← Beranda
Tak Hanya Latihan, Persebaya Pantau Kondisi Pemain dengan Sports Science Jelang Lawan PSIS Semarang
Andre Rizal HanafiMinggu, 19 Juli 2026 | 00.03 WIB
Pemain Persebaya Surabaya menjalani latihan rutin sebelum menghadapi PSIS Semarang di Anniversary Game. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persiapan Persebaya Surabaya menghadapi PSIS Semarang dalam laga 99th Anniversary Game tidak hanya berfokus pada latihan di atas lapangan. 

Di balik program yang dijalankan tim pelatih, terdapat peran penting tim medis yang terus memantau kondisi setiap pemain melalui pendekatan berbasis sports science.

Metode tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik saat menjalani latihan hingga menjelang pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7).

Baca Juga: Persija Jakarta Turunkan Tim EPA Lawan Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2026, STY Prioritaskan TC Thailand

Dokter tim Persebaya, dr. Hansel, menjelaskan bahwa seluruh pemain diwajibkan mengisi dua jenis kuesioner setiap hari. 

Kuesioner pertama adalah wellness questionnaire yang diisi sebelum latihan, sedangkan yang kedua adalah Rate of Perceived Exertion (RPE) yang diisi setelah sesi latihan selesai.

Menurutnya, kedua instrumen tersebut menjadi acuan bagi tim medis dan pelatih untuk mengetahui kesiapan pemain sebelum latihan sekaligus mengevaluasi beban latihan yang dirasakan setelah sesi berakhir.

Baca Juga: Geber Persiapan Jelang Lawan PSIS Semarang, Ricky Pratama Ungkap Persebaya Surabaya Makin Padu!

Wellness questionnaire berfungsi untuk mengukur kondisi fisik dan mental pemain sebelum latihan dimulai. Dalam formulir tersebut, pemain memberikan penilaian mengenai kualitas tidur, tingkat kelelahan, kondisi otot, suasana hati, hingga proses pemulihan yang mereka rasakan setelah aktivitas sebelumnya.

Data tersebut kemudian dianalisis bersama oleh tim medis dan staf pelatih. Hasilnya menjadi dasar dalam menentukan apakah seorang pemain siap menjalani latihan sesuai program atau membutuhkan penyesuaian.

Sementara itu, RPE digunakan untuk mengetahui seberapa berat latihan yang dirasakan pemain. Penilaiannya menggunakan skala satu hingga sepuluh, di mana angka yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kelelahan yang lebih besar.

Melalui data RPE, tim pelatih dapat membandingkan intensitas latihan yang telah dirancang dengan kondisi nyata yang dirasakan pemain di lapangan. Cara ini membantu mengevaluasi apakah target latihan sudah berjalan sesuai rencana.

Dr. Hansel menjelaskan, apabila sebuah latihan dirancang dengan intensitas ringan tetapi pemain justru memberikan nilai RPE yang tinggi, kondisi tersebut menjadi sinyal bagi tim pelatih untuk melakukan evaluasi lebih lanjut.

Hal serupa juga berlaku pada hasil wellness questionnaire. Jika terdapat pemain yang belum sepenuhnya pulih atau mengalami keluhan tertentu, program latihan dapat disesuaikan secara individual.

Baca Juga: Dokter Hansel Blak-blakan! Persebaya Surabaya Pantau Kebugaran Pemain Lewat Dua Instrumen Khusus

Intensitas maupun volume latihan bisa dikurangi agar pemain tidak mengalami kelelahan berlebihan dan risiko cedera dapat ditekan.

Menurut dr. Hansel, pengumpulan data setiap hari menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara performa dan kondisi fisik pemain selama masa persiapan.

Pendekatan berbasis sports science ini menunjukkan keseriusan Persebaya dalam mempersiapkan tim menghadapi PSIS Semarang. 

Dengan memadukan latihan di lapangan, pemantauan kondisi fisik, serta evaluasi harian, Green Force berharap seluruh pemain dapat tampil optimal di hadapan Bonek dan Bonita pada laga spesial perayaan ulang tahun klub.

EDITOR: Edi Yulianto