← Beranda
Kronologi Kericuhan PSIS vs PSGC, Panser Biru Mengaku Diserang Lemparan Batu
Andre Rizal Hanafi• Senin, 19 Oktober 2026 | 04.21 WIB
Ketua Panser Biru Wareng. (Dok. Kepareng)

 

JawaPos.com - Kericuhan mewarnai pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang pada pekan ke 6 Pegadaian Championship 2026/2027.

Laga yang berlangsung di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (17/10), itu berakhir imbang tanpa gol.

Namun, situasi di dalam stadion hingga perjalanan pulang suporter tim tamu menjadi perhatian setelah terjadi gesekan antarsuporter.

Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Tutup Moto3 Junior 2026 dengan Runner Up di Misano

Ketua Panser Biru Kepareng atau yang akrab disapa Wareng membagikan kronologi kericuhan tersebut melalui akun Instagram @kepareng_wareng.

Dia turut mengunggah video yang menunjukkan rombongan Panser Biru mendapatkan serangan lebih dahulu dari oknum suporter tuan rumah di dalam stadion.

Dalam keterangannya, Wareng menegaskan tidak bermaksud mencari pembenaran atas insiden yang terjadi.

Baca Juga: Kena Penalti, Kiandra Ramadhipa Gagal Finis Tiga Besar Moto3 Junior 2026

Dia meminta publik melihat rekaman video yang dibagikan untuk menilai bagaimana keributan tersebut bermula.

Wareng secara khusus menyoroti aksi pelemparan botol air mineral dan batu yang disebutnya dilakukan lebih dahulu oleh oknum suporter tuan rumah.

Dia menyatakan bahwa anggota Panser Biru tidak akan membalas apabila tidak mendapatkan serangan terlebih dahulu.

Menurut Wareng, kelompok suporter yang dipimpinnya juga memiliki aturan internal terkait tindakan anggotanya selama berada di lapangan.

Dia mengklaim bahwa anggota yang memulai pelemparan justru akan mendapat teguran dan tindakan dari rekan-rekannya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Wareng untuk menjelaskan posisi Panser Biru di tengah beredarnya informasi mengenai kericuhan seusai pertandingan PSGC Ciamis kontra PSIS Semarang.

Baca Juga: Pelatih PSS Sleman Apresiasi Hasil Satu Poin di Kandang Persebaya

Insiden itu tidak hanya terjadi di dalam Stadion Galuh.

Kericuhan disebut berlanjut hingga ke luar stadion ketika rombongan suporter PSIS hendak meninggalkan Ciamis untuk kembali ke Semarang.

Dalam perjalanan pulang, rombongan Panser Biru dikabarkan dicegat dan mendapat serangan dari oknum suporter tuan rumah.

Baca Juga: Miguel Pereira Pecah Telur! Persebaya Surabaya Ditahan PSS Sleman 1-1 di Babak Pertama

Situasi tersebut membuat perjalanan pulang suporter tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu diwarnai insiden yang berujung pada kerusakan kendaraan dan jatuhnya korban luka.

Wareng menyebut tiga bus yang mengangkut rombongan Panser Biru mengalami kerusakan akibat lemparan batu dan tembakan kembang api dari oknum di jalan.

Selain kerusakan kendaraan, dua anggota Panser Biru dilaporkan mengalami luka setelah terkena lemparan batu.

Baca Juga: Lawan Persik, Marc Klok Bilang Persib Butuh Kemenangan

Kondisi tersebut menambah panjang persoalan di balik pertandingan yang secara hasil berakhir tanpa pemenang.

Meski PSGC Ciamis dan PSIS Semarang sama-sama gagal mencetak gol, perhatian justru tertuju pada keamanan suporter yang datang untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka.

Unggahan Wareng juga menjadi respons terhadap berbagai pembicaraan mengenai kejadian di Ciamis.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan pertandingan sepak bola, baik di dalam stadion maupun sepanjang perjalanan suporter menuju dan meninggalkan lokasi pertandingan.

Baca Juga: Persebaya vs PSS Sleman: Miguel Pereira Waspadai Tim Tamu, Target Tiga Poin Harga Mati

Rivalitas antarsuporter semestinya tidak berujung pada kekerasan, kerusakan kendaraan, ataupun jatuhnya korban luka.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah