← Beranda
Puti Guntur Soekarno: Masyarakat Jepang Telah Menjalankan Nilai Pancasila
Ilham SafutraJumat, 16 Januari 2026 | 17.04 WIB
Puti Guntur Soekarno Putri di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada Kamis (15/1). (Istimewa)

JawaPos.com - Cucu Presiden Soekarno, Puti Guntur Soekarno Putri, memiliki hubungan spesial dengan Jepang. Terutama ketika Kokushikan University sangat ingin mengenal nilai-nilai yang dimiliki Bung Karno lewat anggota DPR dari PDIP tersebut pada 2015. 

Pembicaraan itu melahirkan sebuah ide membentuk Soekarno Research Centre hadir di Jepang. "Hubungan saya dengan Jepang sudah terjalin sejak 2015. Saat itu, Kokushikan University sangat ingin mengenal nilai-nilai yang dimiliki Bung Karno," ujar Puti saat menyampaikan paparannya di hadapan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada Kamis (15/1).

Kehadiran Puti di kediaman kedutaan besar Jepang itu bagian dari kunjungan kerja sekaligus dalam rangka menerima Penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada periode 2025 sebagai apresiasi terhadap prestasi ketika memimpin Ketua Grup Kerja sama Bilateral DPR dengan parlemen Jepang. Acara itu juga dihadiri sejumlah tokoh, seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. 

Lebih lanjut Puti dalam paparannya mengatakan, Pemikiran Presiden pertama Indonesia, Bung Karno, tentang kekuatan Pancasila sebagai alternatif solusi untuk dunia bahwa kemajuan global harus berakar pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan.

Baca Juga: Golkar Tegaskan Wacana Pilkada Tidak Langsung Harus Dikaji Berdasarkan Demokrasi Pancasila

"Saya percaya, implementasi Pancasila harus sesuai perkembangan zaman agar menjadi arus menuju tata dunia baru. Ini saya angkat, untuk menjawab pertanyaan bagaimana Indonesia yang heterogen bisa bersatu dan berkontribusi bagi perdamaian global. Jawabannya ada di Pancasila,” terang dalam ceramah yang berjudul. "Pancasila Bintang Penuntun" dan "Pancasila Menuju Tata Dunia Baru".

Puti tidak hanya berbicara tentang teori sebagai pandangan, tetapi tentang nilai hidup, bagaimana publik dapat menyumbangkan kebaikan, meskipun kecil tetapi bisa membangun dunia yang lebih adil, seimbang, dan bermakna. 

“Dalam tataran praksis, saya kira masyarakat Jepang, langsung atau tidak telah menjadikan nilai-nilai Pancasila menjadi filosofi dan standar moral masyarakat Jepang terlihat dari rasa kebersamaan, disiplin sosial, pernghormatan terhadap harmoni, serta tanggung jawab kolektif," bebernya.  

Puti mengapresiasi masyarakat Jepang yang menerapkan nilai-nilai luhur dari Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurut dia, gotong royong sebagai salah satu nilai Pancasila tentu bukan konsep statis, bukan sekadar tindakan, tetapi sebuah prinsip yang menggerakkan, mengorganisir dan memberi arah terhadap kehidupan bersama. Gotong royong hakikatnya adalah pandangan hidup bangsa yang mencerminkan bahwa Indonesia dibangun atas asas “semua untuk semua”, bukan “yang kuat untuk yang kuat”.

Baca Juga: Dari Desa ke Desa, TNI AD dan BPIP Bangun 1.380 Kampung Pancasila di Seluruh Indonesia

Oleh sebab itu, komitmen terhadap nilai kerja sama masyarakat Indonesia dan Jepang juga dijalankan Puti melalui perannya Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI periode 2019-2024, khususnya dalam hubungan dengan Parlemen Jepang.  

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan ini, nilai lain masyarakat Jepang yang juga dikagumi berkaitan dengan tradisi hidup selaras dengan alam. Gagasan itu sejalan dengan pemikiran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang secara konsisten mengarusutamakan pentingnya merawat Ibu Pertiwi (Bumi)—menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam sebagai tanggung jawab generasi terhadap generasi mendatang. 

Dalam konteks itulah, sambung Puti, bersama para kolega di Jepang, termasuk saat pertemuannya dengan kaisar Jepang menyampaikan pentingnya transfer of knowledge, khususnya dalam penguatan riset dan kebijakan publik di bidang mitigasi bencana.

Apalagi Indonesia dan Jepang sama-sama negara kepulauan yang memiliki banyak kesamaan geografis antara lain potensi sumber daya kelautan hingga sama-sama berada di jalur bencana (ring of fire). Pengalaman, teknologi, dan kebijakan Jepang dalam menghadapi bencana serta mengelola sumber daya kelautan merupakan pengetahuan berharga yang dapat disinergikan dengan kearifan lokal dan kapasitas Indonesia.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila, Prabowo-Gibran Doa di Depan Sumur Lubang Buaya

"Itu semua tak lepas dari pemikiran geopolitik Bung Karno menempatkan kerja sama ekonomi bukan sebagai alat dominasi, melainkan sebagai sarana kesetaraan antar bangsa. Di sinilah saya melihat keunggulan Jepang, berkaitan dengan penguasaan risetdan teknologi, serta industri, tanpa meninggalkan ke-arifan lokal yang dipercaya turun-temurun. Nilai lain masyarakat Jepang yang juga saya kagumi, berkaitan dengan tradisi hidup selaras dengan alam," terangnya. 

Kunjungan kerja ini selain menerima penghargaan juga dalam rangka mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang. Selain dihadiri keluarga besar Kedutaan Besar Jepang juga dihadiri Presiden Keempat Megawati Soekarno Putri, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, mantan Dubes Jepang Heri Ahmadi dan sejumlah tokoh lain.

EDITOR: Ilham Safutra