JawaPos.com - Kendal Tornado FC mulai memberikan kabar terbaru terkait rencana pembangunan stadion milik klub di Kabupaten Kendal. Pemilik klub, Junianto atau yang akrab disapa Anto Van Java, mengungkap calon lokasi yang kini tengah dijajaki.
Informasi tersebut disampaikan Anto Van Java melalui sejumlah unggahan Instagram Story di akun pribadinya, @Anto_van_java.
Sebelumnya, calon lokasi stadion Kendal Tornado FC disebut berada di sekitar exit Tol Pegandon, tepatnya di Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.
Baca Juga: 2 Pekan Jelang Pengadaian Championship 2026/27, Kendal Tornado FC Fokus Benahi Finishing
Namun, unggahan terbaru Anto Van Java memberikan gambaran bahwa pencarian lahan kini mulai mengarah ke wilayah Kecamatan Ngampel.
Dalam salah satu Instagram Story, Anto Van Java menuliskan, "Radius kurlep 3 km calon stadion KTFC invest gede pokoknya."
Pada unggahan berikutnya, ia membagikan video ketika berada di wilayah Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel. Lokasi tersebut disebut memiliki jarak sekitar tiga kilometer dari exit Tol Pegandon.
"Antusiasnya ngetend kendal yang mau jual tanah," tulis Anto Van Java dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: Er Deva Masuk Skuad Timnas Indonesia U-20, Kendal Tornado FC Bangga dan Beri Dukungan Penuh
Belum ada pernyataan resmi yang memastikan Desa Rejosari menjadi lokasi final pembangunan stadion. Meski begitu, unggahan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Ngampel menjadi salah satu wilayah yang sedang dipertimbangkan oleh pihak klub.
Ngampel memiliki potensi berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Wilayah tersebut berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat Kota Kendal. Selain itu, pembangunan Batalyon TP Satria Bahurekso juga membuat daerah tersebut semakin berkembang.
Apabila stadion Kendal Tornado FC benar-benar dibangun di wilayah Kecamatan Ngampel, kehadiran fasilitas olahraga tersebut diperkirakan dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.
Pembangunan stadion juga menjadi kebutuhan penting bagi Kendal Tornado FC. Saat ini, klub yang tampil di Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 tersebut menggunakan Stadion Sriwedari Solo sebagai homebase.
Kendal Tornado FC harus bermarkas di luar daerah karena Stadion Utama Kebondalem Kendal dinilai belum memenuhi kelayakan untuk menggelar pertandingan kompetisi.
Baca Juga: Jelang Bergulirnya Championship Musim 2026/2027, Kendal Tornado FC Tantang Bali United
Jika lokasi di Ngampel sudah dipastikan dan proses persiapan berjalan lancar, pembangunan stadion diperkirakan dapat dimulai pada awal 2027.
Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga selesai. Artinya, apabila sesuai rencana, Kendal Tornado FC berpeluang memiliki stadion sendiri dalam beberapa tahun mendatang.
Untuk saat ini, masyarakat Kendal masih menunggu kepastian mengenai lokasi dan konsep stadion tersebut. Namun, sinyal dari pemilik klub Kendal Tornado FC Anto Van Java menunjukkan bahwa rencana besar itu akan segera berjalan setelah sebelumnya tim berjuluk Laskar Badai Pantura tersebut sukses membangun Training Center milik sendiri di daerah Salamsari, Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.