← Beranda
4 Hal yang Membuat Leicester City Alami Kemerosotan Paling Dramatis dalam Sejarah Sepak Bola Inggris
Risma Azzah FatinKamis, 23 April 2026 | 18.14 WIB
Leicester City (Instagram @lcfc)

JawaPos.com - Leicester City resmi terdegradasi ke EFL League One usai sepuluh tahun setelah menjuarai Premier League musim 2015/2016.

 Kejatuhan ini menjadi salah satu kemerosotan paling dramatis dalam sejarah sepak bola Inggris.

Berikut 4 penyebab utama yang melatarbelakangi turunnya Leicester City ke divisi ketiga, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Kamis (23/4).

1.     Kegagalan Meraih Hasil Krusial di Laga Penentuan

Pertandingan melawan Hull City menjadi momen penentu nasib Leicester. Tim asuhan Gary Rowett hanya membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang bertahan.

Namun, hasil imbang membuat mereka kehilangan kesempatan tersebut. Laga berlangsung ketat dengan saling balas gol dari kedua tim. Hasil akhir memastikan Leicester tidak mampu keluar dari zona degradasi.

2.     Selisih Poin yang Tidak Terkejar di Akhir Musim

Leicester tertinggal 7 poin dari zona aman saat kompetisi memasuki fase akhir. Dengan hanya dua pertandingan tersisa, peluang mereka untuk bertahan semakin menipis.

Secara matematis, mereka tidak lagi mampu mengejar tim di atasnya. Kondisi ini membuat degradasi menjadi tidak terhindarkan. Tekanan di akhir musim juga berdampak pada performa tim yang tidak stabil.

3.     Dampak Pengurangan Poin Akibat Pelanggaran Finansial

Klub mengalami pengurangan poin karena melanggar aturan keuangan liga. Sanksi tersebut menjadi faktor krusial dalam posisi mereka di klasemen.

Tanpa pengurangan poin, peluang bertahan kemungkinan masih terbuka. Hal ini menunjukkan pentingnya manajemen finansial dalam kompetisi modern. Dampaknya terasa langsung terhadap nasib klub di akhir musim.

4.     Penurunan Performa Jangka Panjang dan Degradasi Beruntun

Degradasi ini merupakan yang kedua secara berturut-turut bagi Leicester City. Sebelumnya, mereka telah turun dari Premier League ke Championship pada musim lalu.

Penurunan performa terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Kehilangan stabilitas tim dan perubahan skuad menjadi faktor pendukung. Situasi ini menandai berakhirnya era kejayaan yang pernah diraih klub.

EDITOR: Hanny Suwindari