JawaPos.com — Diogo Ramalho mengaku nyaman tinggal di Surabaya setelah mendapat sambutan hangat dari masyarakat sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya musim 2026/2027.
Gelandang asal Portugal itu merasa keramahan warga Kota Pahlawan bersama istrinya membantu proses adaptasi dengan cepat, termasuk menghadapi tantangan baru di sepak bola Indonesia.
Persebaya Surabaya akan memulai kampanye Super League 2026/2027 dengan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Pkor Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Baca Juga: Energi Berlipat di Kota Pahlawan! Chemistry Skuad Persebaya Surabaya Makin Solid Jelang Super League
Sebelum menjalani debut kompetitifnya, Diogo Ramalho lebih dulu menikmati pengalaman berbeda sebagai pemain asing yang baru kali pertama merasakan atmosfer sepak bola Indonesia.
Pengalaman tersebut terasa semakin spesial setelah Persebaya Surabaya berhasil merebut gelar juara Piala Presiden 2026.
Capaian pramusim itu menjadi modal penting bagi Green Force sebelum memulai perjalanan panjang di Super League 2026/2027.
Diogo Ramalho menyebut sambutan masyarakat Surabaya menjadi salah satu hal yang membuat dirinya cepat merasa seperti berada di rumah sendiri.
Tidak hanya dirinya, sang istri juga merasakan keramahan serupa sejak mereka tiba di Kota Pahlawan.
“Kota ini menyambut saya dengan sangat baik, saya dan istri saya,” ujar Diogo Ramalho, Sabtu (29/8/2026) di Balai Kota Surabaya.
Menurut Diogo Ramalho, keramahan warga memberikan pengaruh besar terhadap proses adaptasinya.
Ia merasa lebih mudah mengenal kehidupan di Surabaya sekaligus memahami lingkungan baru yang akan menjadi bagian dari kesehariannya selama memperkuat Persebaya Surabaya.
“Selain itu, karena orang-orang di sini di Surabaya sangat baik dan itu sangat membantu saya untuk beradaptasi dengan cepat, terhadap kota, sepak bola, dan segalanya karena kebaikan orang-orang di sini di kota ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Tak Tertekan Target Juara! Diogo Ramalho Kirim Pesan ke Bonek, Kawal Persebaya Surabaya Bersama
Apa yang membuat Diogo Ramalho betah di Surabaya?
Bagi Diogo Ramalho, masyarakat menjadi bagian paling berkesan dari kehidupan barunya di Surabaya.
Sikap ramah dan senyum yang selalu diperlihatkan warga membuat pemain anyar Persebaya Surabaya itu merasa diterima.
“Hal favorit saya, saya katakan ini setiap saat, adalah orang-orangnya, karena saya pikir mereka tidak biasa,” kata Diogo Ramalho.
“Mereka sangat baik. Mereka selalu tersenyum di wajah mereka dan selalu siap membantu saya, saya dan istri saya. Dan saya sangat bersyukur untuk itu,” sambungnya.
Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah bagi Diogo Ramalho yang harus menjalani fase adaptasi sebagai pemain baru di Indonesia.
Kehadiran keluarga juga membuat sambutan masyarakat terasa semakin berarti selama dirinya mulai mengenal kehidupan di Surabaya.
Baca Juga: Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Udeng jadi pengalaman unik Diogo Ramalho
Kesan Diogo Ramalho terhadap Surabaya tidak berhenti pada keramahan masyarakat.
Dalam agenda Persebaya Surabaya di Balai Kota Surabaya pada 29 Agustus 2026, ia juga mendapat pengalaman mengenakan udeng tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
Bagi Diogo Ramalho, udeng menjadi sesuatu yang menarik karena memperkenalkan sisi tradisional yang berbeda dari kehidupan sehari-harinya.
Ia melihat aksesori penutup kepala tersebut sebagai salah satu bagian budaya yang lekat dengan Jawa.
“Ya, tentang udengnya, itu sangat bagus. Saya melihat itu adalah hal tradisional di sini, saya pikir di pulau Jawa, saya pikir,” ujarnya.
Pengalaman mengenakan udeng sekaligus memperlihatkan bagaimana Diogo Ramalho mulai berinteraksi dengan budaya lokal.
Bagi pemain asing, momen seperti itu bisa menjadi jembatan untuk semakin dekat dengan lingkungan baru sekaligus memahami karakter Kota Pahlawan.
Diogo Ramalho rasakan energi suporter Persebaya Surabaya
Selain warga dan budaya lokal, Diogo Ramalho juga menyoroti hubungan dengan suporter Persebaya Surabaya. Ia menilai energi dan rasa cinta yang diberikan suporter menjadi faktor penting bagi tim menjelang kompetisi resmi.
Momen di Balai Kota Surabaya pada 29 Agustus 2026 menjadi kesempatan bagi skuad Persebaya Surabaya untuk bertemu dan terhubung lebih dekat dengan pendukungnya.
Diogo Ramalho melihat dukungan tersebut sebagai energi tambahan sebelum Green Force memulai perjuangan di Super League 2026/2027.
“Dan tentang malam ini, saya pikir sangat penting untuk terhubung dengan para suporter kita dan merasakan energi ini serta jenis cinta yang mereka berikan kepada kita sangat-sangat penting bagi kita,” pungkasnya.
Kini Diogo Ramalho tinggal menunggu kesempatan merasakan atmosfer pertandingan resmi bersama Persebaya Surabaya.
Setelah menikmati keramahan warga Surabaya dan merasakan dukungan suporter, gelandang anyar tersebut bakal menghadapi tantangan pertamanya saat Green Force bertamu ke markas Bhayangkara FC pada 5 September 2026.
Perjalanan baru Diogo Ramalho di Indonesia pun segera memasuki tahap berbeda.
Dari sambutan hangat di Kota Pahlawan hingga tantangan di lapangan, pemain anyar Persebaya Surabaya itu kini punya alasan kuat untuk membalas keramahan masyarakat dan energi suporter lewat penampilan terbaik bersama Green Force.