JawaPos.com — Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menolak keikutsertaan PSBS Biak dalam kompetisi Championship 2026/2027 sebelum seluruh kewajiban klub kepada pemain diselesaikan.
APPI telah mengirim surat keberatan kepada I.League dengan menyoroti tunggakan berdasarkan putusan NDRC Indonesia serta rekam jejak registration ban FIFA.
Berapa Total Kewajiban PSBS Biak kepada Pemain?
Berdasarkan data dan dokumen hukum yang dimiliki APPI, PSBS Biak masih memiliki kewajiban kepada pemain sebesar Rp 2.295.358.781 dari dua musim kompetisi, yakni 2024/2025 dan 2025/2026.
Nilai tersebut belum termasuk kewajiban yang muncul berdasarkan perkara atau putusan DRC FIFA.
Untuk musim kompetisi 2025/2026, terdapat 18 putusan NDRC Indonesia dengan total kewajiban mencapai Rp 2.048.026.114 yang hingga kini belum diselesaikan PSBS Biak.
Sementara itu, dari musim 2024/2025 terdapat enam putusan NDRC Indonesia dengan total kewajiban Rp 247.332.667 yang juga masih belum dibayarkan.
Jika kedua angka tersebut dijumlahkan, total tunggakan berdasarkan putusan NDRC Indonesia mencapai Rp 2,29 miliar.
APPI menilai persoalan tersebut tidak bisa dipandang sekadar sebagai urusan administratif atau kontraktual karena menyangkut hak pemain sekaligus kepastian hukum dalam sepak bola profesional Indonesia.
Baca Juga: Saddil Ramdani Masih Adaptasi! Bomber Anyar Persebaya Surabaya Tak Sabar Unjuk Gigi
APPI Soroti Putusan NDRC dan DRC FIFA
APPI menyebut PSBS Biak berulang kali mengabaikan putusan DRC FIFA dan NDRC Indonesia pada musim kompetisi 2024/2025 serta 2025/2026.
Kondisi tersebut dinilai merugikan pemain yang hingga kini belum menerima hak pembayaran mereka. Situasi itu juga membuka potensi masalah serupa kembali terjadi pada Championship 2026/2027.
Sikap APPI tidak hanya didasarkan pada nilai tunggakan, tetapi juga pada kewajiban klub untuk menghormati keputusan lembaga penyelesaian sengketa.
APPI menilai kepastian hukum, perlindungan martabat dan profesi pemain, profesionalisme kompetisi, sportivitas, serta prinsip fair play harus menjadi bagian utama dalam penyelenggaraan kompetisi.
Dalam surat keberatan kepada I.League, APPI meminta persoalan PSBS Biak mendapat perhatian serius sebelum kompetisi Championship 2026/2027 berjalan.
Organisasi yang menaungi pesepak bola profesional Indonesia itu juga menegaskan akan terus mengawal proses penyelesaian hak para pemain.
Ada 14 Registration Ban FIFA sejak Oktober 2025
Selain putusan NDRC Indonesia, APPI turut menyoroti data registration ban FIFA yang tercatat untuk PSBS Biak.
Berdasarkan data di laman Registration Ban FIFA yang tersedia untuk klub tersebut, terdapat 14 registration ban sejak Oktober 2025 hingga September 2026.
Catatan tersebut dinilai memperlihatkan persoalan yang sudah berlangsung dalam periode cukup panjang.
Bagi APPI, kondisi itu menjadi alasan tambahan untuk mendorong langkah tegas agar permasalahan kewajiban kepada pemain tidak kembali muncul ketika PSBS Biak tampil di Championship 2026/2027.
APPI tetap mengakui setiap klub memiliki hak untuk berkompetisi selama memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
Baca Juga: Persebaya Ingin Menang Perdana di Kandang, PSIM Ingin Ulang Memori Manis di GBT
Namun, hak untuk tampil di kompetisi dinilai harus berjalan beriringan dengan kewajiban menghormati hak pemain serta menjalankan putusan yang telah ditetapkan FIFA maupun PSSI.
APPI Minta I.League dan PSSI Bertindak Tegas
APPI meminta I.League dan PSSI mempertimbangkan secara serius kondisi klub dalam proses verifikasi dan registrasi peserta Championship 2026/2027.
Salah satu langkah yang didorong ialah tidak mengikutsertakan klub yang masih memiliki kewajiban pembayaran gaji kepada pemain.
APPI juga menyatakan tetap mendukung kompetisi profesional demi perkembangan industri sepak bola Indonesia.
Organisasi tersebut turut mengapresiasi perubahan dan peningkatan standar yang selama ini dilakukan I.League serta PSSI.
Meski begitu, dukungan terhadap perkembangan kompetisi tidak membuat APPI mengabaikan perlindungan pemain.
Baca Juga: Aji Santoso Siap Orbitkan Bintang Baru Jawa Timur, Bersama De Red FC di Championship
APPI menegaskan persoalan pembayaran gaji harus ditempatkan sebagai bagian penting dari profesionalisme klub dan keberlanjutan kompetisi.
Dengan total kewajiban berdasarkan putusan NDRC Indonesia mencapai Rp 2,29 miliar serta adanya 14 registration ban FIFA dalam periode Oktober 2025 hingga September 2026, APPI meminta persoalan PSBS Biak tidak kembali terulang di Championship 2026/2027.
APPI memastikan pengawalan terhadap hak pemain akan terus dilakukan agar perlindungan pemain, kepastian hukum, sportivitas, dan profesionalisme tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola profesional Indonesia.