← Beranda
Resep Rachmat Irianto di Era Bernardo Tavares! Jaga Harmoni di Tengah Wajah Baru Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 15 Juli 2026 | 21.01 WIB
Rachmat Irianto membantu pemain baru Persebaya Surabaya beradaptasi sekaligus menjaga kultur dan kekompakan Green Force jelang musim 2026/2027. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Rachmat Irianto mengambil peran penting menjaga harmoni di skuad Persebaya Surabaya yang kini dihuni kombinasi pemain senior, pemain muda, dan sejumlah rekrutan asing pada persiapan musim 2026/2027.

Pengalaman panjang bersama Green Force membuatnya dipercaya membantu proses adaptasi pemain baru agar tim racikan Bernardo Tavares semakin solid menghadapi kompetisi.

Baca Juga: Alex Martins Percaya Skuad Baru Persebaya Surabaya Bisa Segera Menyatu, Uji Coba Melawan PSIS Semarang 19 Juli

Mengapa Peran Rachmat Irianto Sangat Penting di Era Baru Bernardo Tavares?

Persebaya Surabaya memasuki musim 2026/2027 dengan wajah yang jauh berbeda dibanding musim sebelumnya.

Sejumlah pemain baru datang dari berbagai latar belakang, sementara talenta muda kembali memperoleh kesempatan menembus tim utama untuk bersaing di bawah arahan Bernardo Tavares.

Komposisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri karena seluruh pemain harus segera menemukan chemistry sebelum kompetisi dimulai.

Dalam situasi seperti itu, kehadiran sosok yang memahami kultur klub menjadi aset penting untuk mempercepat proses penyatuan tim.

Rachmat Irianto menjadi salah satu figur yang dipercaya menjalankan peran tersebut.

Setelah kembali ke Surabaya sejak musim lalu, pemain berusia 26 tahun itu kembali menjadi bagian penting di ruang ganti berkat pengalaman dan kedekatannya dengan identitas Green Force.

Ia bukan pemain asing bagi keluarga besar Persebaya Surabaya.

Rian menghabiskan enam musim bersama Green Force sebelum melanjutkan karier di klub lain, sehingga memahami nilai-nilai yang selama ini menjadi ciri khas klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut.

Baca Juga: Francisco Rivera Siap Bantu Adaptasi Pemain Baru, Penggawa Muda Persebaya Surabaya Punya Potensi Besar

Bagaimana Rian Membantu Adaptasi Para Pemain Baru?

Menurut Rian, komunikasi menjadi kunci utama agar pemain dengan karakter, usia, dan budaya berbeda dapat segera menyatu.

Ia berusaha menjadi jembatan bagi para pemain baru supaya lebih mudah memahami lingkungan di dalam maupun di luar lapangan.

"Kami memiliki banyak pemain baru, baik pemain muda, pemain senior maupun pemain asing. Sebagai salah satu pemain yang cukup lama mengenal Persebaya, saya tentu berusaha membantu mereka beradaptasi" ujar Rian dikutip dari laman resmi Persebaya.id, Rabu (15/7/2026).

“Yang terpenting adalah membangun komunikasi yang baik agar semua bisa merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim.”

Komunikasi tersebut tidak hanya berlangsung saat sesi latihan, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari di luar lapangan.

Dengan hubungan yang semakin dekat, proses adaptasi pemain baru diyakini berjalan lebih cepat sehingga kualitas permainan tim ikut meningkat.

Keberadaan pemain yang mengenal kultur klub juga membantu rekrutan anyar memahami ekspektasi besar yang menyertai Persebaya Surabaya.

Hal itu penting agar setiap pemain dapat segera memahami tanggung jawab ketika mengenakan seragam Green Force.

Baca Juga: Rizky Dwi Tak Mau Kembali ke Persebaya Surabaya, Pilih Reuni dengan Mantan Pelatih di Kendal Tornado FC

Perpaduan Senior dan Pemain Muda Jadi Modal Besar

Musim ini Persebaya Surabaya menghadirkan kombinasi menarik antara pemain berpengalaman dengan generasi muda potensial.

Manajemen juga mendatangkan sejumlah pemain yang memiliki rekam jejak dan pencapaian berbeda untuk memperkuat kedalaman skuad.

