← Beranda
Pegolf Thailand Nopparat Segel Gelar Juara, Naraajie Harus Puas di Posisi Ketiga The Indonesia Pro-Am
Rizky Ahmad FauziSabtu, 13 September 2025 | 02.57 WIB
Pegolf Thailand Nopparat Panichphol.


JawaPos.com - Pegolf Thailand Nopparat Panichphol meraih podium utama di Nomor Individual The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura yang berlangsung di Gunung Geulis Country Club. Nopparat melanjutkan pegolf Thailand yang meraih gelar juara di ajang ini.

Nopparat meraih trofi keduanya di ADT setelah mampu melewati drama menegangkan di babak play-off.

Pegolf berusia 26 tahun itu harus menyelesaikan play-off 4 hole tambahan dan mengatasi perlawanan pegolf Taiwan Su Ching-hung.

Keduanya terpaksa harus menjalani babak play-off setelah sama-sama mengumpulkan skor total sama: 198 (15-di bawah-par).

Setelah keduanya bisa bertahan di 3 play-off pertama, Nopparat akhirnya bisa memenangi play-off keempat dengan par setelah Ching-hung membuat bogey.

“Di hole pertama, saya tidak terlalu jauh, tapi dia sudah dekat dengan pin. Saya pikir dia akan menang, tapi dia gagal melakukan putt. Di hole kedua, ketiga, dan terakhir, saya memukul ke tempat yang sama. Jarak yang sama, 100 yard melawan angin, dengan (posisi) pin di belakang, saya harus mengganti club dan menambahkan sedikit,” ujarnya saat diwawancarai usai pertandingan.

Ternyata perubahan club itu memberikan keuntungan bagi Nopparat, yang baru menyandang status pro dari 2023. Ini menjadi gelar kedua Eda, demikian nama panggilan Nopparat, di ADT. Ia pertama kali menyabet gelar ADT di ADT Players Championship pada 2024.

Sementara itu, pegolf Indonesia Naraajie Emeralda Ramadhanputra yang sempat difavoritkan menjadi juara harus puas di posisi T3. Membukukan skor 68 (3-di bawah-par), pegolf berusia 25 tahun tersebut akhirnya berbagi tempat dengan 2 pegolf lainnya di T3 dengan total 199 (14-di bawah-par).

Naraajie mengaku kali ini permulaannya lambat. Setelah birdie di 2 hole pertama, lalu kena bogey lagi di 2 hole berikutnya dan sempat bertahan di beberapa hole.

"Kemudian birdie di hole 10, lalu ditambah 2 birdie lagi. Kondisi angin membuat permainan saya berubah-ubah. Ini yang membuat saya bingung,” ungkap Naraajie.

Namun, dia mengaku cukup puas dengan result selama 3 hari ini. Ada peningkatan setelah di Indonesia Open, lalu di sini.

"Walaupun belum sampai juara, overall cara saya mengatasi kondisi di lapangan dan juga diri sendiri semakin membaik. Jadi, saya merasa hasil ini sangat baik,” tambah juara ADT 3 kali tersebut.

Ajang ini juga melahirkan juara baru di nomor beregu dan individual. Pasangan Darcy Brererton (AUS)/Sofjan Arsad (am.) berhasil menyodok ke papan atas klasemen, dan memastikan diri menjadi juara baru The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura edisi ketiga.

Duet profesional asal Australia dan amatir Indonesia tersebut mengalahkan pasangan Shahriffuddin Ariffin (MAS)/Sholihuddin (am.) dan duet Carl Jano Corpus (PHI)/Liong Santoso (am.).

“Untuk kali ini, kami benar-benar melakukan hal yang luar biasa. Kami tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Pro saya (Brererton) bilang kondisi cuaca (yang berangin) hari ini agak berat. Syukurlah, dari posisi ke-11 (2 sehari sebelumnya), lalu naik. Kami akhirnya bisa menjadi juara 1,” kata Sofjan.

Michael Wanandi selaku President Director Combiphar menyatakan, dengan konsistensi event bisa memberikan pengalaman bagi pegolf Indonesia.

"Kami berharap, dengan event ini, semakin banyak pemain profesional Indonesia yang enjoy dan menjadi juara. Setelah Kevin C. Akbar bisa menjadi juara 2 tahun lalu, kami harapkan makin banyak pemain Indonesia yang menang,” ucapnya.

President Director Gunung Geulis Country Club Agung Budiman menuturkan, pihalnya mencoba untuk grow the game dan menyediakan platform untuk pegolf pro Indonesia.

"Supaya kita punya turnamen dan mereka bisa bertanding. Harapannya, bisa melahirkan para pemenang dari lokal, anak-anak pro kita," ujarnya.

EDITOR: Hendra