← Beranda
PSS Sleman Kebobolan 7 Gol dalam 3 Laga, Pieter Huistra Soroti Tanggung Jawab Seluruh Tim
Andre Rizal Hanafi• Senin, 28 September 2026 | 17.44 WIB
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Dok. PSS)

 

JawaPos.com - PSS Sleman menjadikan tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027 sebagai bahan evaluasi, terutama pada sektor pertahanan yang sudah kebobolan 7 gol.

Jumlah kebobolan ke gawang Super Elang Jawa menjadi catatan yang harus segera dibenahi selama jeda kompetisi.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menilai, masalah pertahanan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemain belakang.

Baca Juga: Sempat Tertinggal Dua Gol, Barito Putera Bawa Pulang Satu Poin dari Kendal Tornado FC

Menurut dia, menjaga gawang agar tidak kebobolan merupakan tugas seluruh pemain yang berada di lapangan.

Karena itu, Pieter tidak ingin menunjuk pemain tertentu sebagai penyebab banyaknya gol yang masuk ke gawang PSS.

Dia menilai organisasi permainan secara keseluruhan perlu diperbaiki agar tim bisa tampil lebih solid pada pertandingan berikutnya.

Baca Juga: Tradisi Persija Berlanjut, Tiga Pemain Akademi Disiapkan Tembus Persaingan Tim Utama

“Ini bukan hanya soal lini pertahanan atau para pemain belakang. Bertahan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh 11 pemain. Jadi, saya tidak menyalahkan pemain bertahan mana pun. Saya juga tidak menyalahkan penyerang,” ujar Pieter.

PSS memiliki sejumlah catatan dari tiga pertandingan pertama.

Selain gol yang tercipta melalui situasi permainan terbuka, beberapa gol juga lahir dari kondisi yang dinilai kurang menguntungkan bagi tim.

Pieter menyebut ada gol yang tercipta dari tengah lapangan, kesalahan pemain, hingga penalti.

Meski demikian, pelatih asal Belanda tersebut tetap meminta timnya bersikap kritis terhadap situasi tersebut.

“Beberapa gol yang kami terima juga terjadi karena situasi yang kurang beruntung. Ada gol dari tengah lapangan, kesalahan, dan penalti yang menurut saya cukup ringan," papar Pieter Huistra.

Baca Juga: Prediksi Norwegia vs Portugal: Haaland Tantang Ronaldo dalam Duel Panas UEFA Nations League

"Namun, kami tetap harus bersikap kritis. Kebobolan tujuh gol dalam tiga pertandingan terlalu banyak. Jadi, kami harus memperbaikinya. Itu sudah sangat jelas,” ungkap Pieter Huistra.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah PSS Sleman selama jeda kompetisi selama tiga pekan.

Waktu yang tersedia akan dimanfaatkan tim pelatih untuk melakukan evaluasi secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Prediksi Skor Jerman vs Yunani: Rekor Kandang Jadi Modal Die Mannschaft Raih Kemenangan

Tidak hanya soal lini belakang, pembenahan juga akan menyentuh koordinasi antarlini dan bagaimana setiap pemain menjalankan perannya dalam skema permainan.

Organisasi saat kehilangan bola maupun ketika menghadapi serangan lawan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Pieter berharap evaluasi selama jeda dapat membuat permainan PSS lebih terorganisasi.

Baca Juga: Prediksi Denmark vs Wales di UEFA Nations League: Duel Sengit untuk Mencari Kemenangan Perdana

Sebab, kompetisi masih panjang dan tim membutuhkan konsistensi untuk memperbaiki posisi setelah melewati tiga pertandingan awal.

Bagi PSS, tujuh gol dalam tiga laga menjadi pengingat bahwa aspek bertahan harus mendapat perhatian lebih.

Namun, Pieter memilih melihat persoalan tersebut sebagai tanggung jawab bersama dan kesempatan untuk membangun tim yang lebih kuat pada lanjutan BRI Super League 2026/2027.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah