JawaPos.com – King Power, pemilik Leicester City sejak 2010, dilaporkan berencana menjual klub tersebut dengan harga lebih dari EUR 200 juta atau sekitar Rp4,4 triliun.
Dilansir dari laman Flashscore pada Jum'at (14/8), Rencana penjualan itu muncul ketika Leicester sedang menjalani periode sulit setelah terdegradasi ke League One akibat finis di posisi kedua dari bawah Championship musim lalu.
Klub yang pernah mengejutkan dunia dengan menjuarai Liga Primer Inggris pada 2016 tersebut kini menghadapi tantangan besar untuk kembali ke level tertinggi sepak bola Inggris.
Baca Juga: Dosen ISTA Gelar Skrining TBC dan Latih Warga Parung Panjang Bogor Buat 'Trilogi Antiseptik'
Pendiri King Power, Vichai Srivaddhanaprabha, membeli Leicester dari Milan Mandaric sebelum klub tersebut berkembang menjadi kekuatan baru di Inggris.
Leicester promosi ke Liga Primer pada 2014, kemudian meraih gelar liga utama pertamanya pada 2016 dan memenangkan satu-satunya Piala FA pada 2021.
Setelah Vichai meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di luar stadion klub pada 2018, King Power tetap melanjutkan kepemilikan terhadap Leicester.
Rencana penjualan dengan nilai lebih dari EUR 200 juta atau sekitar Rp4,4 triliun terjadi ketika kondisi keuangan Leicester tengah menjadi perhatian.
Klub tersebut mengalami degradasi dalam dua musim berturut-turut dan pada musim lalu mendapatkan pengurangan enam poin karena melanggar aturan pengeluaran Liga Sepak Bola Inggris (EFL).
Jika penjualan terealisasi, berakhirnya kepemilikan King Power akan menandai perubahan besar bagi Leicester setelah lebih dari 15 tahun berada di bawah kendali perusahaan tersebut.