← Beranda
Persebaya Surabaya Tanpa Alex Martins, Bernardo Tavares Andalkan Kekuatan Kolektif Hadapi Arema FC
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 4 Agustus 2026 | 15.21 WIB
Bernardo Tavares menegaskan Persebaya Surabaya siap menghadapi Arema FC dengan kekuatan kolektif setelah Alex Martins mengalami cedera bahu. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menghadapi Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026), tanpa kepastian kondisi Alex Martins setelah penyerang asal Brasil itu mengalami cedera bahu.

Pelatih Bernardo Tavares menegaskan Green Force tetap siap bertarung karena kekuatan tim dibangun secara kolektif, bukan bergantung pada satu pemain.

Alex Martins Cedera Setelah Jadi Penentu Kemenangan

Cedera Alex Martins terjadi ketika Persebaya Surabaya menghadapi Port FC pada matchday terakhir Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: Kabar Baik Alex Martins! Bahunya Sudah Normal, tapi Absen Bela Persebaya Surabaya vs Arema FC

Insiden tersebut berlangsung pada menit ke-90+1 setelah Alex salah mendarat dalam duel dengan pemain lawan dan bahunya menjadi tumpuan tubuh.

Alex langsung terlihat mengerang kesakitan setelah terjatuh di lapangan, sehingga tim medis memberikan penanganan sebelum Bernardo Tavares mengambil keputusan untuk menariknya keluar.

Penyerang Brasil itu kemudian digantikan Randy May ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu.

Baca Juga: Arema FC Siap Hadapi Persebaya di Semifinal Piala Presiden 2026, Tak Gentar Main di Bali

Situasi tersebut cukup mengkhawatirkan karena Alex Martins baru saja memberikan kontribusi penting untuk kemenangan Persebaya Surabaya atas Port FC.

Masuk pada awal babak kedua bersama Walber Mota, Ramadhan Sananta, dan Francisco Rivera, Alex langsung memberikan dampak terhadap permainan Green Force.

Hanya dua menit setelah babak kedua dimulai, Alex Martins berhasil mencetak gol pada menit ke-47 setelah menyambut umpan matang Francisco Rivera dengan sepakan terarah.

Gol tersebut membuat Persebaya Surabaya berbalik unggul 2-1 sekaligus menjadi penentu kemenangan yang memastikan tim meraih sembilan poin dari tiga pertandingan Grup B.

Bernardo Tavares Tegaskan Persebaya Surabaya Bukan Tim Satu Pemain

Bernardo Tavares tidak ingin kemungkinan absennya Alex Martins membuat Persebaya Surabaya kehilangan kepercayaan diri saat menghadapi Arema FC.

Pelatih asal Portugal itu menilai skuad Green Force memiliki cukup banyak pemain untuk mengisi peran yang ditinggalkan ketika seorang pemain mengalami cedera atau belum berada dalam performa terbaik.

Baca Juga: Benny Van Breukelen Dikabarkan Kembali ke Surabaya, Tapi Bukan untuk Persebaya

"Alex memang pemain penting bagi kami, tetapi kami tidak bisa bergantung pada satu pemain saja," tandasnya.

“Kami memiliki skuad yang lebih dari sebelas pemain. Ketika ada pemain yang cedera atau belum berada dalam performa terbaik, pemain lain harus siap mengambil kesempatan.”

“Sejak awal kami membangun tim ini sebagai sebuah kolektif, bukan bergantung pada individu.”

Baca Juga: Persebaya vs Arema FC Bukan Sekadar Derby, Piala Presiden Jadi Ujian Menuju Juara Super League

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan Bernardo Tavares sejak awal membangun Persebaya Surabaya sebagai tim yang mengandalkan kontribusi seluruh pemain.

Absennya satu pemain tidak boleh mengubah cara berpikir tim karena setiap anggota skuad dituntut siap mengambil kesempatan ketika mendapat kepercayaan.

