JawaPos.com - Menjelang upacara Ballon d'Or 2026, perdebatan mengenai siapa yang paling layak membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola kembali memanas.
Nama Kylian Mbappe tentu berada di tengah perbincangan. Bintang Real Madrid tersebut kembali masuk dalam daftar kandidat setelah menjalani musim yang luar biasa secara individu. Meski belum memenangkan trofi besar di level klub, Mbappe memiliki sederet pencapaian personal yang membuatnya tetap percaya diri.
Di sisi lain, persaingan tidak akan mudah. Ada nama-nama seperti Rodri dan Lamine Yamal yang memiliki keunggulan berupa kesuksesan bersama Spanyol sekaligus prestasi di level klub. Namun, jika harus memilih sendiri siapa pemenangnya, Mbappe tidak akan ragu.
Mbappe Akan Memilih Dirinya Sendiri
Dalam sebuah wawancara dengan L'Equipe, Mbappe membuat pernyataan cukup berani mengenai peluangnya memenangkan Ballon d'Or. Ia bahkan secara terbuka mengatakan bahwa dirinya sendiri adalah pilihan pertama.
“Saya akan memilih diri saya sendiri untuk memenangkan Ballon d'Or,” katanya dengan tegas.
Kurangnya keberhasilan Real Madrid di Liga Champions juga sempat dipertanyakan sebagai faktor yang bisa mengurangi peluang Mbappe.
Namun, pemain asal Prancis itu justru tetap optimistis.
“Tidak. Saya yakin bisa memenangkannya tahun ini, jadi saya tidak menjauhinya.”
Kepercayaan diri tersebut bukan tanpa alasan. Mbappe merasa penghargaan ini seharusnya lebih banyak mempertimbangkan kontribusi individu seorang pemain, bukan semata-mata jumlah trofi yang diraih.
Mbappe Punya Argumen Kuat
Mbappe kemudian menjelaskan alasan mengapa dirinya merasa pantas menjadi kandidat serius.
“Tentu saja. Saya melihatnya sebagai penghargaan individu. Orang-orang melihat kontribusi individu yang telah diberikan pemain tersebut.”
Ia memahami bahwa sebagian pihak mungkin menjadikan kegagalan meraih gelar sebagai alasan untuk tidak memilihnya.
Namun, menurut Mbappe, Ballon d'Or tidak pernah benar-benar memiliki formula yang membuat semua orang sepakat mengenai pemenangnya.
“Lalu ada yang bilang saya belum memenangkan gelar, tetapi saya belum pernah melihat Ballon d'Or diberikan secara bulat yang memenuhi semua persyaratan setiap saat.
“Apakah penghargaan ini pernah diberikan dengan 100% suara? Itu berarti selalu ada seseorang yang berpikir pemenangnya tidak pantas mendapatkannya. Dari sudut pandang itu, saya tidak mengatakan saya akan memenangkannya secara bulat.”
Bagi Mbappe, yang terpenting adalah seberapa besar dampak seorang pemain terhadap sepak bola selama satu periode penilaian. Dan dalam hal tersebut, ia merasa punya modal yang sangat kuat.
Cetak Sejarah di Piala Dunia
Salah satu pencapaian terbesar Mbappe datang bersama tim nasional Prancis. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola pria yang memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia secara berturut-turut.
Mbappe meraih Sepatu Emas pada 2022 setelah mencetak delapan gol, kemudian kembali menjadi pencetak gol terbanyak pada 2026 dengan torehan 10 gol.
Total 22 gol di Piala Dunia juga membuatnya melewati catatan Lionel Messi yang mengoleksi 21 gol dan Miroslav Klose dengan 16 gol.
Kini Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Pencapaian itulah yang menurutnya menjadi salah satu argumen terkuat untuk Ballon d'Or.
“Tetapi saya yakin saya memiliki argumen yang kuat: untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia, dan untuk melampaui semua legenda olahraga ini di turnamen terpenting yang pernah ada dalam sejarah olahraga ini.”
“Itu adalah sesuatu yang membekas di benak orang, ini adalah acara global. Menjadi pencetak gol terbanyak dalam kompetisi terpenting di mana pemain terbaik dunia berpartisipasi adalah hal yang sangat penting.”
“Saya tidak tahu apakah hal itu pernah dicapai sebelumnya, tetapi prinsipnya mengatakan bahwa membuat sejarah harus selalu dihargai.”
Tidak Memaksa Semua Orang Memilihnya
Meski yakin dirinya layak menang, Mbappe tetap mengakui bahwa keputusan akhir berada di tangan para pemilih. Ia tidak menganggap pemain lain tidak pantas mendapatkan penghargaan tersebut.
“Saya akan memilih diri saya sendiri. Tetapi saya dapat memahami mereka yang memilih orang lain. Kita tidak berada di bawah kediktatoran pemikiran.”
“Namun ketika saya melihat argumen-argumen tersebut, dan ketika saya melihat persaingan, saya melihat diri saya sendiri dan berkata: Ya… itu bukanlah pencurian.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mbappe memang sangat percaya diri, tetapi tetap menyadari bahwa Ballon d'Or merupakan penghargaan yang selalu memunculkan perdebatan.
Statistik Mbappe Jadi Modal Besar
Keyakinan Mbappe juga didukung oleh performanya bersama Real Madrid sepanjang musim lalu. Selain tampil luar biasa bersama Prancis di Piala Dunia, penyerang berusia 27 tahun itu mencetak 42 gol untuk Real Madrid.
Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak La Liga untuk musim kedua secara beruntun, sekaligus tampil produktif di Liga Champions UEFA.
Dengan kombinasi rekor Piala Dunia, produktivitas bersama Real Madrid, dan sejumlah pencapaian individu tersebut, Mbappe merasa dirinya punya alasan kuat untuk bermimpi memenangkan Ballon d'Or pertamanya.
Kini tinggal menunggu satu hal: apakah para pemilih Ballon d'Or memiliki pandangan yang sama?