JawaPos.com — Bek Persija Jakarta Ilham Rio Fahmi berharap semifinal Piala Presiden 2026 melawan Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/8/2026), bisa disaksikan langsung suporter, meski ia memahami aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan utama.
Rio menilai dukungan penonton penting bagi pemain, tetapi keputusan akhir harus mengutamakan keselamatan semua pihak.
Rio Fahmi Ingin Suporter Hadir di Semifinal
Harapan Rio Fahmi cukup jelas, pemain Persija Jakarta tetap ingin tampil di depan penonton saat menghadapi Persib Bandung pada semifinal Piala Presiden 2026. Namun, bek berusia 24 tahun itu memahami kehadiran suporter harus dibarengi sistem pengamanan yang benar-benar siap.
“Kalau harapan dari pemain pasti ya tentunya tetap kalau penonton, pemain sendiri penginnya ada penonton,” kata Rio Fahmi, Minggu (2/8/2026), di Balai Kota Surabaya.
Ia kemudian menegaskan aspek keamanan tidak bisa dikesampingkan hanya demi menghadirkan atmosfer pertandingan.
“Cuman sebagai pemain juga kan memikirkan keamanan, jadi kita ikut bagaimana baiknya, bagaimana aman atau tidak ada penonton,” ujar pemain yang dalam dua pertandingan terakhir fase grup dipercaya mengenakan ban kapten tersebut.
Menurut Rio, pemain pada akhirnya akan mengikuti keputusan terkait mekanisme pertandingan dan kehadiran suporter.
“Jadi, kita sebagai pemain tentunya ada keinginan ada penonton, tetapi balik lagi ke keamanan, bagaimana sistem keamanannya nanti,” tutur Rio.
Pernyataan itu menunjukkan keinginan pemain untuk mendapatkan dukungan langsung tetap berjalan beriringan dengan kesadaran mengenai risiko pertandingan.
Baca Juga: Persija Tak Cuma Incar Kemenangan atas Persib, Shin Tae-yong Fokus Bentuk Tim untuk Super League
Persija Jakarta Fokus Pulihkan Kondisi
Di luar persoalan suporter, Persija Jakarta kini harus berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi pemain sebelum semifinal Piala Presiden 2026.
Jeda pertandingan yang relatif singkat dan perubahan kota pertandingan menjadi perhatian Rio karena tim baru saja menyelesaikan fase grup.
“Kalau mungkin untuk staf kepelatihan lebih tahu ya, terutama untuk pelatih fisik tentang kondisi pemain,” ujar Rio.
Ia menyebut pemain baru menjalani pertandingan dan harus kembali bertanding pada 4 Agustus di kota yang berbeda sehingga proses recovery menjadi bagian penting dari persiapan.
“Karena pemain kemarin sudah menjalani pertandingan dan kita harus bertanding lagi di kota yang berbeda di hari tanggal 4 ya kalau nggak salah,” katanya.
Situasi tersebut membuat pemulihan fisik menjadi perhatian utama sebelum Persija Jakarta menghadapi pertandingan semifinal.
Rio juga melihat kondisi pemain perlu dipertimbangkan secara serius karena Piala Presiden 2026 merupakan turnamen pramusim.
”Jadi, menurut saya sih mungkin untuk masyarakat itu lebih dulu karena itu sangat penting, apalagi ini masih turnamen pramusim yang tentunya dengan hadiah yang lumayan besar, dengan risiko yang besar juga karena amit-amit kalau ada pemain yang cedera nanti bakal mengganggu persiapan tim untuk menghadapi turnamen yang sebenarnya yaitu Liga,” ucapnya.
Baca Juga: Dedi Kusnandar Tak Masalah Semifinal Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Persib Siap Hadapi Persija
Piala Presiden 2026 Tetap Jadi Persiapan Liga
Rio Fahmi menegaskan Persija Jakarta sejak awal tidak menempatkan Piala Presiden 2026 sebagai tujuan utama musim ini.
Turnamen tersebut dipandang sebagai bagian dari proses membangun kesiapan tim sebelum menghadapi kompetisi yang sesungguhnya, yakni Super League 2026/2027.
“Kami melihat ini sebagai turnamen pramusim. Jadi sejak awal tujuan kami adalah mempersiapkan tim agar lebih siap menghadapi kompetisi yang sesungguhnya (Super League 2026/2027),” kata Rio.
Karena itu, setiap pertandingan di Piala Presiden 2026 tetap dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapan skuad.
Persiapan Persija Jakarta menuju semifinal juga berlangsung dalam waktu yang tidak panjang.
“Memang persiapan kita baru sekitar seminggu atau dua minggu,” ujar Rio, mengingat tim sebelumnya memiliki rencana berbeda sebelum akhirnya mengikuti Piala Presiden 2026.
“Tetapi karena kita datang ke sini, sudah datang ke sini, mau tidak mau harus menjalankan dan melaksanakannya semaksimal mungkin, syukur-syukur sebagai persiapan kita juga untuk menghadapi turnamen yang sebetulnya yaitu Liga,” katanya.
Situasi tersebut membuat Persija Jakarta berusaha memaksimalkan setiap sesi latihan sekaligus menjaga kondisi pemain.
Rio Fahmi Tak Mau Terbebani Persib Bandung
Persija Jakarta akan menghadapi Persib Bandung pada semifinal Piala Presiden 2026 setelah memastikan langkah ke empat besar.
Meski lawan berikutnya merupakan salah satu rival besar di sepak bola Indonesia, Rio Fahmi memilih tidak menjadikan nama lawan sebagai pusat perhatian tim.
“Kita melihatnya sebagai tim karena ini masih turnamen pramusim, kita tetap pada tujuan awal kita untuk mempersiapkan tim agar bisa lebih siap lagi di turnamen yang sebetulnya, seperti yang saya bilang tadi,” ujar Rio.
Sikap tersebut membuat Persija Jakarta lebih memilih membenahi permainan sendiri ketimbang sibuk menganalisis tekanan dari kubu lawan.
Pengalaman Rio selama lima tahun berkarier sebagai pesepak bola profesional di Indonesia juga membuatnya memahami tuntutan menghadapi situasi yang berubah cepat.
“Dan seperti kata profesional yang orang-orang sebut, maka kita sebagai pemain sepak bola profesional harus siap menerima risiko yang kita tanggung,” tuturnya.
Karena itu, Rio memastikan Persija Jakarta akan tetap menjaga fokus pada persiapan internal sebelum menghadapi Persib Bandung di Gianyar.
“Yang paling penting ya seperti itu, kita tetap fokus pada persiapan tim kita sendiri untuk menghadapi Liga yang akan datang,” tegasnya.
Bagi Rio Fahmi, kehadiran suporter di semifinal Piala Presiden 2026 tentu bisa menjadi tambahan energi bagi Persija Jakarta.
Namun, harapan tersebut tetap harus berjalan bersama jaminan keamanan agar pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta dapat berlangsung aman bagi pemain, suporter, dan seluruh pihak yang terlibat.
Baca Juga: Hadiah Rp 8 Miliar Menanti! Toni Firmansyah Ingin Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026