JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, bereaksi setelah dijatuhi sanksi berat dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Shin Tae-yong merasa diperlakukan tidak adil atas hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Nama Shin Tae-yong sedang menjadi sorotan. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dijatuhi sanksi berat larangan 10 tahun melatih di tanah kelahirannya, Korea Selatan, setelah KFA bertemu dengan Komite Fair Play pada awal bulan ini.
Sanksi berat tersebut disebut merupakan buntut dari laporan aksi kekerasan yang dilakukan Shin Tae-yong kepada anak asuhnya saat masih melatih Ulsan Hyundai. Selain itu, terdapat pula laporan yang menyebut ia bermain golf di tengah-tengah kompetisi.
Baca Juga: Kyohei Yoshino Siap Berjuang Bersama Persija, Bidik Gelar Juara di Bawah Era Shin Tae-yong
Atas polemik tersebut, Shin Tae-yong pun dipecat oleh klub. Namun, ternyata polemik itu masih berlanjut, hingga kini mendapatkan sanksi berat dari KFA.
Shin Tae-yong pun merasa sangat kecewa dengan sanksi yang dijatuhkan oleh KFA. Pelatih berusia 57 tahun itu merasa hukuman tersebut sangat tidak adil.
"Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya,” ujar Shin Tae-yong, dilansir dari ichanella, Sabtu (25/7/2026).
Shin Tae-yong sedianya punya niat untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi. Namun, ia mengurungkan niat tersebut karena tak ingin memperkeruh suasana.
Baca Juga: Persija Pinjamkan Cyrus Margono ke Klub Super League, Kesempatan Emas untuk Menambah Jam Terbang
Apalagi, sepak bola Korea Selatan juga tidak dalam kondisi baik pasca gagal menembus fase gugur Piala Dunia 2026. Maka itu, Shin Tae-yong memilih untuk menelan sendiri masalah yang menimpanya.
“Namun, jika saya maju untuk melawan, para mantan pemain didikan saya bisa ikut terkena dampaknya, dan situasi sepak bola di Korea saat ini juga sedang tidak baik. Karena itu, saya memilih untuk menanggung semuanya sendiri,” terang Shin Tae-yong.
Tiga Sanksi yang Dijatuhkan kepada Shin Tae-yong
Diketahui, terdapat tiga sanksi yang dijatuhkan oleh KFA kepada Shin Tae-yong. Pertama, larangan melatih 10 tahun, larangan terlihat di kompetisi (dalam jabatan apapun), dan pengusiran permanen dari klub.
Sanksi tersebut hanya berlaku di Korea Selatan. Artinya, sanksi ini tidak akan berefek pada Shin Tae-yong, yang saat ini menjalani peran barunya sebagai pelatih Persija Jakarta.
Respons Persija Jakarta
Mengenai polemik tersebut, Persija Jakarta pun sudah buka suara melalui pernyataan resmi pada Jumat (24/7) kemarin. Dalam pernyataannya, manajemen Macan Kemayoran - julukan Persija Jakarta - menegaskan menghormati keputusan KFA tersebut.
"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini," tulis pernyataan resmi Persija Jakarta.
Persija Jakarta akan terus berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya. Mereka menyebut akan mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan kasus tersebut serta terus memantau perkembangan.
"Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi," terang Persija Jakarta.