JawaPos.com - Andik Vermansah mengaku sempat susah tidur sebelum memimpin Garudayaksa FC menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9).
Kembali ke markas mantan klub, menjadi starter sekaligus kapten di hadapan puluhan ribu Bonek menjadi tantangan berat, tetapi dia sukses membantu Garudayaksa FC mencuri satu poin lewat skor 1-1.
Laga pekan ketiga Super League 2026/2027 tersebut berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir.
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Tegaskan Komitmen Presiden dan Target Emas Indonesia di Asian Games 2026
Persebaya Surabaya lebih dulu unggul melalui gol Alex Martins pada menit ke-85, tetapi Al Hamra Hehanussa menyamakan kedudukan empat menit berselang dan membuat Garudayaksa FC pulang ke Bekasi dengan satu poin.
Hasil imbang tersebut membuat Persebaya Surabaya mengoleksi lima poin dan berada di peringkat ke-7 klasemen.
Sementara itu, Garudayaksa FC masih berada di posisi ke-13 dengan raihan dua poin dari tiga pertandingan.
Baca Juga: Tiga Pemain Indonesia Starter, Fortuna Sittard Menang 1-0 atas Willem
Kembali ke GBT Jadi Tantangan Berat Andik Vermansah
Bagi Andik Vermansah, pertandingan melawan Persebaya Surabaya bukan sekadar laga biasa di awal musim.
Winger berusia 34 tahun itu kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo dengan status starter sekaligus kapten Garudayaksa FC, sebuah situasi yang membuat tekanan pertandingan terasa semakin besar.
Andik mengakui dirinya bahkan kesulitan tidur pada malam sebelum pertandingan.
Dia menyebut duel melawan Persebaya Surabaya sebagai salah satu tantangan terbesar dalam kariernya, terutama setelah sempat bermain di kasta Liga 2 selama tiga tahun.
"Jujur, semalam saya susah tidur. Ini salah satu tantangan sangat berat buat saya, apalagi saya kemarin sempat terjun ke kasta Liga 2 selama tiga tahun," ungkap Andik usai pertandingan.
Pengalaman tersebut membuat laga di GBT memiliki makna tersendiri bagi Andik Vermansah.
Baca Juga: Dikalahkan Rumania di Grup II Dunia Piala Davis 2026., Indonesia Petik Pelajaran Berharga
Dia juga mengingat pertandingan terakhir menghadapi Persebaya Surabaya ketika masih membela Madura United, sebelum akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan besar di Surabaya.
Starter dan Kapten di Depan Bonek
Tekanan Andik Vermansah semakin besar karena dia tidak hanya dimainkan sejak menit pertama, tetapi juga dipercaya mengenakan ban kapten Garudayaksa FC.
Keputusan tersebut membuatnya harus tampil tenang di tengah sorakan suporter Persebaya Surabaya yang memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo.
Baca Juga: Jordan Henderson Cekcok dengan Emiliano Martinez, Xabi Alonso Kecewa Chelsea Tampil Buruk
"Lawan Persebaya ini pertama kali saya main sebagai starter, langsung pakai ban kapten lagi di hadapan suporter Bonek yang sangat luar biasa," kata Andik.
“Alhamdulillah saya bisa mengontrol semuanya dan bisa membawa tim meraih poin di sini,” sambung dia.
Kepercayaan tersebut datang setelah Andik belum mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter dalam dua pertandingan awal Super League.
Baca Juga: Jean Mangabeira Waspadai PSS Sleman, Dewa United Banten FC Tetap Bidik Kemenangan
Karena itu, laga pekan ketiga menjadi momentum penting bagi mantan idola publik Surabaya tersebut untuk menunjukkan kontribusinya bersama Garudayaksa FC.
Pada akhirnya, Andik mampu melewati tekanan tersebut hingga pertandingan berakhir.
Garudayaksa FC bahkan berhasil mencuri poin setelah Al Hamra Hehanussa mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89, hanya empat menit setelah Alex Martins membawa Persebaya Surabaya unggul.
Sorakan Bonek Justru Diubah Jadi Energi
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo menjadi tantangan lain yang harus dihadapi Andik Vermansah sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Simak Performa Elkan Baggott Selama 20 Menit Saat Millwall Ditahan Imbang West Ham United
Sorakan dari tribun tidak membuat pemain kelahiran 34 tahun lalu itu larut dalam tekanan, karena ia memilih mengubah suara tersebut menjadi energi positif.
"Itu hal yang sangat lumrah dan biasa terjadi di mana-mana. Bagaimana caranya saya menghadapi, saya alihkan saja pikiran itu," ujar Andik.
Cara tersebut membantu Andik menjaga fokus ketika menghadapi klub yang memiliki ikatan kuat dengan perjalanan kariernya.
Baca Juga: Pieter Huistra Ungkap Fokus PSS Sleman Jelang Lawan Dewa United di BRI Super League 2026/27
Dia bahkan membayangkan sorakan yang terdengar dari tribun GBT sebagai bentuk dukungan seperti yang pernah dirasakannya ketika masih menjadi idola publik Surabaya.
"Saya bayangkan sorakan itu seolah-olah dukungan buat saya seperti dulu. Itu saja, terima kasih," lanjutnya.
Garudayaksa FC Bawa Pulang Poin dari GBT
Perjuangan Andik Vermansah bersama Garudayaksa FC akhirnya berbuah satu poin dari kandang Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Kapten Semen Padang FC Tegaskan Kesiapan Tim Hadapi PSIS Semarang: Kami Harus 200 Persen
Hasil 1-1 tersebut terasa penting karena tim tamu sempat berada dalam posisi tertinggal hanya beberapa menit sebelum pertandingan berakhir.
Andik pun menyampaikan rasa syukurnya setelah Garudayaksa FC mampu bertahan dari tekanan Persebaya Surabaya.
Dia menilai membawa pulang poin dari markas klub besar seperti Persebaya Surabaya merupakan hasil yang patut disyukuri.
"Yang terutama sangat bersyukur sekali, kami dapat membawa poin pulang ke Bekasi dari tim sangat besar sekali, Persebaya," tutur Andik.
Baca Juga: Prediksi Skor Frosinone vs Como di Liga Italia: Lariani Siap Pesta Gol di Stadio Stirpe
“Kami sangat bersyukur meskipun tekanan sangat luar biasa kepada kita, alhamdulillah kita bersyukur dapat poin di sini,” imbuh dia.
Dengan hasil tersebut, Garudayaksa FC kini mengoleksi dua poin dari tiga pertandingan Super League 2026/2027.
Bagi Andik Vermansah, satu poin di GBT sekaligus menjadi penanda keberhasilannya melewati salah satu ujian emosional setelah kembali tampil sebagai starter dan kapten di hadapan Bonek.
Baca Juga: Arsenal Tumbang 0-3 di Kandang Brighton