JawaPos.com – Federasi Sepak Bola Uruguay dilaporkan membatalkan penerbangan charter yang sebelumnya telah dijadwalkan untuk membawa skuad nasional pulang ke Montevideo setelah tersingkir dari Piala Dunia.
Dilansir dari laman CTV News pada Selasa (30/6), Keputusan tersebut membuat para pemain harus menggunakan penerbangan komersial sebagai alternatif perjalanan kembali ke negara asal.
Perubahan rencana kepulangan itu terjadi setelah Uruguay gagal melanjutkan langkahnya ke babak berikutnya usai tampil mengecewakan pada fase grup.
Penerbangan charter tersebut semula direncanakan berangkat dari tempat latihan Uruguay di Playa del Carmen, Meksiko.
Namun, federasi memilih membatalkan layanan penerbangan khusus tersebut sehingga rombongan tim harus menyesuaikan perjalanan melalui penerbangan reguler.
Situasi itu menjadi bagian dari kekecewaan yang menyelimuti tim setelah hasil buruk pada turnamen internasional tersebut.
Uruguay yang saat itu berada di peringkat ke-16 dunia versi FIFA menjadi tim dengan peringkat tertinggi yang gagal melaju ke babak 32 besar. Tim berjuluk La Celeste tersebut hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi pada pertandingan pembuka Grup H.
Uruguay kemudian kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 2-2 menghadapi debutan Piala Dunia, Tanjung Verde.
Pada pertandingan terakhir fase grup, Uruguay harus menerima kekalahan 0-1 dari Spanyol akibat kesalahan penjaga gawang yang berujung pada gol lawan. Hasil tersebut memastikan langkah Uruguay terhenti lebih cepat dari perkiraan.
Kegagalan itu membuat kapten tim, Jose Maria Gimenez, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Uruguay atas hasil yang tidak sesuai harapan.
Pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, juga mengungkapkan kekecewaannya setelah kegagalan tersebut dan menilai kontribusinya selama menangani tim belum memberikan dampak besar. Ia menyebut hasil akhir menjadi ukuran utama dalam sepak bola, sehingga pencapaian sebelumnya tidak cukup untuk menghapus kekecewaan atas kegagalan di Piala Dunia.
Sementara itu, laporan media Uruguay menyebutkan adanya ketegangan internal dalam skuad menjelang pertandingan terakhir melawan Spanyol.