JawaPos.com — Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Timor Leste pada babak pertama laga Grup A Piala AFF 2026 di Chonburi Daikin Stadium, Jumat (31/7/2026).
Meski tampil dominan dan mendapat keuntungan setelah Timor Leste bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-20, skuad Garuda masih kesulitan mencetak gol hingga turun minum.
Pertandingan Timor Leste vs Timnas Indonesia berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Tim asuhan John Herdman langsung mengambil inisiatif serangan melalui kombinasi lini tengah yang diisi Ivar Jenner, Thom Jan Marinus Haye, dan Marc Anthony Klok.
Baca Juga: Pernyataan Keras FIFA: 'Nobody Is Selling Football' di Tengah Ancaman Boikot!
Timnas Indonesia Dominan, Namun Serangan Masih Buntu
Timnas Indonesia langsung menciptakan peluang pada menit-menit awal pertandingan. Muhammad Rayhan Hannan menjadi pemain pertama yang mengancam gawang Timor Leste lewat tembakan tepat sasaran pada menit keenam.
Semenit berselang, Garuda kembali mendapat dua peluang beruntun melalui Ivar Jenner dan Thom Jan Marinus Haye. Namun, dua tembakan tersebut masih mampu diblok oleh barisan pertahanan Timor Leste yang tampil rapat.
Tekanan Timnas Indonesia berlanjut melalui aksi Tim Geypens pada menit ketujuh. Pemain muda tersebut mencoba membuka ruang serangan dari sisi lapangan dan menjadi salah satu motor serangan Garuda pada babak pertama.
Pada menit ke-14, Tim Geypens kembali membuat ancaman dengan melepaskan tembakan tepat sasaran. Peluang tersebut berawal dari kreativitas Thom Jan Marinus Haye yang terus mencari celah di lini pertahanan Timor Leste.
Meski unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, Timnas Indonesia belum mampu mengubah dominasi menjadi gol. Pertahanan Timor Leste masih disiplin menjaga area kotak penalti.
Timor Leste Kehilangan Pemain, Garuda Tetap Kesulitan
Situasi pertandingan berubah pada menit ke-20 ketika Timor Leste harus bermain dengan 10 pemain. Jackson Pereira Fowler menerima kartu kuning kedua setelah sebelumnya mendapat peringatan pada menit ke-13.
Baca Juga: Bikin Bangga! Ungguli Tuan Rumah, Indonesia Juara Umum World Cup Woodball Championship di Malaysia
Kartu merah tersebut membuat Timor Leste harus bertahan lebih dalam menghadapi tekanan Timnas Indonesia. Namun, hingga akhir babak pertama, Garuda belum berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Sebelum kartu merah terjadi, Timor Leste sempat memberikan ancaman melalui Zenivio Morientes Gostavo Conceicao Mota. Pada menit ke-17, tembakannya masih melebar dari sasaran setelah menerima peluang dari Claudio Gomes Osorio.
Timnas Indonesia terus mencoba mencari gol pembuka setelah unggul jumlah pemain. Eliano Johannes Reijnders sempat melepaskan tembakan pada menit ke-23, tetapi masih mampu dihentikan pemain bertahan Timor Leste.
Peluang terbaik berikutnya hadir pada menit ke-30 melalui Mitchell Baker. Pemain yang baru menjadi bagian dari skuad Garuda tersebut mendapat kesempatan melepaskan tembakan, tetapi bola masih belum menemui target.
Susunan Pemain Timnas Indonesia Andalkan Kombinasi Pemain Muda dan Senior
Pelatih John Herdman menurunkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman dalam laga menghadapi Timor Leste. Cahya Supriadi dipercaya mengawal posisi penjaga gawang dengan dukungan lini belakang Brian Fatari, Wahyu Prasetyo, Jordi Amat Maas, dan Tim Geypens.
Di sektor tengah, Timnas Indonesia mengandalkan Ivar Jenner, Thom Jan Marinus Haye, Marc Anthony Klok, serta Eliano Johannes Reijnders. Sementara lini depan dipercayakan kepada Mitchell Baker dan Muhammad Rayhan Hannan.
Komposisi tersebut menunjukkan upaya Herdman menjaga keseimbangan antara kreativitas serangan dan pengalaman bertanding.
Namun, rapatnya pertahanan Timor Leste membuat Garuda harus bekerja lebih keras untuk menciptakan peluang bersih.
Menjelang akhir babak pertama, Timor Leste justru masih mampu memberikan tekanan sesekali. Pada menit ke-41, Zenivio Morientes Gostavo Conceicao Mota mencatatkan tembakan tepat sasaran yang menjadi ancaman bagi Cahya Supriadi.
Babak pertama akhirnya berakhir dengan skor Timor Leste 0-0 Timnas Indonesia. Garuda memiliki keunggulan jumlah pemain, tetapi masih harus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir pada babak kedua.