← Beranda
Persebaya Bukan Sekadar Klub, Suporter Bagian dari Perjuangan! Pesan Azrul Ananda untuk Bonek
Andre Rizal HanafiSenin, 31 Agustus 2026 | 03.43 WIB
CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda saat Launching Synergy Persebaya di Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2026). (Persebaya)

 

JawaPos.com - CEO Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, menyampaikan sejumlah pesan penting dalam acara Launching Synergy Persebaya.

Tidak hanya berbicara soal persiapan tim, Azrul juga menyinggung pengembangan pemain muda, kondisi ekonomi klub hingga peran suporter dalam perjalanan Persebaya.

Salah satu hal yang disoroti Azrul adalah anggapan bahwa kualitas tim bisa dilihat dari market value pemain. Menurutnya, angka tersebut bukan gambaran utuh mengenai investasi sebuah klub.

Azrul menyebut market value pemain hanya berada di bagian atas sebuah piramida. Di bawahnya terdapat fondasi panjang yang dibangun melalui pengembangan pemain muda, scouting dan berbagai program pembinaan yang membutuhkan investasi besar.

Baca Juga: Bocor Alus Pemain Asing ke-11 Persebaya: Masih Aktif di Negaranya, Belum Pernah Main di Indonesia

Persebaya, kata Azrul, tetap menjadikan youth development sebagai salah satu identitas utama klub. Bajul Ijo juga telah membangun sistem scouting sendiri untuk menemukan pemain-pemain potensial yang belum banyak terpantau klub lain di Indonesia.

Sistem tersebut menjadi bagian dari strategi Persebaya untuk terus melahirkan talenta baru, sekaligus membangun kekuatan klub dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Azrul juga mengajak Bonek melakukan refleksi mengenai kedisiplinan saat mendukung Persebaya.

Baca Juga: Menuju 100 Tahun Persebaya, Kolaborasi dengan Extrajoss Berlanjut

Ia mengungkapkan bahwa sejak 2017, klub telah mengeluarkan lebih dari Rp20 miliar untuk membayar denda maupun kerugian potensial.

Azrul kemudian memberikan contoh sederhana mengenai dampak penggunaan flare.

Satu flare yang berujung denda sekitar Rp50 juta, menurutnya, sebenarnya memiliki nilai yang cukup besar jika dialihkan untuk kegiatan sosial.
Angka tersebut disebut bisa digunakan untuk membiayai operasional panti asuhan binaan Bonek selama hampir empat bulan.

Karena itu, Azrul berharap Bonek tidak hanya dikenal sebagai kelompok suporter fanatik, tetapi juga mampu naik kelas sebagai penjaga akal sehat dan pejuang kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa Bonek bukan sekadar customer bagi Persebaya. Suporter merupakan bagian penting dari perjuangan panjang klub yang memiliki sejarah dan identitas kuat di sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Resmi! Ini Daftar Susunan Pelatih dan Pemain Persebaya Surabaya di Super League 2026/2027

Azrul juga mengingatkan soal realita ekonomi klub saat ini. Menurutnya, pemasukan dari tiket pertandingan saja sudah tidak cukup untuk menutup seluruh biaya operasional laga.

Kondisi tersebut membuat kerja sama dengan sponsor dan para mitra menjadi semakin penting. Sinergi antara klub, suporter dan partner bisnis dibutuhkan agar Persebaya bisa terus berkembang secara berkelanjutan.

Pesan Azrul pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang sepak bola di lapangan. Ia ingin Persebaya tumbuh bersama seluruh ekosistemnya, termasuk Bonek, dengan semangat membangun klub secara sehat dan bertanggung jawab.

EDITOR: Banu Adikara