JawaPos.com — Marc Marquez resmi mengukuhkan diri sebagai Juara Dunia MotoGP 2025 bersama tim Ducati Lenovo. Pebalap asal Spanyol itu mengoleksi 541 poin dan tidak mungkin lagi terkejar oleh adiknya sendiri, Alex Marquez, yang ada di posisi kedua klasemen.
Gelar ini menjadi yang ketujuh bagi Marc di kelas MotoGP setelah sebelumnya ia menjadi juara pada 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019.
Dengan catatan tersebut, Marquez kini menyamai rekor tujuh kali juara dunia milik legenda MotoGP, Valentino Rossi.
Namun, ada catatan khusus yang membedakan keduanya.
Marc Marquez menjadi satu-satunya pebalap yang mampu kembali juara setelah enam tahun puasa gelar, sementara Rossi terakhir juara pada 2009 dan tidak pernah lagi hingga pensiun pada 2021.
Jika dihitung total, Marquez sudah sembilan kali menjadi juara dunia di semua kelas.
Ia pernah meraih satu gelar di kelas 125cc, satu gelar di Moto2, dan tujuh kali di kelas premier MotoGP, sama seperti jumlah gelar keseluruhan Valentino Rossi.
Meski gelar sudah dipastikan, musim MotoGP 2025 belum sepenuhnya berakhir.
Masih ada empat seri tersisa yang akan berlangsung di Indonesia, Australia, Malaysia, dan Portugal, di mana Marquez berpeluang mempertebal jumlah poinnya.
Dengan performa solid Ducati Lenovo sepanjang musim ini, Marquez juga berpotensi melanjutkan dominasinya di musim depan.
Kombinasi pebalap berpengalaman dan motor yang kompetitif diyakini bisa kembali menghadirkan gelar juara dunia.
Meski kabar juara dunia sudah dipastikan, sorotan lain justru mengarah ke gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika.
Tiket MotoGP Mandalika yang akan digelar 3-5 Oktober 2025 disebut belum sepenuhnya terjual hingga akhir September.
Padahal, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap MotoGP biasanya cukup tinggi sejak pertama kali Mandalika masuk kalender balap.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran atmosfer MotoGP Mandalika 2025 bisa jadi kurang greget.
Pemerintah Provinsi NTB bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan ajang internasional ini.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan secara prinsip seluruh elemen pendukung sudah disiapkan.
MGPA bahkan rutin menggelar sejumlah event balap di Sirkuit Mandalika sepanjang tahun ini.
Ajang seperti Porsche Carrera Cup, Mandalika Racing Series, ARRC, hingga Pocari Sweat Run Lombok 2025 dijadikan sarana mengecek kesiapan teknis sirkuit.
“Semua event itu kami jadikan ajang untuk mengecek kesiapan sistem, termasuk perlengkapan elektronik, digital flag, dan info board. Jadi dari sisi teknis, tidak ada masalah,” jelas Priandhi Satria dikutip dari Lombok Post, Minggu (28/9/2025).
Dari sisi teknis, Priandhi memastikan tidak ada masalah berarti. Semua perangkat penting mulai dari perlengkapan elektronik, digital flag, hingga info board sudah dites melalui event-event sebelumnya.
“Gambar dan rencana tata letak sudah selesai. Tapi kami tidak bisa sembarangan mengeksekusi karena ada urutan teknis yang harus diikuti,” kata dia.
Namun, eksekusi akhir di lapangan tetap menunggu logistik utama dari Dorna Sports sebagai promotor MotoGP. Beberapa area belum bisa dieksekusi karena harus menyesuaikan urutan teknis sesuai standar yang ditetapkan Dorna.
Biasanya, logistik MotoGP tiba di Mandalika pada hari Selasa menjelang pekan balapan.
Sambil menunggu, MGPA fokus menyelesaikan area yang tidak terdampak aktivitas bongkar muat untuk memastikan semua berjalan sesuai jadwal.
Sementara itu, fasilitas penonton sudah disiapkan jauh-jauh hari. Seluruh tribun mulai dari A, B, C, D, F, G, H, I, J, hingga K telah selesai direnovasi untuk memberikan kenyamanan bagi para penonton.
Meski persiapan berjalan lancar, kondisi tiket yang belum habis terjual menjadi catatan penting.
Apalagi dengan status Marc Marquez yang sudah memastikan gelar juara, ada kekhawatiran atmosfer balapan di Mandalika tidak sebergairah musim sebelumnya.
MotoGP Mandalika selama ini dikenal selalu menyajikan euforia luar biasa di dalam maupun luar lintasan. Namun jika daya tarik tiket kurang maksimal, bisa saja gelaran tahun ini terasa lebih sepi meski tetap menyajikan balapan seru.
Faktor penentu gregetnya ajang nanti kemungkinan besar bergantung pada daya tarik duel di lintasan.
Dengan gelar dunia sudah di tangan, Marc Marquez mungkin tampil lebih lepas tanpa beban, dan itu bisa menjadi hiburan tersendiri bagi fans.
Selain itu, persaingan perebutan posisi klasemen kedua hingga seterusnya masih berlangsung ketat.
Penonton di Mandalika tetap berpeluang menyaksikan aksi sengit dari para pebalap top dunia yang ingin mengamankan posisi terbaik di akhir musim.
MotoGP Mandalika 2025 juga tetap menjadi panggung penting bagi Indonesia dalam kalender balap dunia. Ajang ini sekaligus menjadi momentum untuk terus meningkatkan pariwisata NTB melalui dukungan penuh terhadap sport tourism.
Keberhasilan Marc Marquez menjadi juara dunia memang sudah menutup persaingan gelar.
Namun, atmosfer MotoGP Mandalika 2025 tetap bisa bergairah bila penonton hadir berbondong-bondong dan mendukung langsung dari tribun.
Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan, Mandalika siap menyambut para pebalap dan ribuan penonton dari berbagai negara.
Kini, tinggal bagaimana antusiasme masyarakat Indonesia ikut memeriahkan salah satu event motorsport terbesar dunia ini.
Jika berhasil menghidupkan atmosfer di tribun, MotoGP Mandalika 2025 tetap bisa meninggalkan kesan tak terlupakan. Sebab, melihat Marc Marquez balapan di Indonesia dengan status juara dunia pasti tetap menjadi momen istimewa.