← Beranda
Mantan Pelatih Persebaya Surabaya Iwan Setiawan Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 3 September 2026 | 18.06 WIB
Mantan pelatih Persebaya Surabaya Iwan Setiawan meninggal dunia pada usia 58 tahun. Ia dikenang sebagai peletak fondasi Green Force pada Liga 2 2017. (Instagram @rudyekapriyambadapro)

 

JawaPos.com — Mantan pemain sekaligus pelatih sepak bola Indonesia, Iwan Setiawan, meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026) pagi di usia 68 tahun.

Sosok yang pernah melatih Persebaya Surabaya itu meninggalkan jejak panjang di sepak bola tanah air, termasuk sebagai pelatih perdana Green Force saat kembali ke kompetisi nasional Liga 2 musim 2017.

Baca Juga: Milan Ristovski Koleksi 45 Gol! Bomber Anyar Bhayangkara FC Siap Ancam Persebaya Surabaya

Kabar Duka Iwan Setiawan Disampaikan Rudy Eka Piyambada

Kabar meninggalnya Iwan Setiawan pertama kali disampaikan eks pelatih Timnas Putri Indonesia, Rudy Eka Piyambada. Rudy menyampaikan kabar duka tersebut melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Kamis pagi.

"Innalillahi Wa Innailaihi Roojiun. Selamat jalan Ayah Iwan Setiawan. Sosok seorang pelatih berijiwa jujur," tulis Rudy Eka di Instagram pribadinya.

Rudy juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan Iwan Setiawan yang berlangsung di NFD Jogja.

Pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Rudy, terutama karena Iwan dianggap sebagai sosok yang memberikan teladan dalam perjalanan karier kepelatihannya.

"Pertemuan terakhir kita di NFD Jogja kemarin. Terima kasih Ayah Iwan sudah jadi panutan saya dalam karier kepelatihan sepak bola. Amal ibadah diterima di sisi Allah," sambungnya.

Kepergian Iwan Setiawan menjadi kehilangan bagi sepak bola Indonesia. Namanya dikenal sebagai salah satu pelatih lokal yang memiliki perjalanan panjang, sekaligus berpengaruh terhadap perkembangan generasi pelatih Indonesia.

Baca Juga: Bernardo Tavares: Bhayangkara FC Diuntungkan Analisis Laga Pramusim Persebaya Surabaya di Youtube!

Perjalanan Iwan Setiawan dari Pemain hingga Pelatih

Sebelum dikenal sebagai pelatih, Iwan Setiawan lebih dulu menjalani karier sebagai pesepak bola. Pria kelahiran Medan, 5 Juli 1958, itu pernah memperkuat sejumlah klub besar Indonesia, seperti Pelita Jaya, Arseto, dan Persija Jakarta.

Iwan juga sempat mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia di kelompok umur. Namun, cedera membuat perjalanan kariernya sebagai pemain tidak berlangsung panjang sehingga dirinya kemudian memilih menekuni dunia kepelatihan.

Keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang Iwan Setiawan di pinggir lapangan. Berbagai klub Indonesia pernah merasakan sentuhan tangan dinginnya, mulai dari Persija Jakarta, PSMS Medan, Persela Lamongan, Borneo FC, hingga Sriwijaya FC.

Daftar klub yang pernah ditanganinya juga mencakup Persema Malang, Persibom Bolaang Mongondow, Serpong City FC, Persijatim Solo FC, dan PSBL Langsa.

Pengalaman panjang tersebut membuat Iwan dikenal sebagai salah satu pelatih lokal yang memiliki kontribusi besar bagi sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Tahan Banting! Bernardo Tavares Siapkan Tim Hadapi Panas dan Lapangan Sulit

Iwan Setiawan dan Fondasi Persebaya Surabaya

Salah satu bagian penting dalam perjalanan kepelatihan Iwan Setiawan terjadi ketika dirinya menangani Persebaya Surabaya.

Ia dipercaya menjadi pelatih perdana Green Force ketika klub tersebut kembali ke kancah sepak bola tanah air melalui Liga 2 musim 2017.

Persebaya Surabaya memberikan penghormatan terakhir setelah kabar meninggalnya Iwan Setiawan. Klub menyampaikan rasa kehilangan sekaligus mengenang kontribusi sang pelatih melalui kanal Instagram pribadinya.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un,” tulis Persebaya Surabaya di kanal Instagram pribadinya.

“Keluarga besar Persebaya mengucapkan duka cita mendalam atas berpulangnya Coach Iwan Setiawan.

Almarhum adalah pelatih perdana Persebaya saat kembali ke kancah sepak bola tanah air pada Liga 2 musim 2017. Coach Iwan adalah peletak pondasi tim Persebaya kala itu, hingga juara Liga 2 di akhir musim tersebut.”

Persebaya Surabaya juga memberikan kesaksian mengenai sosok Iwan Setiawan di luar lapangan. Klub menyebut mantan pelatihnya tersebut sebagai orang baik dan mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

“Kami bersaksi Coach Iwan orang baik. Insyaallah Coach Iwan husnul khotimah.”

Peran Iwan pada musim 2017 menjadi bagian penting dalam sejarah modern Persebaya Surabaya.

Di bawah fondasi yang dibangunnya, Green Force kemudian mampu menutup musim tersebut dengan gelar juara Liga 2 dan memastikan langkah kembali ke level kompetisi sepak bola nasional.

Baca Juga: Tak Pernah Kalah Lawan Bhayangkara FC! Toni Firmansyah Pede Persebaya Surabaya Curi Poin

Pernah Menukangi Timnas Indonesia U-23

Jejak Iwan Setiawan tidak hanya terbatas pada level klub. Ia juga pernah dipercaya menangani Timnas Indonesia U-23 pada rentang musim 2004/2005 hingga 2005/2006.

Kesempatan menangani Timnas Indonesia U-23 memperlihatkan pengalaman Iwan di level pembinaan dan pengembangan pemain.

Kariernya kemudian terus berlanjut bersama berbagai klub di Indonesia sebelum akhirnya Sriwijaya FC menjadi klub terakhir yang ditanganinya.

Iwan Setiawan juga dikenal memiliki pengaruh terhadap perkembangan pelatih-pelatih lokal.

Pengalaman panjangnya di berbagai klub membuat sosoknya tidak hanya dikenang melalui hasil pertandingan, tetapi juga melalui kontribusi dalam membentuk lingkungan kepelatihan sepak bola Indonesia.

Kepergian Iwan pada usia 58 tahun meninggalkan kenangan bagi banyak pihak di sepak bola tanah air.

Bagi Persebaya Surabaya, namanya akan selalu memiliki tempat khusus karena menjadi pelatih perdana ketika klub kembali ke kompetisi nasional pada 2017 sekaligus peletak fondasi tim yang kemudian mengakhiri musim dengan gelar juara Liga 2.

Bagi Rudy Eka Piyambada dan para pelatih lokal yang pernah mengenalnya, Iwan Setiawan juga meninggalkan warisan berupa keteladanan.

Ucapan duka dari Rudy dan penghormatan Persebaya Surabaya menjadi gambaran besarnya pengaruh Iwan dalam perjalanan sepak bola Indonesia selama bertahun-tahun.

EDITOR: Banu Adikara