JawaPos.com — Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum Persebaya Academy menegaskan komitmennya membangun masa depan anak melalui sepak bola dengan mengutamakan proses, karakter, dan kebahagiaan bermain.
Sejalan dengan tema Hari Anak Nasional ke-42, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", akademi Green Force menempatkan perkembangan anak sebagai prioritas utama, bukan sekadar hasil pertandingan.
Mengapa Persebaya Academy Tidak Menjadikan Skor Sebagai Tolok Ukur?
Persebaya Academy menerapkan konsep healthy competition pada kelompok usia Mini hingga Junior.
Pendekatan tersebut memastikan anak-anak tetap menikmati sepak bola sebagai permainan yang menyenangkan tanpa terbebani tuntutan meraih kemenangan di setiap pertandingan.
Head Coach DBL Academy, Coach Firman, menegaskan keberhasilan pembinaan usia dini tidak bisa diukur hanya dari skor akhir.
Menurutnya, proses belajar, perkembangan individu, dan tumbuhnya kecintaan terhadap sepak bola justru menjadi fondasi terpenting bagi masa depan pemain.
“Di Persebaya Academy kami menekankan bahwa pembinaan usia dini adalah tentang menjaga kegembiraan bermain sekaligus membangun fondasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar skor akhir karena kami ingin menyampaikan juga bahwa skor atau hasil akhir bukanlah indikator utama dalam mengukur keberhasilan pada pembinaan sepakbola usia dini,” ujar Coach Firman kepada JawaPos.com, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan akademi berupaya mengubah makna kemenangan.
Bagi Persebaya Academy, kemenangan bukan sekadar mengangkat trofi, melainkan keberanian anak untuk berkembang, mencoba hal baru, dan menikmati setiap proses latihan.
“Kami berusaha menjaga kecintaan anak-anak terhadap sepak bola dengan meredefinisi 'kemenangan' pada proses dan perkembangan individu, menciptakan lingkungan latihan yang bebas dari rasa takut salah, serta merangkul orang tua agar bisa menjadi support system yang mendukung usaha anak.”
Coach Firman menambahkan perjalanan menjadi pemain profesional merupakan proses panjang. Karena itu, menjaga kecintaan anak terhadap permainan menjadi investasi terbesar bagi masa depan mereka.
Baca Juga: Scouting Persebaya Surabaya Dinilai Buruk! Persebaya Academy Jadi Fondasi Masa Depan Green Force
“Bagi kami, untuk bisa menjadi pemain hebat membutuhkan proses jangka panjang yang berkelanjutan, jika kecintaan mereka terhadap permainan ini dijaga sejak dini, serta didukung dengan sistem dan ekosistem yang dikelola dengan baik maka karakter dan prestasi terbaik akan mengikuti dengan sendirinya.”
Karakter Apa yang Dibentuk untuk Calon Pemain Profesional?
Persebaya Academy memandang kemampuan teknik saja tidak cukup untuk membawa seorang pemain mencapai level profesional.
Karakter, kedisiplinan, hingga kemampuan mengambil keputusan juga menjadi bagian penting dalam kurikulum pembinaan.
Baca Juga: Pernah di Persija Jakarta! Robertino Pugliara Kini Mengabdi di Persebaya Academy
Coach Firman mengatakan setiap anak memiliki kecepatan belajar dan potensi berbeda. Karena itu, seluruh program latihan disusun agar mampu mengembangkan kemampuan individu tanpa menghilangkan rasa percaya diri.
“Di Persebaya Academy, fokus utama kami adalah membantu setiap anak berkembang sesuai dengan bakat, kemampuan, dan kecepatan belajarnya masing-masing.”
Selain meningkatkan kualitas teknik dan pemahaman permainan, para pemain muda juga didorong menjadi pribadi yang matang dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami membimbing mereka menjadi pemain yang cerdas, terampil secara teknik, dan tangguh di lapangan, sekaligus memiliki mental yang kuat untuk membuat keputusan yang benar di kehidupan sehari-hari.”
Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, disiplin, serta saling menghargai terus ditanamkan melalui program latihan yang sistematis.
“Melalui rangkaian program terstruktur dan sistematis, lingkungan latihan yang disiplin, FUN, dan mendukung, kami mengajarkan pentingnya penguatan karakter, kerja sama, rasa saling menghargai, dan tanggung jawab agar mereka siap menjadi pemain sepak bola profesional sekaligus pribadi yang luar biasa di masa depan.”
Mengapa Peran Orang Tua Menjadi Kunci?
Persebaya Academy juga memberikan perhatian besar kepada peran orang tua dalam perjalanan anak mengejar mimpi menjadi pesepak bola.
Akademi meyakini lingkungan keluarga yang sehat akan membantu perkembangan mental anak secara optimal.
