JawaPos.com - Perjalanan tandang identik dengan semangat mendukung tim kesayangan. Namun, bagi Fans Engagement Manager Persija, Tauhid Ferry Indrasjarif alias Bung Ferry, perjalanan menuju Surabaya kali ini menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan.
Ia memutuskan bergabung dengan rombongan Pengurus Pusat the Jakmania yang berangkat menggunakan bus dari Jakarta.
Keputusan itu bukan semata ingin menyaksikan laga Persija, melainkan karena rasa rindu menikmati perjalanan bersama para suporter Macan Kemayoran.
Baca Juga: Radovan Pankov Puji Jakmania, Yakin Persija Jakarta Punya Pertahanan yang Siap Bersaing Musim Ini
Menurut Bung Ferry, suasana di dalam bus mengingatkannya pada masa-masa ketika perjalanan tandang selalu dipenuhi obrolan hangat, canda tawa, hingga kebersamaan yang membuat perjalanan jauh terasa singkat.
"Sudah lama saya tidak jalan bareng the Jakmania. Busnya nyaman, konsumsi juga sudah disiapkan di beberapa titik, jadi perjalanan terasa menyenangkan," ujarnya.
Perjalanan menuju Surabaya juga dipersiapkan dengan baik. Selain armada yang nyaman, panitia telah menyiapkan konsumsi di dua titik pemberhentian yang biasa dilalui rombongan.
Hal tersebut membuat para suporter dapat menikmati perjalanan tanpa khawatir kekurangan bekal.
Sesampainya di Surabaya, koordinasi antara the Jakmania dan Bonek ternyata sudah berjalan sejak jauh hari.
Komunitas SurabaJak, yang berisi anggota the Jakmania yang tinggal, bekerja, atau menempuh pendidikan di Surabaya, ikut membantu mengatur berbagai kebutuhan rombongan dari Jakarta.
Kerja sama itu membuat proses kedatangan hingga kepulangan berjalan lancar. Kehangatan mulai terasa bahkan sebelum para suporter memasuki stadion.
Pemandangan menarik justru terlihat di tribun. Di tengah dominasi warna oranye yang memenuhi sektor pendukung Persija, tampak beberapa Bonek ikut duduk berdampingan bersama the Jakmania.
Tidak ada rasa canggung maupun saling curiga. Kedua kelompok suporter menikmati pertandingan dengan tetap memberikan dukungan kepada klub masing-masing.
Baca Juga: Kembali Bermain usai Operasi Meniskus, Pratama Arhan Bidik Performa Terbaik Bersama Persija
Bung Ferry bahkan menemukan momen yang menurutnya cukup menghibur. Ia melihat pasangan suami istri dengan dukungan berbeda. Sang suami merupakan anggota the Jakmania, sedangkan istrinya adalah Bonek.
Saat Persebaya berhasil mencetak gol, sang istri menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Sementara sang suami hanya bisa tersenyum menerima keadaan.
Menurut Bung Ferry, suasana di tribun malam itu terasa seperti pertandingan internasional yang mempertemukan beragam suporter dalam satu tempat tanpa permusuhan.
Hal lain yang paling membekas baginya adalah keramahan yang diterima dari pendukung Persebaya.
Ketika merasa lapar saat pertandingan berlangsung, seorang Bonekwati datang menghampirinya dan memberikan donat.
Pemberian sederhana itu menjadi simbol bahwa rivalitas di lapangan tidak harus berujung pada permusuhan di luar pertandingan.
Setelah laga usai, kehangatan kembali terlihat. Saat rombongan the Jakmania bersiap pulang ke Jakarta, beberapa Bonek membagikan makanan dan minuman sebagai bekal perjalanan.
Meski Persija gagal membawa pulang kemenangan dari Surabaya, Bung Ferry menilai ada hal yang jauh lebih berharga daripada hasil pertandingan.
Ia melihat langsung bagaimana dua kelompok suporter yang selama ini kerap dianggap memiliki rivalitas tinggi mampu berbagi ruang, saling menghormati, dan menikmati sepak bola tanpa insiden yang merusak suasana.
Perjalanan tandang kali ini pun menjadi bukti bahwa sepak bola dapat menjadi ruang persahabatan.
Rivalitas tetap hadir selama 90 menit di lapangan, tetapi setelah peluit panjang dibunyikan, yang tersisa adalah rasa saling menghargai.
Bagi Bung Ferry, perjalanan ke Surabaya bukan sekadar menemani Persija bertanding. Ia pulang membawa kenangan tentang kebersamaan, keramahan, dan harapan bahwa budaya saling menghormati antar-suporter bisa terus tumbuh di sepak bola Indonesia.