JawaPos.com – PSIM Yogyakarta kembali menggelar laga uji coba jelang laga di Super League 2026/2027. Pada Sabtu (22/8) lalu di Stadion Mandala Krida Jogja, Laskar Mataram menjajal kekuatan tim asal Pulau Dewata, Bali United.
Pertandingan yang jadi bagian pramusim itu berlangsung selama 120 menit. Format ujicoba kali ini, yaitu 2x45 menit kemudian babak tambahan selama 30 menit.
Dikutip dari situs resmi PSIM, tim juara Liga 2 musim 2024/2025 itu menurunkan komposisi pemain berbeda pada 90 menit serta 30 menit tersebut. Hal itu dilakukan pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel untuk menguji kedalaman skuadnya.
Baca Juga: Hadapi Bali United, Van Gastel Sebut Ada 3 Peluang PSIM yang Seharusnya Jadi Gol
Dalam laga ujicoba itu, kedua tim bermain imbang. PSIM versus Bali United berbagi angka dengan skor 1-1.
“Menurut saya, kami bermain dengan baik. Pada akhir pertandingan 90 menit pertama, kami mengalami beberapa kendala fisik. Namun, hal itu wajar karena persiapan Bali United dimulai dua minggu lebih awal daripada kami,” ungkap Van Gastel dikutip dari situs resmi tim.
Menurut eks asisten pelatih Fenerbahce itu melihat ada beberapa aspek di lini serang timnya yang kurang klinis. Menurut Van Gastel harus ada perbaikan untuk lini depan PSIM.
Baca Juga: Jelang Super League 2026/27, PSIM Jogja Bekali Pemain dengan Regulasi Laws of the Game
Saat lawan Bali United, Van Gastel melihat ada beberapa kali peluang anak asuhnya untuk membuahkan gol. Namun hal itu urung terjadi.
“Kami sempat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang sebanyak dua atau tiga kali. Peluang-peluang tersebut seharusnya berbuah gol. Oleh karena itu, saya rasa dalam hal tersebut kami masih harus berbenah karena meskipun menciptakan banyak peluang di babak akhir, kami tidak mampu menyelesaikannya dengan baik,” kata Van Gastel usai laga uji coba lawan Bali United.
Pertandingan uji coba lawan Bali United ini juga tidak dilakukan sore atau malam hari. Melainkan pagi sampai siang.
Van Gastel menyebut penyesuaian jadwal ini dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak demi mengakomodasi perjalanan tim tamu. Cuaca terik di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi kedua kesebelasan.
“Suhu udara memang cukup tinggi dan cuacanya terasa sangat panas, padahal saya hanya berteriak di pinggir lapangan tanpa ikut berlari. Saya tahu pertandingan ini sangat berat bagi para pemain, tetapi tim lawan pun menghadapi kendala yang sama,” jelas Van Gastel.