← Beranda
Intip Cara Persebaya Bangun Kekuatan Tim dan Sinergi dengan Bonek
Andre Rizal HanafiMinggu, 30 Agustus 2026 | 15.53 WIB
Launching Persebaya di Kantor Pemkot Surabaya. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya memasuki musim 2026/2027 dengan membawa target besar. Bukan hanya mengejar prestasi di kompetisi, Green Force juga berusaha memperkuat fondasi klub melalui pembinaan pemain muda, pengembangan tim kepelatihan, sports science, hingga membangun hubungan yang lebih erat dengan Bonek dan Pemerintah Kota Surabaya.

Hal tersebut disampaikan CEO Persebaya, Azrul Ananda, dalam acara Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2026).

Dalam acara tersebut, Persebaya memperkenalkan skuad yang akan berkompetisi di Super League. Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada komposisi pemain. Manajemen juga menjelaskan sejumlah langkah yang dilakukan untuk membangun klub secara berkelanjutan.

Baca Juga: Satu Tekad Raih Gelar Juara Bersama! Persebaya Surabaya Perkuat Sinergi dengan Pemkot Surabaya

Azrul menilai kekuatan klub profesional tidak bisa hanya dilihat dari nilai pasar pemain. Menurutnya, ada banyak aspek lain yang menjadi bagian penting dalam membangun sebuah tim.

Persebaya selama ini memilih memberi ruang kepada pemain muda untuk berkembang. Meski nilai pasar mereka belum tinggi, proses pembinaan dari level junior hingga menjadi pemain profesional dinilai memiliki nilai yang jauh lebih besar dalam jangka panjang.

Investasi Persebaya juga mencakup tim kepelatihan, infrastruktur sports science, sistem scouting, hingga departemen analis. Bahkan, komunikasi dengan Bernardo Tavares disebut sudah dilakukan sejak sekitar tiga tahun lalu sebelum akhirnya kerja sama tersebut terealisasi pada pertengahan musim lalu.

Selain membangun tim, Persebaya juga ingin memperkuat hubungan dengan Bonek. Manajemen menyebut berbagai insiden dalam sembilan tahun terakhir telah menimbulkan kerugian sekitar Rp 20 miliar.

Baca Juga: Satu Tekad Raih Gelar Juara Bersama! Persebaya Surabaya Perkuat Sinergi dengan Pemkot Surabaya 

Nilai tersebut berasal dari denda, pertandingan tanpa penonton, hingga biaya perbaikan fasilitas.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan flare. Denda paling kecil akibat pelanggaran tersebut bisa mencapai Rp 50 juta. 

Menurut Azrul, nominal itu sebenarnya dapat dialihkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.

Sebagai gambaran, Rp 50 juta setara dengan biaya operasional sekitar empat bulan Bonek Panti yang setiap bulannya membutuhkan dana sekitar Rp 13 juta.

Persebaya juga terus menjaga hubungan dengan para partner. Musim ini, Kapal Api menjadi main partner, sementara sejumlah perusahaan lain mendukung sebagai official dan supporting partner.

Kerja sama tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pemasangan logo. Persebaya ingin para partner ikut terlibat dalam berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi Bonek dan masyarakat Surabaya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Hadir di Logo! Azrul Ananda Bongkar Rahasia Partner Nyaman di Persebaya Surabaya

Sinergi juga dibangun bersama Pemerintah Kota Surabaya. Persebaya berharap kolaborasi tersebut tidak hanya berlangsung ketika tim bertanding, tetapi juga melalui berbagai program untuk masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kekuatan Persebaya dan Bonek dapat menjadi bagian dari upaya membawa nama baik Surabaya.

Dengan fondasi yang terus diperkuat, Persebaya kini menatap musim 2026/2027 dengan ambisi yang lebih besar. Target akhirnya tetap sama: membawa Green Force meraih prestasi dan perlahan menuju 100th Glory.

EDITOR: Edi Yulianto