← Beranda
Debut Kimi Antonelli di F1 Bersama Mercedes Dinilai Terlalu Dini dan Tergesa hingga Sulit Kompetitif
Risma Azzah FatinJumat, 1 Agustus 2025 | 04.28 WIB
Kimi Antonelli. (Crash)

JawaPos.com – Mantan kepala tim Haas, Guenther Steiner, menilai musim debut Kimi Antonelli di Formula 1 sebagai cukup rata-rata.

Dilansir dari laman Crash pada Kamis (31/7), Penilaian ini muncul setelah Antonelli hanya mencetak poin satu kali dalam tujuh balapan terakhir bersama Mercedes.

Performa Antonelli dianggap tidak sebanding dengan rekan setimnya, George Russell, yang berhasil finis lima besar sebanyak empat kali dalam periode yang sama.

Baca Juga: Kimi Antonelli Belum Konsisten di Mercedes, Masa Depan Diragukan Akibat Minat Terhadap Max Verstappen

Selain itu, Antonelli juga tampak kehilangan kepercayaan diri, bahkan terlihat menangis sebelum wawancara media usai sesi kualifikasi sprint di Grand Prix Belgia.

Dalam podcast The Red Flags, Steiner menyampaikan keraguannya terhadap keputusan promosi Antonelli ke F1 di usia 18 tahun.

Menurutnya, rencana awal adalah Antonelli tetap berada di Formula 2 hingga akhir musim ini sebelum naik ke F1 tahun depan.

Baca Juga: F1: Nico Rosberg Desak Toto Wolff Sodorkan Kontrak Anyar Kimi Antonelli, Bisa Bantu Pulihkan Kepercayaan Driver Mercedes

Steiner mengungkapkan bahwa perubahan rencana terjadi setelah Lewis Hamilton mengumumkan kepindahannya ke Ferrari.

Kepergian Hamilton membuat Mercedes mempercepat promosi Antonelli ke kursi balap utama, yang menurut Steiner terlalu tergesa-gesa untuk seorang pembalap muda.

Steiner menyebut Antonelli sebenarnya memiliki potensi, namun performanya sejauh ini belum konsisten.

Steiner juga menilai tekanan besar di tim besar seperti Mercedes dapat memengaruhi mentalitas pembalap muda, sebagaimana yang pernah terjadi pada Liam Lawson saat menjalani masa sulit di Red Bull.

Meskipun performanya belum maksimal, posisi Antonelli di F1 tampak aman. Rumor mengenai potensi kedatangan Max Verstappen ke Mercedes dipastikan mereda setelah laporan terbaru menyatakan bahwa sang juara dunia memutuskan bertahan di Red Bull hingga 2026.

Dengan demikian, Antonelli kemungkinan besar akan melanjutkan musim berikutnya bersama George Russell di Mercedes. Tim kini diharapkan mampu memberikan ruang pengembangan yang ideal bagi pembalap muda tersebut tanpa tekanan berlebihan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho