JawaPos.com — Persebaya Surabaya masih memiliki pekerjaan rumah di lini pertahanan setelah ditahan imbang PSIS Semarang 2-2 pada laga pramusim 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026).
Pelatih Bernardo Tavares memilih menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi tim sekaligus menegaskan pentingnya persaingan sehat untuk memperebutkan tempat di starting line up sebelum Super League 2026/2027 dimulai.
Mengapa Bernardo Tavares Tidak Menyalahkan Individu?
Persebaya Surabaya gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menghadapi PSIS Semarang.
Setelah unggul lewat gol di babak pertama dan tambahan gol Yann Mabella pada menit ke-52, Green Force harus puas mengakhiri laga dengan skor 2-2 setelah Lorensius Sabda mencetak dua gol balasan.
Hasil itu menjadi evaluasi penting bagi Bernardo Tavares, terutama setelah timnya kebobolan dua gol pada babak kedua.
Namun, pelatih asal Portugal tersebut menegaskan tidak ingin menunjuk satu pemain sebagai penyebab hasil imbang tersebut.
"Saya tidak ingin melimpahkan tanggung jawab kepada pemain secara individu. Kita kalah bersama, kita menang bersama. Bagi saya prinsipnya seperti itu," ujar Bernardo Tavares saat menjawab pertanyaan JawaPos.com, Minggu (20/7/2026).
Baca Juga: TPA Benowo Surabaya Terbakar Hebat Usai Laga Persebaya di GBT, Diduga Akibat Flare
Menurut Bernardo, sepak bola merupakan permainan kolektif sehingga keberhasilan maupun kegagalan harus dipikul bersama.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari proses membangun mental tim menjelang bergulirnya kompetisi resmi.
Persaingan Starting Line-up Jadi Fokus Utama
Selain mengevaluasi aspek pertahanan, Bernardo Tavares menegaskan salah satu target utama selama masa pramusim adalah menciptakan persaingan ketat di dalam skuad.
Ia ingin setiap pemain merasa tidak memiliki jaminan tempat di tim utama.
"Apa yang saya inginkan di dalam tim saat ini adalah persaingan. Mereka harus merasa bahwa mereka perlu datang berlatih, jika mereka datang ke tempat latihan namun tidak berlatih sungguh-sungguh, mereka akan kehilangan kesempatan untuk bermain," kata Bernardo.
Pelatih berusia 46 tahun itu menilai persaingan internal akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas tim.
Dengan begitu, seluruh pemain dipaksa menunjukkan performa terbaik setiap hari, bukan hanya saat pertandingan.
"Dan kita butuh persaingan. Jika kita ingin memiliki tim yang bagus, kita juga harus memiliki persaingan di dalam tim kita sendiri. Inilah yang ingin saya tunjukkan hari ini," tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan alasan Bernardo memberikan kesempatan bermain kepada banyak pemain selama pramusim.
Baca Juga: Enggan Bahas Wasit, Bernardo Tavares Apresiasi Persebaya Surabaya Meski Ditahan Imbang PSIS Semarang
Ia ingin melihat siapa saja yang mampu menjaga konsistensi performa sebelum menentukan komposisi terbaik untuk mengarungi musim baru.
Laga Kontra PSIS Jadi Bahan Evaluasi Menuju Super League
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya sebenarnya tampil dominan pada banyak fase permainan.
Yann Mabella menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang PSIS Semarang pada menit ke-52.
Setelah itu, Green Force masih menciptakan sejumlah peluang melalui Miguel Pereira, Ramadan Sananta, Diogo Ramalho, hingga Francisco Rivera. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang membuat PSIS Semarang mampu bangkit.
Lorensius Sabda memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Reza Arya.
Baca Juga: Widodo C Putro Puas PSIS Semarang Tahan Imbang Persebaya Surabaya 2-2, Perubahan Taktik Jadi Kunci
Penyerang PSIS Semarang itu kemudian kembali mencetak gol melalui serangan balik cepat untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Menjelang pertandingan berakhir, Persebaya Surabaya hampir kembali unggul setelah Francisco Rivera dilanggar di depan kotak penalti.
Sayangnya, eksekusi tendangan bebas Risto Mitrevski masih mampu ditepis kiper PSIS Semarang sehingga skor tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Satu Slot Pemain Asing Masih Tersedia
Hasil imbang tersebut menjadi modal evaluasi terakhir bagi Bernardo Tavares sebelum memasuki kompetisi Super League 2026/2027.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Buang Keunggulan 2 Gol, PSIS Semarang Paksa Imbang 2-2 di Anniversary Game
Perbaikan organisasi pertahanan dipastikan menjadi salah satu fokus utama dalam beberapa pekan ke depan.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga masih memiliki satu slot pemain asing yang belum terisi. Kesempatan itu masih terbuka hingga jendela transfer ditutup pada September 2026.
Dengan komposisi skuad yang belum sepenuhnya final, persaingan memperebutkan posisi inti diperkirakan akan semakin ketat.
Bernardo Tavares berharap kondisi tersebut mampu meningkatkan kualitas latihan sekaligus membuat seluruh pemain terus menjaga performa demi mengamankan tempat di starting line up saat kompetisi resmi dimulai.