JawaPos.com – Tiga mantan kisah kapten Timnas Indonesia setelah masa kejayaannya akan diulas pada artikel ini. Mereka sempat membawa skuad garuda meraih prestasi.
Era Timnas Indonesia ada generasinya. Mereka berjuang dan maknai nasionalisme dengan caranya.
Indonesia yang terkenal dengan fanatisme sepak bola akan merayakan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026. Sepak bola Indonesia pernah dipimpin oleh para pemain hebat yang berjuang membawa Skuad Garuda berprestasi.
Ketika masa-masa kejayaan sang pahlawan sudah usai, panggung perjuangan para mantan kapten Timnas Indonesia tidak lantas menghilang, melainkan berubah bentuk. Di balik sejarah sepak bola tanah air, ada gemuruh masa lalu dan masa kini yang masih berjalan di tengah kesederhanaan.
Di balik pita kapten yang melingkar di lengan, terdapat pertarungan sunyi yang terus berlanjut. Berikut JawaPos.com merangkum merangkum kembali tiga kapten Timnas Indonesia.
1. Bima Sakti Tukiman
Bima Sakti Tukiman merupakan kapten Timnas Indonesia di akhir era 1990-an. Pemain berposisi gelandang ini turut memimpin Tim Merah Putih, tepatnya pada ajang Piala Tiger 1998, turnamen Asia Tenggara yang kini bernama Piala AFF.
Bersama Timnas Indonesia, Bima Sakti mencatatkan 58 penampilan dengan torehan 12 gol. Setelah gantung sepatu, Bima Sakti kemudian mengambil berbagai kursus lisensi kepelatihan, dari mulai lisensi A AFC pada Maret 2018, hingga level tertinggi AFC Pro Diploma pada akhir tahun 2022 silam.
Bima Sakti juga pernah menangani Timnas Indonesia, tepatnya di ajang Piala AFF 2018. Namun sayang, Tim Merah Putih racikannya tidak mampu lolos ke semifinal.
Pencapaian terpopuler Bima Sakti adalah kala menangani Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia U-17 2023. Di bawah asuhannya, Arkhan Kaka dan kolega finis di peringkat ketiga Grup A dengan perolehan dua poin, hasil dua kali imbang dan satu kali kalah.
Kemudian Bima Sakti menjadi asisten Timnas Indonesia U-20 asuhan Indra Sjafri. Bersama Indra, Bima Sakti membawa Timnas Indonesia U-20 menjuarai Piala AFF U-19 2024.
2. Bambang Pamungkas
Bambang Pamungkas merupakan salah satu penyerang paling ditakuti di Asia Tenggara pada masanya. Pemain yang akrab disapa Bepe ini pernah menyabet gelar top skor Piala Tiger pada edisi 2002 dengan torehan delapan gol.
Jika hanya menghitung pertandingan yang diakui FIFA, Bambang mencatat 86 caps bersama Timnas Indonesia dengan catatan 38 gol. Bambang pun mengantar Timnas Indonesia meraih runner-up di Piala AFF edisi 2002 dan 2010.
Setelah gantung sepatu, Bambang mengabdikan dirinya untuk klub yang membesarkan namanya, Persija Jakarta. Mantan pemain yang terkenal dengan tandukan mautnya ini menjabat Manajer Persija pada dua periode, yakni kurun 2020 hingga 2022 dan 2024 hingga 2025.
Kemudian pada September 2025, manajemen Macan Kemayoran menunjuknya sebagai Direktur Olahraga. Selain aktif di manajerial, Bambang juga beberapa kali bertugas sebagai komentator pertandingan, dan menyalurkan hobi menulisnya lewat serial buku bertajuk Bepe20.
3. Boaz Solossa
Kapten Timnas Indonesia lain yang cukup ditakuti lawan adalah Boaz Solossa. Catatan golnya memang tidak sebanyak Bambang Pamungkas.
Sepanjang karirnya bersama Tim Merah Putih, Boaz mencatatkan 14 gol dalam 42 penampilan. Namun kaki kirinya berhasil membuat rival-rival Timnas Indonesia di Asia Tenggara was-was.
Pemain yang disapa Bochi itu dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016. Di turnamen tersebut, koleksi gol Boaz yang mencapai angka 14 sekaligus menyamai rekor legenda lain, Widodo Cahyono Putro.
Timnas Indonesia pun kembali harus puas finis sebagai runner-up. Saat ini, Boaz belum sepenuhnya pensiun dari lapangan hijau.
Jangan tanya soal nasionalisme Boaz Salossa. Satu-satunya cedera parah patah kaki diterima Boaz saat membela merah putih.
Boaz masih aktif bermain bersama klub yang membesarkan namanya, Persipura Jayapura. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun, Boaz masih berupaya membawa kembali klub kampung halamannya kembali pulang ke habitatnya, yakni kasta tertinggi.
Bahkan pada 4 April 2026 silam, Boaz menorehkan gol ke-100 dalam karirnya kala membantu Persipura menang tipis 1-0 atas Persiba Balikpapan pada lanjutan Championship 2025-2026.
Selain masih aktif di lapangan hijau, Boaz juga aktif di dunia akademik. Boaz resmi menyandang gelar magister program studi Keuangan Daerah di Universitas Cendrawasih (Uncen) pada 2023 silam.