← Beranda
Hattrick Juara Piala Soeratin, Bukti Nyata Persebaya Serius Bangun Pemain Muda
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 20 September 2026 | 16.25 WIB
Tiga tim muda Persebaya Surabaya U-13, U-15, dan U-17 mendapat apresiasi di Stadion Gelora Bung Tomo setelah meraih hattrick juara Piala Soeratin Zona Jawa Timur. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menorehkan hattrick juara Piala Soeratin Zona Jawa Timur melalui tim U-13, U-15, dan U-17 pada 2026.

Tiga kelompok usia tersebut kemudian mendapat apresiasi dengan menyaksikan langsung laga Persebaya Surabaya kontra Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026), sebagai bagian dari keluarga besar Green Force.

Tiga Kelompok Usia Sapu Bersih Trofi Jawa Timur

Tiga gelar Piala Soeratin Zona Jawa Timur menjadi bukti hasil pembinaan Persebaya Surabaya di level usia muda yang berlangsung secara berjenjang.

Baca Juga: Persebaya Surabaya U-13, U-15, dan U-17 Sapu Bersih Trofi Piala Soeratin Jatim 2026

Persebaya U-13, U-15, dan U-17 sama-sama keluar sebagai juara dan untuk pertama kalinya Green Force mampu menyapu bersih tiga trofi kelompok usia tersebut dalam satu tahun penyelenggaraan.

Capaian itu sekaligus mengantarkan ketiga tim membawa nama Jawa Timur ke kompetisi tingkat nasional.

Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah, menilai keberhasilan tersebut lahir dari kerja bersama seluruh elemen yang terlibat dalam proses pembinaan.

"Pekan lalu, Persebaya berhasil menjuarai Zona Jawa Timur Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17. Ini merupakan hasil perjuangan bersama, mulai dari pengurus, manajer, pelatih, hingga pemain," ujar Saleh.

Baca Juga: Sejarah Baru Persebaya, Dari Tim U-13, U-15, dan U-17 Sapu Bersih Gelar Juara Piala Soeratin Jatim

Tiga kelompok usia tersebut kini menghadapi tantangan baru karena harus kembali bertanding di level nasional.

Menurut Saleh, keberhasilan menjadi juara Jawa Timur bukan sekadar pencapaian, melainkan juga membawa tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan pada level yang lebih tinggi.

"Seluruh tim menunjukkan perjuangan luar biasa," jelas Saleh.

“Alhamdulillah, tiga kelompok usia yang diikuti Persebaya mampu menjadi juara dan berhak mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami.”

Kompetisi Internal Jadi Pintu Awal Pembinaan

Di balik tiga trofi tersebut terdapat proses pembinaan yang berjalan secara berkesinambungan melalui kompetisi internal Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Persib Bandung Sapu Bersih Gelar Piala Soeratin Jabar U-13 dan U-15

Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan sebelum diseleksi menuju tim Piala Soeratin.

"Persebaya memiliki kompetisi yang berkesinambungan dan terus berjalan. Dukungan PT Persebaya Indonesia juga luar biasa. Sebelumnya, kami memang sudah rutin menggelar kompetisi internal," terangnya.

Pemain yang dinilai memiliki potensi kemudian masuk dalam proses seleksi untuk memperkuat tim Piala Soeratin.

Baca Juga: Persib Bandung U-13 Tak Terbendung di Piala Soeratin Jabar, Kini Bidik Gelar di Putaran Nasional

Perjalanan tersebut tidak berhenti di satu kompetisi karena pemain yang berkembang memiliki kesempatan melanjutkan pembinaan menuju Elite Pro Academy atau EPA sebelum membidik tim profesional.

"Jadi, jalurnya sudah kami siapkan secara bertahap," tambah Saleh.

“Dari kompetisi internal itulah pemain-pemain terbaik diseleksi untuk masuk ke tim Piala Soeratin.”

“Dari sana, pemain yang memiliki potensi bisa naik ke EPA. Kemudian, pemain yang berkembang di EPA memiliki kesempatan untuk masuk ke tim profesional.”

Skema tersebut memperlihatkan jalur pembinaan yang disiapkan Persebaya Surabaya dari level awal hingga jenjang profesional.

Setiap kelompok usia memiliki tantangan berbeda, tetapi seluruh proses diarahkan untuk memberikan ruang kepada pemain muda agar berkembang secara bertahap.

Persebaya U-15 dan U-17 Langsung Bersiap

Persebaya U-15 tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam perayaan setelah menjadi juara Jawa Timur.

Baca Juga: Piala Soeratin U-17 Bergulir, 19 Tim Berebut Tiket Lahirkan Talenta Muda

Pelatih Persebaya U-15, Slamet Mujiono, menyebut timnya telah menjalani persiapan sekitar enam hingga sembilan bulan sebelum akhirnya meraih gelar tersebut.

"Persiapan kami berlangsung sekitar enam sampai sembilan bulan. Dalam waktu sepekan setelah kompetisi ini, kami manfaatkan untuk melakukan evaluasi terhadap kekurangan yang masih ada," kata Slamet.

Evaluasi menjadi bagian penting karena kompetisi tingkat nasional akan menghadirkan tantangan berbeda bagi para pemain muda.

Setelah melewati rangkaian pertandingan selama berbulan-bulan, tim pelatih kini harus memastikan kekurangan yang ditemukan bisa diperbaiki sebelum menghadapi lawan dari wilayah lain.

Baca Juga: PSS Sleman U15 Tatap Final Piala Soeratin DIY 2026 dengan Persiapan Teknis dan Mental Matang

Persebaya U-17 juga langsung melakukan evaluasi setelah memastikan gelar juara Jawa Timur.

Pelatih Yongky Kastanya menilai pengalaman bermain di luar Surabaya turut membantu pemain membangun mental sebelum menghadapi persaingan pada tingkat nasional.

"Meskipun harus bermain di luar Surabaya, mereka mampu menunjukkan permainan dan mental yang baik," ujar Yongky.

“Setelah menjadi juara Jawa Timur, kami langsung melakukan evaluasi untuk mempersiapkan diri menghadapi tingkat nasional.”

Dari GBT, Juara Muda Saksikan Tim Senior

Momentum apresiasi kemudian hadir di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (19/9/2026).

Persebaya U-13, U-15, dan U-17 mendapat kesempatan menyaksikan langsung perjuangan tim senior Persebaya Surabaya menghadapi Garudayaksa FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027.

Baca Juga: PSS Sleman U-15 Hantam Protaba 6-0, Tiket Final Piala Soeratin DIY 2026 di Tangan

Kehadiran mereka menjadi momen spesial karena tiga tim tersebut datang ke GBT dengan status juara Piala Soeratin Zona Jawa Timur.

Dari tribun, para pemain muda melihat langsung perjuangan seniornya dalam pertandingan yang akhirnya berakhir dengan skor 1-1.

Persebaya Surabaya sempat membuka keunggulan melalui Alex Martins sebelum Garudayaksa FC mencetak gol balasan.

Hasil tersebut membuat kedua tim berbagi satu poin di hadapan Bonek dan Bonita, sementara para pemain muda Green Force mendapat pengalaman menyaksikan atmosfer pertandingan tim senior secara langsung.

Baca Juga: Resmi! Sanksi Berat Pemain Mataram Utama, Dilarang Main Buntut Tendangan Kungfu di Piala Soeratin

Bagi Persebaya Surabaya, tiga trofi Piala Soeratin sekaligus menjadi gambaran proses panjang pembinaan yang terus dibangun dari bawah.

Saleh berharap jalur tersebut mampu melahirkan lebih banyak pemain yang berkembang dari kompetisi internal hingga akhirnya memiliki kesempatan memperkuat tim profesional.

"Kami berharap jalur pembinaan ini terus berjalan sehingga pemain-pemain hasil kompetisi internal bisa berkembang secara bertahap sampai ke level profesional," tutur Saleh.

Sabtu malam di GBT akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda menyaksikan pertandingan bagi tiga tim juara tersebut.

Mereka datang membawa tiga trofi dari Jawa Timur, melihat langsung perjuangan tim senior, lalu pulang dengan pengalaman yang bisa menjadi bagian penting dari perjalanan menuju level profesional.

EDITOR: Edi Yulianto