JawaPos.com – Dua puluh dua tahun setelah terakhir kali mengangkat trofi liga, Arsenal akhirnya kembali menjadi juara Premier League musim 2025/26 di bawah kepemimpinan Mikel Arteta.
Dilansir dari laman al-Jazeera pada Rabu (20/5), Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pelatih asal Spanyol itu mampu keluar dari bayang-bayang mantan mentornya, Pep Guardiola, yang selama ini mendominasi sepak bola Inggris bersama Manchester City.
Gelar juara Arsenal dipastikan setelah Manchester City gagal meraih kemenangan dalam persaingan akhir musim sehingga posisi The Gunners tidak lagi terkejar di puncak klasemen.
Kesuksesan Arteta dinilai semakin istimewa karena dirinya pernah bekerja sebagai asisten Guardiola di Manchester City selama beberapa tahun.
Pengalaman tersebut menjadikan Arteta banyak belajar mengenai filosofi permainan dan kepemimpinan dari pelatih asal Spanyol itu.
Meski demikian, Arteta berhasil membangun identitas permainan sendiri di Arsenal tanpa sepenuhnya mengikuti pendekatan Guardiola.
Arsenal di bawah asuhan Arteta lebih dikenal sebagai tim dengan organisasi pertahanan yang kuat serta efektivitas tinggi dalam situasi bola mati. Gaya bermain tersebut dianggap lebih mendekati pendekatan mantan pelatih Everton, David Moyes, yang juga pernah menjadi sosok penting dalam perjalanan karier Arteta sebagai pemain.
Kombinasi disiplin bertahan, kekompakan tim, serta fleksibilitas taktik menjadi fondasi utama keberhasilan Arsenal meraih gelar musim ini.
Perjalanan Arteta menuju kesuksesan juga tidak berjalan mudah karena ia sempat menghadapi berbagai kritik selama proses pembangunan tim. Pada awal kepemimpinannya, Arsenal bahkan sempat finis di posisi kedelapan dan gagal menembus Liga Champions dalam beberapa musim.
Namun, Arteta tetap mempertahankan proyek jangka panjangnya hingga akhirnya mampu membawa Arsenal bangkit dan mengakhiri penantian panjang gelar liga.
Keberhasilan Arsenal musim ini sekaligus mempertegas posisi Arteta sebagai salah satu pelatih elite baru di Eropa. Selain mengantarkan klub kembali menjadi juara Inggris, Arteta juga masih berpeluang mempersembahkan trofi Liga Champions apabila Arsenal mampu mengalahkan Paris Saint-Germain di final.
Capaian tersebut membuat banyak pihak menilai Arteta kini tidak lagi berada dalam bayang-bayang Guardiola, melainkan telah menciptakan warisannya sendiri bersama Arsenal.