JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menempuh perjalanan darat dan laut untuk kembali ke Surabaya setelah bermain 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9/2026).
Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat penerbangan terganggu sehingga Green Force harus menyeberang dari Bakauheni menuju Merak menggunakan kapal.
Perjalanan tidak biasa itu dimulai pada Minggu (6/9/2026) pagi setelah rombongan Persebaya Surabaya meninggalkan hotel pukul 07.00 WIB.
Tim kemudian bergerak menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Merak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Surabaya menggunakan jalur darat.
Baca Juga: BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau
Situasi tersebut menjadi pengalaman baru bagi sejumlah pemain Persebaya Surabaya, termasuk kapten Francisco Rivera.
Pemain asal Meksiko itu bahkan mengaku perjalanan menggunakan kapal membuat dirinya bisa merasakan sedikit perjuangan yang selama ini dilakukan para suporter ketika mengikuti pertandingan tandang.
"Ya, ini adalah pengalaman baru untuk melakukan perjalanan seperti ini ke Surabaya, di mana kami dapat memahami bagaimana para suporter juga melakukan perjalanan yang sama untuk mendukung kami,” ujar Kapten Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Pakar Ungkap Bahaya Silika Mikroskopis Abu Anak Krakatau dan Cara Efektif Mengantisipasinya
Rivera juga menyebut perjalanan menggunakan kapal merupakan pengalaman pertamanya selama berada di Indonesia.
Sebelumnya, pemain tersebut hanya menjalani perjalanan menggunakan bus ketika harus berpindah dari satu kota ke kota lainnya bersama tim.
“Dan ini pertama kalinya saya bepergian menggunakan kapal di Indonesia, setelah sebelumnya menggunakan bus. Kami berharap semuanya berjalan lancar dan kami bisa segera tiba di Surabaya," kata Rivera.
Perjalanan panjang tersebut terjadi setelah Persebaya Surabaya mengawali Super League 2026/2027 dengan membawa pulang satu poin dari markas Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Green Force bermain imbang 1-1 setelah sempat unggul lebih dahulu melalui gol Yann Mabella.
Baca Juga: Sangat Berbahaya, Pengamat Beberkan Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Bagi Pesawat
Keunggulan Persebaya Surabaya tidak bertahan sampai pertandingan berakhir karena Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu mencetak gol penyeimbang pada babak kedua.
Hasil tersebut membuat kedua tim harus puas berbagi poin pada pertandingan pekan pertama Super League 2026/2027.
Bagi Rivera dan rekan-rekannya, perjalanan pulang dari Lampung menjadi bagian lain dari perjuangan setelah pertandingan.
Rute yang biasanya dapat ditempuh menggunakan pesawat berubah menjadi perjalanan kombinasi bus dan kapal akibat kondisi penerbangan yang terdampak abu vulkanik.
Baca Juga: Abu Erupsi Anak Krakatau Capai Jakarta, Cek Panduan Darurat Aktivitas Warga
Gangguan penerbangan juga terjadi di Bandara Internasional Radin Inten II Lampung.
Sejumlah penerbangan dari Lampung menuju Jakarta maupun sebaliknya dibatalkan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penyebaran abu vulkanik di ruang udara yang dilalui jalur penerbangan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.
Pernyataan tersebut menjelaskan alasan rombongan Persebaya Surabaya harus menggunakan alternatif perjalanan darat dan laut untuk kembali ke Surabaya.
"Sehubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan penyebaran abu vulkanik (volcano ash) di ruang udara yang dilewati jalur penerbangan pada Sabtu (5/9/2026), beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II mengalami pembatalan," ujar Kiki dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).
Pada Sabtu (5/9/2026), sedikitnya tiga penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II mengalami pembatalan.
Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, 459 Penerbangan Terdampak Penutupan 3 Bandara Utama
Penerbangan tersebut meliputi Transnusa 5205 rute Cengkareng menuju Lampung, Transnusa 5206 rute Lampung menuju Jakarta, serta Lion Air 242 rute Cengkareng menuju Lampung.
Gangguan perjalanan berlanjut pada Minggu dengan sejumlah penerbangan mengalami penundaan jadwal keberangkatan maupun kedatangan.
Garuda Indonesia 073 rute Lampung-Jakarta, Citilink Indonesia 904 rute Cengkareng-Lampung, dan Citilink Indonesia 905 rute Lampung-Jakarta termasuk penerbangan yang terdampak.
Kiki menjelaskan tim operasional Bandara Internasional Radin Inten II telah berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani penumpang yang terdampak.
Baca Juga: Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terpa 3 Provinsi, Salah Satunya Jakarta
Pembaruan informasi mengenai jadwal penerbangan juga dilakukan secara rutin seiring perkembangan kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut membuat perjalanan Persebaya Surabaya menjadi lebih panjang dibandingkan rencana awal.
Namun, situasi itu sekaligus memberi pengalaman berbeda bagi Rivera karena untuk pertama kalinya dia merasakan perjalanan menggunakan kapal selama berada di Indonesia.
Pengalaman tersebut juga membuat Rivera melihat sisi lain perjuangan suporter ketika mendukung Persebaya Surabaya di laga tandang.
Perjalanan menggunakan kapal dari Bakauheni menuju Merak menjadi gambaran kecil mengenai perjalanan panjang yang harus ditempuh para pendukung untuk tetap hadir memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka.
Sementara itu, rombongan Persebaya Surabaya tetap berharap perjalanan menuju Surabaya berlangsung lancar setelah harus menyesuaikan rute akibat gangguan penerbangan.
Dari Lampung, tim menempuh perjalanan menuju Bakauheni, menyeberang ke Merak, lalu melanjutkan perjalanan darat hingga Surabaya.
Persebaya Surabaya kini membawa pulang satu poin dari laga pembuka Super League 2026/2027 sekaligus pengalaman perjalanan yang tidak biasa.
Rivera dan skuad Green Force pun harus melewati jalur darat serta laut sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya.