JawaPos.com — Kendal Tornado FC menyiapkan pembangunan stadion berkapasitas sekitar 10 ribu penonton di dekat exit Tol Kendal, Kecamatan Pegandon, sebagai langkah memperkuat fondasi klub yang baru sekitar satu tahun berkompetisi di Liga 2 yang kini bernama Championship.
Stadion tersebut dirancang terintegrasi dengan hotel dan akses langsung menuju jalan tol untuk mendorong perkembangan sepak bola sekaligus ekonomi daerah.
Rencana pembangunan stadion itu berjalan seiring dengan pembangunan fasilitas Charlie Training Center yang menjadi bagian dari penguatan infrastruktur Kendal Tornado FC.
Baca Juga: Owner Kendal Tornado Ungkap Rencana Stadion Baru, Ingin Kendal Jadi Kota Sepak Bola
Klub berjuluk Laskar Badai Pantura tersebut ingin memiliki fasilitas sendiri agar proses pembinaan dan pengembangan tim bisa berjalan lebih profesional.
Owner Kendal Tornado FC, Junianto, menjelaskan stadion tidak hanya disiapkan sebagai tempat pertandingan.
Fasilitas tersebut dirancang menjadi kawasan olahraga terintegrasi yang diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi Kendal.
Stadion Kendal Tornado FC Dirancang Terintegrasi
Stadion Kendal Tornado FC direncanakan memiliki kapasitas sekitar 10 ribu penonton dan dibangun di lokasi strategis dekat exit Tol Kendal, Kecamatan Pegandon.
Baca Juga: Launching PSS Sleman 2026/2027 Digelar 8 Agustus, Jersey Baru dan Uji Coba Lawan Kendal Tornado FC
Konsep tersebut juga mencakup fasilitas pendukung seperti hotel serta akses langsung menuju jalan tol.
Menurut Junianto, pembangunan stadion diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi klub, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadiran fasilitas olahraga dengan konsep terintegrasi dinilai bisa membuat Kendal berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan sepak bola di Indonesia.
"Harapan kami, dengan adanya stadion ini Kendal semakin maju, semakin berkembang, dan anak-anak Kendal semakin mencintai sepak bola," ujar sosok yang akrab disapa Anto tersebut, Senin (3/8/2026).
Untuk mendukung proses perencanaan, sayembara desain dan perencanaan stadion juga digelar. Pemenang sayembara bakal mendapatkan hadiah Rp50 juta sekaligus kesempatan diangkat menjadi pegawai Wahyu Agung Group.
Bukan Sekadar Stadion untuk Kendal Tornado FC
Junianto menegaskan pembangunan stadion tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan Kendal Tornado FC.
Baca Juga: Jelang Liga 2 Musim 2026/2027, Kendal Tornado FC Datangkan Birrul Walidain dan Andre Oktaviansyah
Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi pembinaan pemain yang lebih profesional sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan sepak bola nasional.
Ia ingin keberadaan fasilitas yang memadai bisa membantu melahirkan pemain berkualitas dan meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia di level Asia.
Menurut Anto, pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih kuat.
Anto kemudian menyoroti perkembangan sepak bola di sejumlah negara Asia, termasuk Thailand dan Malaysia.
Menurutnya, banyak klub profesional di kedua negara tersebut sudah memiliki stadion sendiri sehingga perkembangan itu menjadi salah satu inspirasi bagi Kendal Tornado FC.
"Kami ingin sepak bola Indonesia terus berkembang dan tidak kalah dengan negara-negara lain di Asia. Di Thailand maupun Malaysia, banyak klub yang sudah memiliki stadion sendiri. Mudah-mudahan langkah ini juga dapat memotivasi klub-klub lain untuk membangun stadion," katanya.
Infrastruktur Jadi Fondasi Kendal Tornado FC
Anto tetap mengapresiasi pemerintah yang selama ini menyediakan berbagai fasilitas stadion untuk menunjang aktivitas sepak bola.
Namun, pertumbuhan penduduk Indonesia dan besarnya minat masyarakat terhadap sepak bola dinilai perlu diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang lebih luas.
Ia melihat industri sepak bola memiliki prospek menjanjikan jika dikelola secara profesional. Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola bahkan dinilai sudah menjadi perhatian dunia, termasuk negara-negara di Eropa.
Di sisi lain, Anto menyadari Kendal Tornado FC masih berada dalam tahap awal perjalanan.
Klub tersebut baru sekitar satu tahun berkiprah di kompetisi Liga 2 sehingga membutuhkan proses panjang untuk berkembang dan membangun prestasi.
Karena itu, Kendal Tornado FC memilih memperkuat fondasi klub melalui pembangunan infrastruktur.
Setelah Charlie Training Center, rencana stadion berkapasitas sekitar 10 ribu penonton menjadi bagian dari visi jangka panjang klub untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih profesional.
"Kami memahami bahwa membangun prestasi tidak bisa instan. Karena itu, kami ingin meletakkan dasar-dasar yang kuat, mulai dari pembangunan training center hingga stadion. Infrastruktur merupakan elemen penting yang nantinya akan mendukung peningkatan prestasi sepak bola," pungkasnya.