← Beranda
Oscar Bruzon Koleksi 15 Trofi! Pelatih Anyar Bhayangkara FC Siap Jegal Mimpi Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 18 Agustus 2026 | 16.19 WIB
Oscar Bruzon membawa pengalaman dan koleksi 15 trofi saat memimpin Bhayangkara FC menghadapi Super League 2026/2027. (Instagram @oscar_bruzon)

 

JawaPos.com - Oscar Bruzon langsung menghadapi ujian berat bersama BhayangkaraFC saat menjamu Persebaya Surabaya pada laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9) pukul 15.30 WIB.

Pelatih asal Spanyol Oscar Bruzon membawa rekam jejak 15 gelar juara di Asia dan bertekad membangun Bhayangkara FC sebagai tim yang mampu bersaing di papan atas super league.

Target Besar Bhayangkara FC Jadi Tantangan Oscar Bruzon

Manajemen Bhayangkara FC sejak awal negosiasi sudah memberikan target besar kepada Oscar Bruzon untuk memperbaiki posisi tim dan membawa The Guardian lebih dekat ke papan atas klasemen.

Baca Juga: Bernardo Tavares Tak Mau Terbuai Trofi! Persebaya Surabaya Siap Ladeni Perlawanan Bhayangkara FC

Tantangan tersebut diterima Bruzon dengan pengalaman sukses di sejumlah kompetisi Asia, termasuk saat membawa timnya meraih gelar liga hingga tampil di Liga Champions Asia (ACL).

"Dalam percakapan pertama saya dengan manajemen, mereka sangat jelas ingin memperbaiki posisi dan membuat tim lebih dekat ke papan atas," ujar Oscar Bruzon.

“Saya menganggap ini sebagai tantangan. Hal serupa pernah saya lakukan di India, di mana kami memenangkan liga hingga tampil di Liga Champions Asia (ACL),” sambung dia.

Baca Juga: Putra Siregar Dukung Turnamen Domino Piala Panglima TNI dengan Support Rp 1 Miliar

Meski memiliki pengalaman panjang dan koleksi gelar yang mentereng, Bruzon tidak memilih jalan dengan mengumbar janji juara sejak awal musim.

Pelatih berusia asal Spanyol tersebut justru menekankan pentingnya proses bertahap untuk membangun kekuatan Bhayangkara FC sebelum berbicara terlalu jauh soal target akhir kompetisi.

Pendekatan tersebut membuat laga perdana melawan Persebaya Surabaya menjadi momentum penting bagi Bruzon untuk mengukur hasil awal pekerjaannya.

Duel pada 5 September 2026 itu sekaligus menjadi pertemuan pertama yang bisa memperlihatkan seberapa cepat ide permainan sang pelatih diterima skuad Bhayangkara FC.

Oscar Bruzon Pilih Fokus Laga demi Laga

Bruzon menilai peningkatan performa harus dibangun melalui proses yang konsisten, bukan sekadar mengejar hasil dalam satu pertandingan.

Dia ingin pemain Bhayangkara FC memahami identitas permainan sekaligus mendapatkan kepercayaan diri ketika menjalankan instruksi di lapangan.

Baca Juga: Gila! Belanja Klub Premier League Sudah Tembus £2,14 Miliar, Rekor Baru Bisa Segera Tercipta

"Untuk mencapai target itu, saya rasa kita perlu membahasnya game demi game, bagian demi bagian," tutur Oscar Bruzon.

“Fokus kami adalah meningkatkan tim dan mendapatkan kepercayaan pemain saat berada di lapangan. Jika kami bisa menjadi tim yang mendominasi, hasilnya akan datang," lanjut dia.

Pendekatan game demi game juga menjadi cara Bruzon menghindari tekanan berlebihan pada awal musim Super League 2026/2027.

Baca Juga: Lima Poin Penting yang Patut Diperhatikan Liverpool Jelang Musim Kompetisi

Menurut dia, kemampuan tim untuk berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya menjadi fondasi penting sebelum Bhayangkara FC menentukan seberapa tinggi posisi yang bisa mereka capai.

Bruzon juga akan menggunakan evaluasi berbasis metrik dan parameter permainan untuk melihat perkembangan tim secara lebih terukur.

Dengan cara tersebut, peningkatan Bhayangkara FC tidak hanya dinilai dari skor pertandingan, tetapi juga dari kemampuan tim mengontrol permainan dan tampil konsisten.

