JawaPos.com - Dua legenda sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, melakukan sesi coaching clinic di KingKong Arena, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut diikuti 74 pesepakbola putri berusia 10-13 tahun dari Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Para peserta mendapat materi teknik dasar, koordinasi fisik hingga simulasi pertandingan selama 90 menit.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran Iwabuchi dan Miyama diharapkan memberi gambaran nyata mengenai proses pengembangan pemain sejak usia dini hingga mencapai level internasional.
Baca Juga: Jay Idzes Resmi Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
“Kami menghadirkan Aya Miyama dan Mana Iwabuchi sebagai role model. Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata bahwa dari kegiatan sepak bola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa. Aya dan Mana membuktikan bahwa sepak bola yang mereka tekuni sejak kecil, jika dijalani secara konsisten akan memetik hasil luar biasa seperti mendapatkan medali Olimpiade dan Juara Piala Dunia Wanita FIFA,” ujar Teddy.
Dalam sesi latihan, peserta menjalani sejumlah drill seperti ball touch, juggling, gerakan mengecoh, step work, kontrol bola, dan teknik yang diterapkan dalam situasi pertandingan. Mereka kemudian dibagi menjadi delapan tim untuk menjalani simulasi pertandingan di empat lapangan, dengan Iwabuchi dan Miyama turut bergabung dalam rotasi permainan.
Iwabuchi menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar yang terus diasah sejak usia dini.
Baca Juga: Jurgen Klopp Panggil 44 Pemain, Timnas Jerman Dibagi Jadi Dua Tim
“Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepakbola di level mana pun. Saya melihat mereka sangat semangat, ada power, dan mereka sangat enjoy untuk bermain sepak bola dan saya kira itu sangat bagus. Saya sejak kecil setiap hari memegang bola. Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang. Maka saya kira peserta di sini pun jika main bola setiap hari, pegang bola setiap hari, mereka juga bisa akan menjadi seperti saya,” ujar penyerang yang mengawali karirnya di Nippon TV Beleza tersebut.
Sementara itu, Miyama menilai perkembangan pemain muda juga sangat dipengaruhi lingkungan yang mendukung serta kesempatan mengikuti kompetisi secara berkelanjutan.
“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya. Maka dari itu, menurut saya lingkungan juga penting untuk lingkungan untuk bisa mendukung mereka berkembang jadi pesepakbola putri di Indonesia. Dan dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya. Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” ucap mantan kapten timnas Jepang tersebut.
Pengalaman itu juga dirasakan peserta. Zavinna Latisya Istiana mengatakan coaching clinic memberinya pemahaman baru mengenai teknik dan kerja sama di lapangan.
“Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami bisa mendapat pengalaman baru, bisa dapat ilmu baru dari mereka. Selain teknik dasar bermain sepak bola, kami juga diajarkan kerja sama tim, cara berkomunikasi di lapangan,” ucap dia.
Baca Juga: Jersey Ketiga Timnas Indonesia Terinspirasi Alam, Dipakai di FIFA ASEAN Cup 2026
Kembaran Zavinna, Zivanna Talitha Istiana, mengatakan pengalaman tersebut semakin memotivasinya untuk berlatih dan mengejar cita-cita menjadi pesepakbola profesional.
“Mereka (Mana Iwabuchi dan Aya Miyama) passing sama shoot-nya bagus, terus control master-nya bagus banget. Mereka juga meminta kami untuk jangan mudah menyerah dan terus bersemangat jika mau menjadi pemain sepak bola profesional. Pengalaman ini makin menambah semangat saya untuk terus disiplin berlatih agar cita-cita saya menjadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia bisa terwujud,” ungkapnya.