JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali punya cerita dari talenta mudanya setelah Aleandro Alan Maulana ikut membawa Timnas Indonesia U-20 lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2027 di Tiongkok.
Pemain 18 tahun itu tampil penuh saat Garuda Muda menang 2-0 atas Australia pada Minggu (6/9/2026), sekaligus menutup Kualifikasi Piala Asia U-20 dengan catatan penting.
Baca Juga: Rachmat Irianto Apresiasi Dukungan Bonek di Lampung, Persebaya Bidik 3 Poin di Laga Kontra PSIM
Alan Jadi Wakil Persebaya di Timnas Indonesia U-20
Alan menjadi satu-satunya penggawa Persebaya Surabaya yang masuk skuad final Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah sebelumnya dipanggil bersama 25 pemain lainnya.
Persebaya Surabaya sejatinya memiliki dua wakil pada tahap awal pemanggilan, termasuk Dimas Adi Prasetyo, tetapi hanya Alan yang bertahan hingga skuad final.
Indonesia tergabung di Grup H bersama Australia, Laos, dan Malaysia.
Dari tiga pertandingan, skuad asuhan Nova Arianto membukukan dua kemenangan dan satu hasil imbang untuk memastikan tiket menuju putaran final Piala Asia U-20 2027.
Alan pun mendapat kepercayaan tampil dalam seluruh pertandingan. Dua laga dijalaninya sebagai starter hingga peluit akhir, sedangkan satu pertandingan lainnya dimainkan dari bangku cadangan.
Kontribusinya juga tidak berhenti pada menit bermain. Alan mencatatkan satu assist ketika Indonesia menghadapi Laos, sebelum tampil penuh saat Garuda Muda mengalahkan Australia 2-0 di Stadion Lao National Stadium, KM16.
Baca Juga: Bernardo Tavares Soroti Mental Persebaya! Gagal Pertahankan Keunggulan Kontra Bhayangkara FC
Pengalaman Internasional Jadi Bekal Berharga
Bagi Alan, keberhasilan lolos ke putaran final bukan sekadar pencapaian bersama timnas.
Pengalaman menghadapi Australia, Laos, dan Malaysia memberi pemain muda tersebut kesempatan memahami tuntutan pertandingan internasional dengan karakter lawan yang berbeda.
"Saya tentu merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan Timnas Indonesia sampai akhirnya lolos ke putaran final Piala Asia U-20," ujar Alan.
“Pengalaman selama di timnas sangat berharga bagi saya. Saya bersyukur mendapat kepercayaan untuk bermain dan bisa membantu tim meraih hasil yang diinginkan.”
Pemain berusia 18 tahun itu juga ingin membawa pengalaman tersebut kembali ke Surabaya.
Menurut Alan, pelajaran mengenai fokus, disiplin, dan tanggung jawab selama bersama timnas bisa menjadi modal untuk berkembang ketika kembali memperkuat Persebaya Surabaya.
"Selama bersama timnas, saya mendapatkan banyak pengalaman baru," lanjutnya.
“Saya belajar dari pelatih dan pemain lain, terutama bagaimana menjaga fokus, disiplin, dan menjalani pertandingan dengan tanggung jawab.”
“Semua pengalaman itu tentu ingin saya bawa kembali ke Persebaya agar bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik ketika mendapat kesempatan bermain.”
Baca Juga: Klasemen Super League 2026/2027: Arema FC di Puncak, Persib Posisi Kedua, Persebaya Kesebelas
Persebaya Surabaya Siapkan Talenta dari Bawah
Manajer Persebaya Surabaya, Sidik Maulana Tualeka atau Alex, melihat pengalaman internasional Alan sebagai bagian penting dari proses pembentukan pemain muda.
Menurutnya, menit bermain bersama Timnas Indonesia U-20 dapat menjadi bekal saat Alan kembali bersaing di level klub.
"Kami berharap dia bisa berproses di Timnas, menimba ilmu sebanyak mungkin, punya pengalaman internasional juga bagus, punya menit bermain di Timnas juga tinggi, sehingga saat mereka kembali ke Persebaya, mereka bisa bantu tim ini untuk berkompetisi di musim baru," ujar Alex.
Perjalanan Alan sendiri dimulai dari SSB Untag Rosita sebelum mengikuti seleksi Elite Pro Academy (EPA) Persebaya pada 2022.
Sejak masuk pembinaan Persebaya Surabaya, ia melewati sejumlah tahapan hingga akhirnya mendapat kesempatan berlatih bersama skuad utama.
Proses tersebut tidak selalu berjalan mulus. Alan sempat mengalami cedera patah tangan, tetapi dukungan pelatih dan pemain senior membuatnya kembali percaya diri menjalani pemulihan dan mengejar target kariernya.
Baca Juga: Imbas Erupsi Anak Krakatau: Persebaya Debut Naik Kapal Laut, Persija Ubah Rute Penerbangan
Dari EPA hingga Debut Bersama Tim Senior
Kerja keras Alan kemudian membawanya ke debut bersama tim senior Persebaya Surabaya saat menghadapi PSM Makassar.
Pada musim lalu, ia mencatatkan dua penampilan bersama Green Force dan seluruhnya dijalani sebagai pemain pengganti.
Dua penampilan tersebut memang belum menghasilkan menit bermain besar.
Namun, bagi pemain muda, kesempatan masuk pertandingan senior menjadi pengalaman penting untuk memahami intensitas, tuntutan, dan tanggung jawab di level kompetisi yang lebih tinggi.
Pengalaman itu menjadi jembatan penting bagi Alan untuk melihat perbedaan sepak bola usia muda dengan level senior.
Setiap menit di lapangan memberi gambaran tentang kecepatan mengambil keputusan, duel fisik, serta tuntutan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Kini, pengalaman Alan bertambah setelah ia tampil dalam tiga pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 dan ikut mengantar Indonesia lolos ke putaran final.
Penampilan penuh selama 90 menit melawan Australia menjadi salah satu momen penting dalam proses perkembangan pemain yang masih berusia 18 tahun itu.
Alan pun kembali ke Surabaya dengan bekal yang berbeda. Ia membawa pengalaman internasional, pelajaran dari pelatih dan rekan setim di timnas, serta kepercayaan diri setelah mendapat menit bermain dalam agenda penting.
Bagi Persebaya Surabaya, perjalanan Alan sekaligus menunjukkan hasil dari proses pembinaan pemain muda yang terus berjalan.
Dari SSB, EPA, latihan bersama tim senior, debut, hingga panggilan Timnas Indonesia U-20, setiap tahap menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pemain yang lebih matang.
Kini, babak bersama Timnas Indonesia U-20 sudah ditutup dengan tiket Piala Asia U-20 2027.
Alan kembali ke rumah dengan satu misi: melanjutkan proses bersama Persebaya Surabaya dan mengubah pengalaman internasional menjadi modal untuk merebut lebih banyak kesempatan bermain.