← Beranda
Persebaya Surabaya Jagonya Bola Mati! Bernardo Tavares Masih Punya PR Besar Sebelum Super League 2026/2027
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 1 Agustus 2026 | 18.00 WIB
Bernardo Tavares memberikan arahan kepada pemain Persebaya Surabaya dalam persiapan menghadapi Super League 2026/2027. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menunjukkan ketajaman lewat skema bola mati dalam tiga laga awal pramusim jelang Super League 2026/2027, tetapi Bernardo Tavares masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki organisasi permainan agar Green Force lebih produktif lewat skema open play.

Dari empat gol yang tercipta, dua di antaranya lahir melalui situasi sepak pojok.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Duel Penentu Juara Grup!

Dua Gol Bola Mati Jadi Senjata Baru Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya menjalani tiga pertandingan pramusim dengan catatan positif sebelum tampil di Super League 2026/2027.

Tim asuhan Bernardo Tavares mengawali persiapan dengan bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang, kemudian meraih dua kemenangan identik 1-0 atas Persija Jakarta dan PSMS Medan di Piala Presiden 2026.

Dari tiga laga tersebut, Persebaya Surabaya berhasil mencetak empat gol. Menariknya, separuh dari jumlah gol itu berasal dari skema set piece atau bola mati yang menunjukkan efektivitas latihan taktik Bernardo Tavares.

Gol pertama dari situasi bola mati tercipta ketika Alex Martins membobol gawang PSIS Semarang pada laga 99th Anniversary Game.

Penyerang asal Brasil itu mampu memanfaatkan skema sepak pojok untuk membawa Green Force unggul sebelum pertandingan berakhir 2-2.

Gol kedua melalui bola mati hadir saat Persebaya Surabaya menghadapi PSMS Medan di matchday kedua Grup B Piala Presiden 2026.

Bek anyar Yuran Fernandes menjadi pahlawan setelah mencetak gol tunggal kemenangan melalui sundulan hasil situasi sepak pojok pada menit ke-45.

Baca Juga: Sudah Buka Rekening Gol! Yuran Fernandes Bongkar Rahasia Nyaman di Persebaya Surabaya Jelang Duel Port FC

Bernardo Tavares Akui Masih Ada Banyak Hal yang Harus Diperbaiki

Selain dua gol bola mati, Persebaya Surabaya hanya mencatat dua gol dari situasi berbeda.

Yann Mabella mencetak gol melalui skema open play saat menghadapi PSIS Semarang, sedangkan satu gol lainnya berasal dari gol bunuh diri pemain Persija Jakarta setelah tekanan Alex Martins.

Catatan tersebut memperlihatkan efektivitas Persebaya Surabaya dalam memanfaatkan situasi bola mati.

Namun, kondisi itu juga menjadi sinyal bagi Bernardo Tavares untuk meningkatkan variasi serangan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Pelatih asal Portugal itu menyadari masih banyak aspek permainan yang harus dibenahi.

Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan organisasi penguasaan bola agar Persebaya Surabaya tidak hanya mengandalkan momen dari bola mati.

"Banyak hal yang perlu kita tingkatkan, ini (gol melalui open play) dan hal lainnya. Saat ini kita memiliki waktu tiga minggu, hampir tiga minggu latihan. Dan seperti yang Anda lihat, terkadang kita tidak bisa berlatih secara penuh karena fokus pada pemulihan (recovery),” ujar Bernardo Tavares saat menjawab pertanyaan dari JawaPos.com, Rabu (29/7/2026).

Bernardo menilai proses membangun permainan membutuhkan waktu, terutama karena Persebaya Surabaya memiliki sejumlah pemain baru yang harus beradaptasi dengan sistem yang diterapkan.

Pelatih berusia 46 tahun itu ingin timnya semakin matang dalam menguasai bola dan menciptakan peluang dari permainan terbuka.

Baca Juga: Sudah Buka Rekening Gol! Yuran Fernandes Bongkar Rahasia Nyaman di Persebaya Surabaya Jelang Duel Port FC

Organisasi Permainan Jadi Fokus Sebelum Super League Dimulai

Persebaya Surabaya masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi sebelum Super League 2026/2027 bergulir.

Dengan persiapan yang berjalan kurang dari satu bulan, Bernardo Tavares memilih memaksimalkan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembentukan tim.

"Namun, saya percaya pada bulan Agustus dan setelah Super League dimulai, saya berharap tim dalam hal organisasi penguasaan bola (organization with the ball), kita bisa, saya berharap kita bisa berkembang dan menjadi lebih baik," kata Bernardo Tavares.

Piala Presiden 2026 menjadi ajang penting bagi Bernardo Tavares untuk melihat perkembangan skuadnya.

Selain menguji hasil latihan, pertandingan kompetitif juga membantu pelatih menemukan kombinasi terbaik dari pemain lama dan rekrutan anyar.

Persebaya Surabaya membawa sejumlah wajah baru untuk musim 2026/2027, termasuk Alex Martins, Yuran Fernandes, Ramadhan Sananta, hingga beberapa pemain lokal yang memperkuat kedalaman skuad.

Kehadiran pemain baru membuat proses membangun chemistry menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Sempat Ngobrol dengan Bruno Moreira! Francisco Rivera Fokus Bawa Persebaya Surabaya Taklukkan Port FC di Piala Presiden 2026

Laga Port FC Jadi Ujian Berikutnya untuk Green Force

Persebaya Surabaya akan menghadapi Port FC pada laga terakhir Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026) malam.

Pertandingan tersebut tetap penting meski Green Force sudah memastikan tiket semifinal setelah mengoleksi enam poin dari dua kemenangan.

Duel melawan klub asal Thailand itu bisa menjadi kesempatan bagi Bernardo Tavares untuk kembali menguji organisasi permainan timnya.

Port FC memiliki kualitas berbeda dibanding dua lawan sebelumnya sehingga dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesiapan Persebaya Surabaya.

Bagi Bernardo, hasil akhir bukan satu-satunya target dalam pramusim.

Perkembangan pola permainan, koordinasi antar lini, serta kemampuan mencetak gol melalui open play menjadi pekerjaan utama sebelum Super League 2026/2027 resmi dimulai.

Dengan modal pertahanan solid dan efektivitas bola mati, Persebaya Surabaya sudah memiliki fondasi awal yang menjanjikan.

Namun, Bernardo Tavares masih harus memastikan Green Force memiliki lebih banyak cara untuk mencetak gol agar mampu bersaing sepanjang musim.

EDITOR: Banu Adikara