem pembinaan wushu nasional.

”Dengan persiapan yang terbilang terbatas, kita mampu meraih peringkat tiga dunia. Ini menjadi bukti bahwa potensi atlet kita sangat besar dan perlu didukung dengan program pembinaan yang lebih panjang, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Airlangga Hartarto.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBWI Ngatino menambahkan, prestasi yang diraih Timnas Wushu Indonesia kali ini menunjukkan konsistensi prestasi. Pihaknya mengapresiasi perjuangan para atlet, seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) WI yang telah melahirkan atlet-atletnya yang mewakili Indonesia di kejuaraan dunia ini.

Baca Juga: Raih Grassroots Development Program of The Year di PSSI Awards, MilkLife Soccer Challenge Diikuti 32.000 Siswi SD dan MI

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBWI Gunawan Tjokro mengemukakan, prestasi yang diraih kali ini merupakan suatu hal yang harus disyukuri karena wushu bisa mempertahankan prestasi dari waktu ke waktu. Pada Kejuaraan Dunia Junior tahun 2022, ketika Indonesia menjadi tuan rumah, Tim Merah Putih memperoleh sepuluh emas. Saat ini ketika bertarung di kandang lawan di Tiongkok, mampu meraih sembilan emas.

”Itu artinya, pembinaan kita berjalan dengan baik dan konsisten sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang positif,” ungkap Gunawan Tjokro.

Menurut dia, ini menjadi modal awal bagi wushu untuk memperoleh tiket ke Youth Olympic yang akan diadakan di Dakkar, Senegal 2026. International Wushu Federation (IWUF) juga sedang berusaha keras, dengan seluruh dukungan semua negara, ingin membawa wushu bisa masuk ke Olimpiade.  Diharapkan, pada Olimpiade 2032, wushu akan dipertandingkan lagi.

Menyinggung tentang kuota atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Junior, baik Ngatino maupun Gunawan Tjokro menyatakan, masih menunggu keputusan dari Federasi Wushu Internasional (IWUF). Pasalnya, IWUF akan memberikan rekomendasi berdasar hasil dari kejuaraan dunia di Tiongkok kali ini.

”Persaingan ke Youth Olympic ini sangat sedikit kuotanya. Dengan demikian, per wilayah kuota sangat kecil, jadi sangat kompetitif. Tentu, seperti saya katakan tadi, dengan sukses di Tiongkok ini, tentu ini merupakan salah satu juga proses menuju ke Youth Olympic nanti,” terang Gunawan.

Namun menurut Gunawan, sampai kini, PB belum menentukan jumlah atlet yang akan dikirim. Ini karena kuotanya belum pasti. ”Mudah-mudahan, dari hasil yang kita peroleh ini kita bisa lolos ke Youth Olympic,” kata dia.

Baca Juga: Nobar Japanese Grand Prix 2026, Temani Komunitas Menikmati Perjalanan Seru Formula 1 di Nobal

Wushu Terlempar dari DBON

Ngatino menegaskan, walaupun wushu tidak masuk dalam cabar prioritas dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), tapi tetap menunjukkan konsistensi pembinaan dan prestasi. Pemerintah mestinya bisa melihat konsistensi dari wushu untuk membina.

”Kami tetap mengharapkan pemerintah juga komit bisa tetap support keberadaan wushu. Apalagi ke depan untuk menuju Olimpiade, mulai dengan SEA Games. Kemudian juga waktu dekat ini ada Asian Games,” ujar Ngatino.

Dia menambahkan, untuk mengharumkan nama bangsa dan negara dengan mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya bukan hanya di Olimpiade. ”Yang bisa membawa Merah Putih berkibar ada di SEA Games, Asian Games, dan Olimpik, itu kan memang iya, tetapi tentunya masih jauh harus mulai dari yang bawah,” tandas Ngatino.

Baca Juga: PB ORADO Sebut Kejurcab Bandung Buka Jalan Atlet Domino ke Level Nasional

Dia berharap pemerintah bisa mengevaluasi kembali, apalagi di dua SEA Games sebelumnya meraih gelar juara umum. ”Nah ini kan juga mestinya menjadi pertimbangan, saya kira itu,” ucap Ngatino.

Dia menegaskan, wushu konsisten dalam menyumbang prestasi. Untuk tingkat Asia Tenggara dua kali menjadi juara umum. Kemudian di ajang Asian Games mampu meraih emas. Sedangkan di tingkat junior, wushu juga menunjukkan prestasi yang konsisten. 

”Kemudian di Asian Games Nagoya Jepang, mudah-mudahan bisa menyumbangkan medali emas untuk Merah Putih,” harap Ngatino.

Baca Juga: Qarrar Firhand Konsisten Cetak Prestasi, Podium 2 WSK Super Master Series Jadi Kado Lebaran 2026

Atlet Peraih Medali di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2026

Medali Emas

1. Noach Daiki Santoso (Nangun – Group A - Putra)

2. Noach Daiki Santoso (Nandao – Group A - Putra)

3. Vini Nur Azizah (Daoshu – Group A - Putri)

4. Utiqo Romadhona Ummi Auna (Nangun – Group A - Putri)

5. Clara Abigail (Nanquan – Group B - Putri)

6. Clara Abigail (Nangun – Group B - Putri)

7. Kay Jaiden Rondonuwu (Daoshu – Group C - Putra)

8. Jenny Ngaserin (Daoshu – Group C - Putri)

9. Terfi Meisea (Qiangshu – Group C - Putri)

Medali Perak

1. Noach Daiki Santoso (Nanquan – Group A - Putra)

2. Vini Nur Azizah (Changquan – Group A - Putri)

3. Utiqo Romadhona Ummi Auna (Nanquan – Group A - Putri)

4. Clara Abigail (Nandao – Group B - Putri)

5. Bradley Jason (Nandao – Group B - Putra)

6. Piper Danielle Tirto (Qiangshu – Group B - Putri)

7. Kay Jaiden Rondonuwu (Changquan – Group C - Putra)

8. Kay Jaiden Rondonuwu (Gunshu – Group C - Putra)

9. Zivan Abimanyu Rasendria (Jianshu – Group C - Putra)

10. Zivan Abimanyu Rasendria (Qiangshu – Group C - Putra)

11. Terfi Meisea (Jianshu – Group C - Putri)

Medali Perunggu

1. Ucqo Romadhona Ummi Auna (Nandao – Group A - Putri)

2. Leonard Kimi Anggoman (Daoshu – Group B - Putra)

3. Bradley Jason (Nangun – Group B - Putra)

4. Piper Danielle Tirto (Changquan – Group B - Putri)

5. Jenny Ngaserin (Changquan – Group C - Putri)

6. Kiemas Sakc Negara (Sanda – Kelas 52kg Putra)

7. Adriana Rosa Aurelia Putri (Sanda – Kelas 48kg Putri).

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah