← Beranda
Unik Pol! Ini Fakta Menarik Kambing Myotonic yang Mudah Pingsan saat Terkejut
Nisrina Fauziyah FahrudinSelasa, 7 November 2023 | 19.03 WIB
Wujud kambing Myotonic yang sedang pingsan setelah terkejut.

JawaPos.com – Tahukah kamu salah satu hewan ternak bernama kambing Myotonic yan sempat menjadi perbincangan hangat di beberapa media sosial, seperti Instagram dan X. 

Usut punya usut, salah satu hewan mamalia kambing Myotonic ini memiliki berbagai fakta unik dan menarik.

Kambing Myotonic atau sering disebut sebagai ‘kambing pingsan’ ini akan mengalami kekakuan otot sementara saat terkejut atau ketakutan.

Di luar negeri, kambing ini memiliki beberapa julukan lain, seperti wooden-leg goats, stiff-leg goats, dan scare goats.

Kondisi ini tidak menyebabkan rasa sakit dan sebenarnya mereka tidak benar-benar pingsan.

Biasanya, hewan-hewan ini tetap sadar dan akan pulih kembali setelah kekakuan otot itu hilang.

Dikutip dari Kids Discover pada Selasa (7/11), keadaan ini disebabkan oleh gangguan genetik langka yang disebut Miotonia Kongenita yang membuat otot rangka kambing, terutama di kaki belakang tiba-tiba mengencang.

Baca Juga: Heboh Anak Kambing Bermata Satu di Lombok, Dinas Pertanian Sebut Induknya Kurang Gizi

Asal-Usul Mereka dari Seorang Petani yang Bepergian

Kambing Myotonic pertama kali ditemukan di Amerika Serikat pada tahun 1880-an oleh John Tinsley.

Ia membawa empat ekor kambing Myotonic dari Nova Scotia, Kanada ke Marshall County, Tennessee, sebuah negara bagian tenggara Amerika Serikat.

Kambing Myotonic adalah Jenis Kambing yang Baru Ditemukan

Kambing-kambing di Tennessee tersebut kemudian dikembangbiakkan lebih lanjut oleh seorang Dr. H.H. Mayberry.

Dr. Mayberry pun menyimpulkan kambing tersebut sebagai jenis kambing yang baru, karena dapat menjadi kaku dan jatuh saat terkejut.

Kambing Myotonic Perlu 20 Detik untuk Berdiri Kembali setelah Jatuh

Dibutuhkan sekitar 5 hingga 20 detik bagi kambing-kambing Myotonic untuk menyeimbangkan konsentrasi ion natrium bermuatan positif dan ion klorida bermuatan negatif dalam tubuh mereka hingga mereka merasa rileks dan dapat kembali berdiri.

Baca Juga: Dikira Anak Kejar Layang-Layang, Ternyata Kambing Naik Atap

Dulu, Kambing Myotonic Digunakan sebagai Pakan Hewan Buas

Pada zaman dahulu, petani akan memelihara kambing Myotonic sebagai kambing yang dikorbankan ke hewan buas yang akan memakan ternak mereka yang berharga.

Contohnya seperti saat terjadi serangan serigala, kambing Myotonic akan pingsan dan menjadi mangsa yang mudah, sehingga ternak lainnya memiliki waktu untuk kabur.

Untungnya, saat ini kambing Myotonic tidak lagi digunakan untuk hal ini. Sekarang mereka dikembangbiakkan untuk diambil daging dan susunya, atau sekadar sebagai hewan peliharaan.

Ketika Dikawinsilangkan dengan Jenis Kambing Lain, Anaknya Tidak akan Mewarisi Kondisi Myotonia Congenita

Gen resesif yang menyebabkan Myotonia Congenita memerlukan dua salinan, yaitu satu dari ibu dan satu dari ayah. Jadi, ketika kambing Myotonic disilangkan dengan jenis kambing lain, biasanya mereka tidak mewariskan kondisi turun-temurun tersebut.

 ***

EDITOR: Novia Tri Astuti