Bagi Rian, perpaduan tersebut merupakan modal berharga dalam membangun tim yang kompetitif sepanjang musim.

Pengalaman pemain senior dapat menjadi pelengkap bagi semangat serta potensi besar yang dimiliki pemain muda.

Menurutnya, proses belajar di sepak bola profesional tidak hanya diperoleh melalui latihan maupun pertandingan.

Banyak pengalaman yang hanya bisa didapat melalui interaksi langsung dengan pemain yang lebih dahulu menghadapi tekanan kompetisi.

"Pemain muda memiliki potensi yang besar dan masa depan yang cerah. Tugas kami yang lebih berpengalaman adalah membantu mereka berkembang, baik melalui masukan di lapangan maupun berbagi pengalaman selama berkarier," tutur pemain berusia 26 tahun.

“Semoga mereka bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi besar untuk Persebaya.”

Rian berharap proses transfer pengalaman tersebut berlangsung secara alami di dalam tim.

Semakin cepat pemain muda berkembang, semakin besar pula peluang Persebaya Surabaya memiliki skuad yang tangguh sepanjang musim 2026/2027.

Baca Juga: Peran Rachmat Irianto di Persebaya Tak Hanya di Lapangan, Penghubung Pemain Baru dan Senior

Menjaga Kultur Green Force Tetap Hidup

Membangun kekompakan menurut Rian tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Tim harus terus memupuk rasa saling percaya melalui komunikasi yang intens setiap hari agar mampu menghadapi tekanan sepanjang kompetisi.

"Kekompakan tidak terbentuk dalam satu atau dua hari. Kami harus membangunnya setiap hari, baik saat latihan maupun di luar lapangan,” jelasnya.

“Jika hubungan antarpemain kuat, maka itu akan sangat membantu tim ketika menghadapi situasi sulit selama kompetisi.”

Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya peran pemain senior dalam menjaga atmosfer positif di ruang ganti.

Terlebih, skuad Persebaya Surabaya musim ini dihuni pemain dari berbagai negara dan budaya yang membutuhkan waktu untuk saling memahami.

Bagi Rian, menjaga harmoni bukan sekadar menciptakan hubungan yang akrab. Kekompakan juga menjadi fondasi agar seluruh pemain memiliki tujuan yang sama ketika memasuki lapangan dan menghadapi tekanan pertandingan.

Warisan Mendiang Bejo Sugiantoro Menjadi Pengingat Tanggung Jawab

Sebagai putra mendiang Bejo Sugiantoro, salah satu legenda terbesar dalam sejarah Persebaya Surabaya, Rian tumbuh bersama nilai perjuangan, loyalitas, dan kecintaan terhadap klub.

Warisan tersebut membuatnya memahami arti lambang Green Force lebih dari sekadar identitas sebuah tim sepak bola.

Karena itulah, ia merasa memiliki tanggung jawab moral membantu setiap pemain baru mengenal kultur klub.

Menurutnya, memahami sejarah dan karakter Persebaya Surabaya akan membuat para pemain lebih menghargai kepercayaan yang diberikan kepada mereka.

Rian juga ingin para pemain baru mengenal kedekatan emosional yang selama ini terjalin antara klub dengan Bonek dan Bonita.

Dukungan suporter menjadi kekuatan besar yang harus dijaga melalui semangat, kerja keras, dan rasa memiliki terhadap klub.

"Persebaya memiliki kultur yang sangat kuat dan berbeda. Saya ingin membantu teman-teman yang baru bergabung agar bisa memahami apa arti klub ini, bagaimana dukungan suporternya, dan seperti apa tanggung jawab ketika mengenakan jersey Persebaya,” tutupnya.

“Semoga kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk klub dan masyarakat Surabaya.”

Dengan pengalaman, kepemimpinan, dan pemahaman mendalam mengenai identitas Green Force, Rachmat Irianto diharapkan menjadi salah satu sosok penting yang membantu Bernardo Tavares membangun fondasi tim yang solid.

Jika harmoni di ruang ganti mampu terjaga, Persebaya Surabaya memiliki modal besar untuk bersaing menghadapi ketatnya musim 2026/2027.

EDITOR: Banu Adikara