JawaPos.com - FIFA ASEAN Cup 2026 baru mendapatkan pemegang hak siar di lima negara. Kondisi tersebut membuat distribusi siaran turnamen sepak bola Asia Tenggara ini masih menjadi perhatian, terutama karena sejumlah negara besar di kawasan tersebut belum mengumumkan broadcaster resmi.
Hingga saat ini, lima negara yang telah disebut memiliki hak siar FIFA ASEAN Cup 2026 adalah Indonesia, Laos, Bangladesh, Australia, dan Hongkong.
Di Australia, pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 akan disiarkan melalui SBS. Sementara itu, Hong Kong memiliki Viu TV sebagai pemegang hak siar.
Baca Juga: Habis Tiket? MRT Gratis Buat Suporter Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026
Bangladesh akan mengandalkan TSports untuk menayangkan pertandingan turnamen tersebut.
Indonesia sendiri mendapatkan hak siar melalui Emtek. Adapun di Laos, hak siar berada di tangan Unitel dan Lao TV.
Di sisi lain, Thailand dan Vietnam masih belum mengumumkan pemegang hak siar resmi untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Padahal, kedua negara tersebut memiliki basis penggemar sepak bola yang besar dan selama ini menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola Asia Tenggara.
Situasi ini menjadi perhatian karena FIFA dilaporkan membuka tawaran hak siar dengan nilai sekitar 2-3 juta euro bagi pihak yang ingin mendapatkan hak komersial untuk turnamen tersebut.
Baca Juga: John Herdman: FIFA ASEAN Cup Jadi Kesempatan Indonesia Angkat Trofi
Minimnya negara yang telah memastikan siaran resmi kemudian memunculkan pembahasan lebih luas mengenai masa depan FIFA ASEAN Cup. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah apakah turnamen ini akan kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 memang menjadi edisi perdana dari kompetisi yang membawa nama FIFA tersebut. Karena itu, belum banyak gambaran mengenai bagaimana format dan kalender kompetisi akan dikembangkan untuk edisi selanjutnya.
Agenda sepak bola internasional yang semakin padat juga menjadi tantangan tersendiri. FIFA harus menyesuaikan jadwal turnamen dengan berbagai kompetisi internasional lain agar tidak terjadi benturan kalender.
Kondisi tersebut membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi edisi yang menarik untuk diamati, bukan hanya dari sisi pertandingan, tetapi juga keberlanjutan kompetisinya.
Di tengah pembahasan tersebut, perhatian kembali tertuju kepada ASEAN Hyundai Cup yang memiliki sejarah panjang sebagai turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara.
Baca Juga: Kevin Diks Jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Kompetisi tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan sepak bola kawasan selama bertahun-tahun. Meski memiliki berbagai keterbatasan, ASEAN Hyundai Cup tetap mempunyai posisi penting dalam kalender sepak bola Asia Tenggara.
Bagi Indonesia, turnamen tersebut juga memiliki catatan tersendiri karena Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara.
Sementara itu, kehadiran FIFA ASEAN Cup membawa harapan baru sekaligus pertanyaan mengenai apakah kompetisi ini akan memiliki perjalanan panjang di masa mendatang.