Coach Firman mengingatkan orang tua agar tidak membebani anak dengan target di luar kemampuan mereka. Sebaliknya, orang tua diajak menjadi pendamping yang memberikan dukungan positif selama proses latihan.
“Pesan utama kami kepada para orang tua adalah untuk fokus mendukung impian anak, bukan membebani mereka dengan memberikan ekspektasi diluar kemampuannya.”
Ia berharap apresiasi lebih banyak diberikan kepada usaha yang dilakukan anak dibanding hasil pertandingan.
“Kami mengajak orang tua untuk senantiasa memberikan apresiasi pada usaha dan proses belajar anak, bukan sekadar menuntut hasil atau skor akhir.”
Melalui berbagai kegiatan Parents Activities dan komunikasi rutin, tim pelatih terus membangun kolaborasi dengan keluarga.
“Melalui berbagai Parents Activities, komunikasi berkala, tim kepelatihan Persebaya Academy berdiskusi dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak.”
“Bagi kami, dukungan yang sehat dari rumah adalah kunci agar anak dapat berkembang dengan baik dan menikmati perjalanannya di dunia sepak bola.”
Bagaimana Kurikulum Modern Diterapkan untuk Anak?
Persebaya Academy mengembangkan kurikulum yang menggabungkan metode latihan modern dengan pendekatan menyenangkan.
Anak-anak tidak hanya belajar teknik bermain, tetapi juga mengenal sains olahraga secara bertahap.
“Di Persebaya Academy, kami menyusun kurikulum yang terintegrasi secara holistik dan dikemas secara challenging & FUN agar mudah dipahami serta dinikmati anak-anak.”
Akademi memanfaatkan teknologi seperti VALD Performance dan berkolaborasi dengan mahasiswa Analisis Performa Olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Pendekatan berbasis data tersebut membantu pelatih memantau perkembangan fisik, teknik, dan taktik setiap pemain secara lebih akurat.
“Semua pendekatan sains dan teknologi termasuk alat ukur fisik VALD Performance serta kolaborasi kami dengan mahasiswa Analisis Performa Olahraga dari Unesa juga berkontribusi pada proses pengembangan kualitas latihan.”
Coach Firman menilai pemantauan berbasis data membuat anak semakin memahami perkembangan mereka sendiri.
“Dengan begitu, tim pelatih dapat memantau perkembangan fisik, teknik, dan taktik anak secara presisi berbasis data, sementara anak-anak juga akan lebih teredukasi dan lebih ‘aware’ dengan capaian perkembangannya sehingga bisa menjadi bekal dalam merumuskan perencanaan pengembangan berikutnya.”
Selain latihan teknik dan fisik, kurikulum juga membentuk mentalitas juara, kreativitas bermain, gaya hidup aktif, hingga pemahaman mengenai nutrisi sebagai bekal menuju level profesional.
Persebaya Academy menyediakan tiga pilihan program latihan, yaitu kelas Reguler setiap Selasa dan Kamis, kelas Weekend pada Sabtu dan Minggu, serta kelas Combo sebanyak tiga kali latihan dalam sepekan.
Baca Juga: Bursa Transfer Paruh Musim Liga 1: Persebaya Surabaya Kembali Menelurkan Pemain Elite Pro Academy
Biaya registrasi ditetapkan Rp 1.500.000 termasuk dua set jersey, dua pasang kaus kaki, satu backpack, dan satu bola Proteam ukuran 3, sedangkan biaya bulanan masing-masing Rp 1.100.000 untuk reguler, Rp 1.300.000 untuk weekend, dan Rp 1.500.000 untuk combo.
Dengan fasilitas latihan di Lapangan Thor dan Stadion Gelora 10 November serta dukungan pelatih profesional, Persebaya Academy ingin menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus Green Force.
Menutup pesannya pada Hari Anak Nasional 2026, Coach Firman mengajak seluruh anak Indonesia untuk tidak pernah berhenti mengejar mimpi.
“Pesan kami di Hari Anak Nasional ini: Semua mimpi besarmu pasti bisa terwujud asalkan kamu tidak berhenti memperjuangkannya dengan cara yang tepat dan baik.”
“Percaya pada dirimu, nikmati prosesnya, jangan takut gagal, selalu lakukan yang terbaik karena dari situlah karaktermu semakin diuji dan semakin kuat.”
“Jaga disiplin, jalani gaya hidup sehat dan penuhi nutrisi yang baik, serta teruslah belajar di lingkungan yang terkelola dengan baik.”
“Selama ada kemauan dan konsistensi, mimpi mengenakan jersey utama Persebaya akan terbuka untukmu. Salam Satu Nyali… WANII!!!”