JawaPos.com - Persebaya Surabaya langsung mengevaluasi kondisi fisik pemain usai laga pramusim kontra PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo. Recovery pada Selasa (21/7) tak hanya berisi pemulihan, tetapi juga pengukuran ilmiah melalui Counter Movement Jump (CMJ) Test untuk memastikan kesiapan skuad menghadapi Piala Presiden 2026.
Mengapa Persebaya Surabaya Menggelar CMJ Test Setelah Laga Pramusim?
Persebaya Surabaya memberikan waktu istirahat selama sehari kepada para pemain setelah menjalani 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang. Namun, masa pemulihan tersebut tetap berada dalam pengawasan ketat tim pelatih dan tim medis agar kondisi seluruh pemain dapat dipantau secara menyeluruh.
Pada Selasa (21/7), seluruh pemain kembali berkumpul di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo. Selain menjalani recovery di lapangan, mereka juga mengikuti evaluasi fisik berbasis data untuk mengetahui respons tubuh setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Eks Persebaya Surabaya Senjata Rahasia Singapura, Timnas Indonesia Wajib Waspada di Piala AFF 2026
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan sport science yang terus diterapkan Persebaya Surabaya dalam mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Evaluasi dilakukan bukan berdasarkan pengamatan semata, melainkan menggunakan data objektif sebagai dasar pengambilan keputusan.
Pelatih fisik Persebaya Surabaya, Diogo Carvalho, menegaskan pemantauan kondisi fisik pemain menjadi aspek penting dalam program latihan. Intensitas pertandingan yang semakin padat membuat setiap pemain harus berada dalam kondisi optimal sebelum kembali menjalani sesi latihan berikutnya.
Apa Fungsi CMJ Test bagi Kondisi Pemain?
Salah satu metode yang digunakan dalam sesi recovery adalah Counter Movement Jump (CMJ) Test. Tes tersebut dirancang untuk mengukur kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, hingga kesiapan pemain mengikuti latihan maupun pertandingan selanjutnya.
Baca Juga: Absen di Laga Inter Miami, Lionel Messi dan Rodrigo De Paul Jalani Pemulihan Usai Piala Dunia 2026
"Tes CMJ menjadi salah satu instrumen penting bagi kami untuk memantau kondisi fisik pemain. Melalui tes ini, kami bisa mendapatkan data yang akurat mengenai kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, serta kesiapan pemain untuk menjalani latihan maupun pertandingan," tutur Coach Diogo.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, setiap pemain telah memiliki data dasar yang dikumpulkan sejak awal masa persiapan. Hasil pengukuran terbaru kemudian dibandingkan dengan nilai acuan masing-masing pemain agar perubahan kondisi fisik dapat terlihat secara jelas.
"Kami memiliki data awal atau nilai acuan dari setiap pemain. Setelah itu, hasil tes akan dibandingkan dengan data tersebut untuk melihat perubahan kondisi fisik mereka. Dari sana kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera," imbuh dia.
Pendekatan tersebut membantu tim pelatih menentukan program latihan yang sesuai dengan kondisi individu pemain. Dengan demikian, risiko cedera akibat beban latihan berlebih juga dapat diminimalkan sejak dini.
Bagaimana Teknologi VALD Performance Membantu Evaluasi?
Dalam pelaksanaan CMJ Test, Persebaya Surabaya memanfaatkan teknologi VALD Performance. Perangkat tersebut telah digunakan untuk mendukung pengukuran performa atlet secara objektif dengan menghasilkan data yang lebih lengkap dibandingkan observasi visual.
Muhammad Nur Rofik selaku Performance Coach DBL Academy yang mendampingi pelaksanaan tes menjelaskan teknologi tersebut mampu menyajikan berbagai parameter penting. Tidak hanya tinggi lompatan, perangkat juga mengukur daya ledak maksimum atau peak power yang dihasilkan pemain.
Baca Juga: Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
"Melalui sistem VALD Performance, kami bisa memperoleh data yang cukup lengkap. Tidak hanya tinggi lompatan, tetapi juga peak power atau daya ledak maksimum yang dihasilkan pemain saat melakukan lompatan," ujar dia.
Data tersebut kemudian dianalisis secara rinci untuk mengetahui kondisi fisik masing-masing pemain. Tim pelatih memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai performa individu sehingga keputusan latihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pemain.
"Kami dapat melihat dua jenis data peak power, yaitu nilai absolut dan nilai relatif terhadap berat badan pemain. Dari data tersebut, kami bisa mengetahui kapasitas fisik masing-masing pemain secara lebih detail dan objektif," ungkap dia.
Baca Juga: Aston Villa Incar Alejandro Garnacho dari Chelsea, Disiapkan Gantikan Morgan Rogers Musim Ini
Rofik menambahkan CMJ Test sangat relevan digunakan dalam sepak bola karena mayoritas aktivitas pemain bertumpu pada anggota tubuh bagian bawah. Berlari, berakselerasi, melompat, hingga melakukan perubahan arah menjadi komponen utama yang dapat direpresentasikan melalui tes tersebut.
"Dalam sepak bola, sebagian besar aktivitas fisik melibatkan anggota tubuh bagian bawah. Gerakan pada tes CMJ memiliki mekanisme yang cukup merepresentasikan tuntutan permainan, sehingga sangat relevan digunakan untuk mengukur kapasitas fisik pemain sepak bola," tandas dia.
Jadi Modal Penting Jelang Piala Presiden 2026
Pelaksanaan CMJ Test dilakukan pada H+2 setelah pertandingan sehingga hasilnya mampu menggambarkan respons tubuh pemain setelah menerima beban kompetisi. Kondisi fisik setiap pemain dapat mengalami peningkatan maupun penurunan, tergantung tingkat kelelahan yang dialami.
Baca Juga: Al Hilal Salip Manchester United dan Aston Villa, Crysencio Summerville Segera Hijrah ke Liga Arab
"Tes kali ini dilakukan pada H+2 setelah pertandingan, sehingga kami bisa melihat bagaimana respons fisik pemain setelah menjalani beban kompetisi. Hasilnya bisa meningkat atau menurun, tergantung kondisi masing-masing pemain. Dari situ kami membuat catatan dan rekomendasi yang kemudian menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan tim medis," jelas dia.
Persebaya Surabaya memang tidak memiliki banyak waktu sebelum kembali bertanding. Setelah menuntaskan agenda pramusim pertama, Green Force sudah ditunggu persaingan di Piala Presiden 2026.
Dalam turnamen tersebut, Persebaya Surabaya menghuni Grup B bersama Port FC dari Thailand, PSMS Medan, dan Persija Jakarta. Ajang itu menjadi kesempatan penting bagi Bernardo Tavares beserta jajaran pelatih untuk mengukur perkembangan skuad sekaligus mematangkan aspek teknis dan fisik sebelum Super League 2026/2027 resmi bergulir.