← Beranda
CEO De Red FC Blak-blakan! Bangun Mimpi Besar dari Kasta Championship di Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 11 September 2026 | 05.10 WIB
CEO De Red FC Daniel Rohi mengungkap visi klub menjadikan Surabaya sebagai homebase sekaligus membangun ekosistem sepak bola dan pembinaan pemain muda. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — CEO De Red FC Daniel Rohi mengungkap ambisi besar klubnya yang berlaga di Pegadaian Championship 2026/2027 dengan menjadikan Surabaya sebagai markas.

De Red FC ingin mengisi kekosongan klub kasta kedua di Kota Pahlawan sekaligus membangun ekosistem sepak bola yang memberi manfaat bagi masyarakat dan membuka ruang lebih besar bagi pemain muda.

Mengapa De Red FC Memilih Surabaya?

Daniel Rohi menyebut Surabaya dipilih sebagai homebase De Red FC karena memiliki sumber daya pemain yang melimpah, sejarah panjang dalam melahirkan pesepak bola Indonesia, serta fasilitas olahraga yang representatif hingga berkaliber internasional.

Kehadiran De Red FC diharapkan ikut memberikan warna baru dalam persepakbolaan Kota Surabaya yang selama berpuluh-puluh tahun tidak memiliki klub yang bermarkas di kasta kedua.

"Kami ingin De Red hadir untuk mengisi kekosongan itu dan menjadi berkah bagi masyarakat dan juga ekosistem sepak bola di Kota Surabaya," kata Daniel saat pengenalan tim di Surabaya, Kamis.

Menurut Daniel, keputusan menjadikan Surabaya sebagai markas tidak hanya berkaitan dengan potensi sepak bola.

Kota tersebut juga memiliki posisi strategis karena mayoritas pertandingan kompetisi berlangsung di Pulau Jawa. Dengan demikian, perjalanan menuju laga tandang bisa dilakukan lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.

"Kompetisi terbanyak itu dilakukan di Pulau Jawa, sehingga ketika kami ambil di Surabaya, mobilitas pemain ke setiap pertandingan itu jauh lebih efisien dan lebih ekonomis," ucapnya.

Loading...

Pertumbuhan ekonomi Surabaya yang dinilai baik turut menjadi pertimbangan manajemen De Red FC.

Berbagai fasilitas yang dibutuhkan pemain dan pelatih tersedia di kota tersebut. Kondisi itu membuat klub memiliki fondasi yang dinilai cukup kuat untuk berkembang dalam jangka panjang.

De Red FC Tak Sekadar Mengejar Kemenangan

De Red FC tidak ingin perjalanan di Pegadaian Championship 2026/2027 hanya berhenti pada target menjadi tim terbaik.

Manajemen juga ingin kompetisi kasta kedua tersebut menjadi ruang bagi pemain muda untuk berkembang dan memperoleh kesempatan tampil.

Ambisi itu membuat manajemen memilih Aji Santoso sebagai pelatih kepala.

Pengalaman panjang Aji di sepak bola Indonesia serta pemahamannya terhadap karakter sepak bola Jawa Timur menjadi alasan utama De Red FC menunjuk mantan pemain tersebut untuk memimpin tim.

"Coach Aji sangat melegenda, kalau teman-teman mau lihat salah satu pelatih terbaik di republik ini, saya masih pilih Coach Aji," katanya.

Daniel berharap pengalaman Aji yang pernah bermain dan tumbuh di Gelora 10 November bisa memberikan identitas kuat kepada De Red FC.

Permainan tim diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga mampu menyajikan sepak bola yang menarik dan menghibur bagi masyarakat Surabaya.

Pilihan terhadap Aji sekaligus memperlihatkan keinginan De Red FC membangun klub dengan pendekatan yang dekat dengan karakter sepak bola lokal.

Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, 2 Stadion Disiapkan

Pengalaman Aji di Jawa Timur diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan pemain sekaligus membentuk fondasi tim yang kompetitif.

Akademi hingga Program Masuk Kampung

Mimpi De Red FC tidak berhenti di lapangan pertandingan. Manajemen juga menyiapkan sejumlah program untuk mendekatkan klub dengan masyarakat Surabaya, termasuk pembangunan akademi Elite Pro Academy atau EPA.

Selain akademi, De Red FC menyiapkan program "De Red Goes to School" yang menyasar lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang menyentuh lingkungan kampung di Surabaya juga dipersiapkan sebagai bagian dari strategi klub untuk membangun hubungan lebih dekat dengan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari visi Daniel untuk menjadikan De Red FC sebagai klub yang ikut menggerakkan ekosistem sepak bola Surabaya.

Klub tidak hanya diharapkan hadir saat pertandingan, tetapi juga memiliki aktivitas yang menyentuh pembinaan pemain dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dengan sumber daya pemain yang melimpah di Surabaya, keberadaan akademi dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi rencana tersebut.

De Red FC berpeluang memiliki jalur pembinaan sendiri sekaligus memberikan lebih banyak kesempatan kepada talenta lokal untuk berkembang menuju level kompetisi profesional.

Baca Juga: Saddil Ramdani Masih Adaptasi! Bomber Anyar Persebaya Surabaya Tak Sabar Unjuk Gigi

Mimpi Besar De Red FC: Mandiri Secara Finansial

Daniel juga membuka target jangka panjang De Red FC di luar urusan teknis tim. Manajemen ingin klub mampu berdiri secara mandiri dalam aspek finansial melalui pengembangan unit bisnis yang produktif.

"Tidak hanya itu, kedepannya klub harus mandiri dalam finansial, dan salah satunya adalah membangun unit bisnis yang produktif," tuturnya.

Rencana tersebut menunjukkan De Red FC ingin membangun klub secara bertahap, bukan sekadar mengejar prestasi dalam satu musim kompetisi.

Pembinaan pemain, keterlibatan masyarakat, hingga pengembangan bisnis ditempatkan sebagai bagian dari fondasi klub yang ingin tumbuh dari Surabaya.

Pegadaian Championship 2026/2027 pun menjadi titik awal untuk menguji ambisi tersebut.

Di bawah kepemimpinan Aji Santoso, De Red FC membawa target kompetitif sekaligus misi memperkenalkan identitas baru sebagai klub kasta kedua yang menjadikan Surabaya sebagai rumah.

Bagi Daniel, kehadiran De Red FC di Surabaya bukan hanya soal memindahkan homebase sebuah klub.

Ada mimpi membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, memberikan ruang kepada pemain muda, mendekatkan klub dengan masyarakat, dan pada akhirnya membuat De Red FC mampu mandiri secara finansial.

EDITOR: Hendra