Kekuatan kolektif itu juga terlihat dalam perjalanan Persebaya Surabaya di Grup B Piala Presiden 2026.

Green Force menyapu bersih tiga pertandingan dengan sembilan poin setelah mengalahkan Persija Jakarta 1-0, PSMS Medan 1-0, dan Port FC 2-1.

Persebaya Surabaya Hadapi Arema FC di Semifinal

Persebaya Surabaya akan bertemu Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026).

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB dan disiarkan langsung melalui Indosiar serta Vidio.

Persebaya Surabaya datang dengan modal sempurna setelah mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan fase grup.

Baca Juga: Bernardo Tavares Protes Venue Semifinal Piala Presiden, Nilai Persebaya Diperlakukan Tidak Adil

Sementara itu, Arema FC melaju ke semifinal setelah mengumpulkan enam poin dari tiga laga Grup A dan mengakhiri fase tersebut sebagai runner-up.

Dari sisi permainan, Persebaya Surabaya menunjukkan organisasi yang solid sepanjang fase grup Piala Presiden 2026.

Green Force bertahan secara kolektif dengan melibatkan banyak pemain, kemudian mengandalkan transisi cepat untuk menyerang ketika berhasil merebut bola.

Pola tersebut menjadi salah satu karakter permainan yang terus diterapkan Bernardo Tavares.

Baca Juga: Gelandang Persebaya Toni Firmansyah Ungkap Kondisi Alex Martins Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Pelatih asal Portugal itu membangun Persebaya Surabaya dengan pendekatan kolektif sehingga kehilangan seorang pemain diharapkan tidak otomatis menghilangkan identitas permainan tim.

Arema FC sendiri memiliki pendekatan yang cukup fleksibel dalam menjalankan permainan. Singo Edan dapat tampil dengan orientasi penguasaan bola maupun menggunakan pendekatan yang lebih pragmatis sesuai situasi pertandingan.

Keberadaan Careca juga menjadi salah satu perhatian bagi Persebaya Surabaya karena gelandang kreatif tersebut mampu memberikan kualitas tambahan di lini tengah.

Perannya membuat permainan Arema FC semakin solid, terutama ketika tim membutuhkan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan.

Rekor Persebaya Surabaya Jadi Modal Penting

Selain performa sempurna di fase grup, Persebaya Surabaya juga memiliki modal positif dari pertemuan terakhir melawan Arema FC.

Kedua tim sebelumnya bertemu di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada April 2026 dan Persebaya Surabaya berhasil menang telak 4-0 saat Arema FC berstatus sebagai tuan rumah.

Baca Juga: Hadiah Rp 8 Miliar Menanti! Toni Firmansyah Ingin Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Hasil tersebut tentu tidak bisa menjadi jaminan pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 akan berjalan dengan skenario serupa.

Namun, kemenangan 4-0 memberikan gambaran jika Persebaya Surabaya memiliki pengalaman positif ketika bermain menghadapi Arema FC di stadion yang sama.

Kini perhatian tertuju pada kemampuan Bernardo Tavares menjaga keseimbangan tim setelah Alex Martins mengalami cedera bahu.

Jika Alex belum bisa tampil, Green Force membutuhkan pemain lain untuk mengisi ruang kontribusi yang sebelumnya diberikan sang striker, seperti yang ditekankan Bernardo sejak awal.

Baca Juga: Miguel Pereira Antusias Hadapi Arema FC! Gol Perdana Jadi Modal Persebaya Bidik Final Piala Presiden

Persebaya Surabaya juga memiliki momentum kuat setelah mencatat tiga kemenangan beruntun dan memastikan status sebagai juara Grup B dengan sembilan poin.

Dengan kekuatan kolektif sebagai fondasi, Bernardo Tavares berharap skuadnya tetap mampu mempertahankan performa saat menghadapi Arema FC dalam laga semifinal yang menentukan tiket ke partai puncak.

EDITOR: Edi Yulianto