← Beranda
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Minta Pemain Tak Dihujat
Andika Rachmansyah• Senin, 10 Agustus 2026 | 15.31 WIB
Bek Timnas Indonesia Rizky Ridho berebut bola dengan pemain Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Yunus Nusi meminta pemain Timnas Indonesia tidak dihujat setelah gagal ke semifinal Piala AFF 2026. PSSI siap melakukan evaluasi. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1 pada laga terakhir Grup A. Sekjen PSSI Yunus Nusi meminta masyarakat tidak menghujat pemain dan pelatih yang telah berjuang sepanjang turnamen.

Hasil imbang di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026), membuat Skuad Garuda finis di peringkat ketiga Grup A. Indonesia berada di bawah Vietnam dan Singapura yang berhak melanjutkan perjalanan ke semifinal.

Kegagalan tersebut memicu kekecewaan publik Tanah Air. Sebagian suporter bahkan melontarkan hujatan kepada para pemain setelah Indonesia kembali gagal melewati fase grup.

Yunus Nusi meminta situasi tersebut tidak berujung pada serangan kepada pemain. Menurut dia, kritik tetap bisa disampaikan kepada PSSI sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap federasi.

"Timnas kita yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima,” kata Yunus Nusi dalam keterangan resmi PSSI, Senin (10/8/2026).

“Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," ungkapnya.

PSSI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegagalan Timnas Indonesia. Yunus Nusi memastikan federasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil tersebut.

“PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna,” terang Yunus Nusi.

Evaluasi, menurut Yunus, menjadi bagian dari proses yang rutin dilakukan PSSI, baik setelah kegagalan maupun ketika tim nasional meraih prestasi.

Baca Juga: PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

“Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia. Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan pelatih. Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," jelasnya.

Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 sebenarnya dimulai dengan hasil meyakinkan. Skuad Garuda menghantam Kamboja 5-1 pada laga pembuka Grup A, kemudian mengalahkan Timor Leste dengan skor 3-0.

Namun, laju tersebut terhenti ketika Indonesia menghadapi Vietnam. Skuad Garuda kalah 0-3 sehingga laga terakhir melawan Singapura menjadi penentu nasib mereka di Grup A.

Indonesia sempat unggul melalui Ragnar Oratmangoen, tetapi Singapura mampu menyamakan kedudukan. Hasil 1-1 membuat Indonesia mengakhiri fase grup dengan tujuh poin dan gagal mengamankan tiket semifinal.

Kegagalan tersebut juga membuat Timnas Indonesia kembali terhenti di fase grup untuk dua edisi beruntun. Sebelumnya, Skuad Garuda juga gagal melaju ke semifinal pada edisi sebelumnya.

Indonesia sebenarnya datang dengan harapan tinggi setelah diperkuat sejumlah pemain berlabel naturalisasi. Target untuk mengakhiri penantian gelar Piala AFF pun kembali muncul, tetapi langkah Garuda justru berakhir lebih cepat.

Kegagalan di Piala AFF 2026 sekaligus memperpanjang catatan Indonesia yang belum pernah menjadi juara sejak pertama kali tampil pada 1996. Skuad Garuda sudah enam kali mencapai final, tetapi seluruhnya berakhir sebagai runner-up.

Kini, PSSI menghadapi pekerjaan berikutnya setelah kegagalan tersebut. Yunus Nusi memastikan evaluasi akan melibatkan Ketua Umum PSSI, BTN, Exco, dan tim pelatih, sementara para pemain diharapkan tetap menjadi bagian dari upaya membangun prestasi Timnas Indonesia.

Baca Juga: Pembuktian John Herdman! Timnas Indonesia Siapkan Skuad Utama untuk FIFA ASEAN Cup 2026

EDITOR: Hendra