Baca Juga: Barcelona Bidik Viktor Gyokeres, Striker Arsenal Jadi Alternatif Jika Gagal Dapatkan Julian Alvarez

Persebaya Surabaya Jadi Ujian Perdana yang Berat

Persebaya Surabaya menjadi lawan pertama Bruzon di kompetisi Super League 2026/2027, sehingga pertandingan tersebut memiliki arti penting bagi proyek barunya di Bhayangkara FC.

Laga digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Sabtu (5/9) pukul 15.30 WIB.

Persebaya Surabaya datang dengan Bernardo Tavares sebagai pelatih yang juga memiliki ambisi membawa tim bersaing di kompetisi musim 2026/2027.

Pertemuan kedua pelatih asal Portugal dan Spanyol tersebut membuat laga perdana Bhayangkara FC berpotensi menjadi duel strategi yang menarik.

Baca Juga: Kompak! Jordi Amat dan Justin Hubner Bangga Bela Timnas Indonesia di HUT RI

Bagi Bruzon, pertandingan melawan Persebaya Surabaya dapat menjadi kesempatan untuk langsung membuktikan efektivitas pendekatan realistis yang dia usung.

Sementara bagi Persebaya Surabaya, laga tandang tersebut menjadi tantangan awal untuk menjaga ambisi setelah mempersiapkan diri menghadapi musim baru.

Tekanan juga tidak hanya berada di pundak pemain karena Bruzon membawa ekspektasi tinggi dari manajemen Bhayangkara FC.

Baca Juga: Arema FC Gelar Festival Grassroot KU-10, 1.200 Pengunjung Ramaikan ARG Soccer Field Malang

Rekam jejaknya di Asia membuat setiap keputusan sang pelatih ikut menjadi perhatian, terlebih lawan pertama yang dihadapi merupakan Persebaya Surabaya.

Koleksi Trofi Oscar Bruzon Bikin Persebaya Surabaya Waspada

Berdasar data Transfermarkt yang diberikan, Oscar Bruzon memiliki total 15 gelar juara sepanjang kariernya di Asia.

Koleksi tersebut terdiri atas satu gelar Maldivian Champion, satu Maldivian Cup Winner, satu Maldivian President's Cup Winner, lima Bengali Champion, tiga Bengali Federation Cup Winner, tiga Bengali Independence Cup Winner, dan satu Indian Super League Champion.

Baca Juga: Jay Herdman Gabung Bali United, Putra Pelatih Timnas Indonesia Bawa Pengalaman dari Liga Kanada

Tiga trofi pertama Bruzon diraih bersama New Radiant SC pada musim 2016/2017.

Pada periode tersebut, dia tercatat memenangkan Maldivian Champion, Maldivian Cup Winner, serta Maldivian President's Cup Winner dalam satu musim.

Kesuksesan terbesar dalam daftar tersebut datang saat Bruzon menangani Bashundhara Kings di Bangladesh.

Dia mengoleksi lima gelar Bengali Champion pada musim 2018/2019, 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023, dan 2023/2024, ditambah tiga Bengali Federation Cup Winner serta tiga Bengali Independence Cup Winner.

Baca Juga: Peringati HUT RI, Zen Yoga & Pilates Ajak Ratusan Orang Yoga Bersama

Koleksi itu kemudian bertambah satu gelar lagi ketika Bruzon membawa East Bengal FC menjadi juara Indian Super League pada musim 2025/2026.

Total 15 trofi tersebut menjadi modal pengalaman yang membuat Persebaya Surabaya tidak bisa menganggap enteng Bhayangkara FC pada laga perdana Super League 2026/2027.

Meski demikian, Bruzon tetap memilih tidak menjadikan koleksi trofi sebagai alasan untuk memberikan tekanan tambahan kepada tim.

Baca Juga: Pesan Shin Tae-yong di HUT ke-81 RI, Mari Terus Jaga Persatuan!

Dia lebih memilih membangun Bhayangkara FC secara bertahap, dengan peningkatan performa pertandingan demi pertandingan sebagai ukuran utama menuju target papan atas.

Laga Bhayangkara FC kontra Persebaya Surabaya akhirnya menjadi panggung pertama untuk melihat apakah pendekatan tersebut langsung menghasilkan perubahan.

Jika Bruzon mampu membawa The Guardian tampil solid sejak pekan pertama, Persebaya Surabaya bisa menjadi korban pertama dari ambisi besar pelatih dengan koleksi 15 gelar tersebut.

Baca Juga: Luka Menalo Selebrasi Gesek Biola saat Persib Gasak Sabah FC, Terinspirasi Alberto Gilardino

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah